jump to navigation

Acara Berita koq isinya berita buruk semua ya… Kamis, 3 Januari 08

Posted by kamal87 in indonesian development, opini.
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Akhir-akhir ini saya sering melihat liputan kaleidoskop indonesia 2007 pada banyak stasiun televisi. Uniknya, semua liputan kaleidoskop tersebut bertema sama, yaitu: bencana sepanjang tahun 2007. Semua kaleidoskop tersebut memperlihatkan betapa merananya bangsa ini sepanjang tahun 2007. Banyak sekali bencana yang mendera, belum lagi kasus-kasus korupsi yang tak kunjung reda dan justru makin pelik.

Jika kita coba perhatikan, memang sebagian besar berita yang disajikan oleh stasiun televisi itu berita buruk. CObalah lakukan riset kecil-kecilan dirumah sambil menonton acara berita disalah satu stasiun TV. Misalnya, Seputar Indonesia di RCTI, tonton dari awal dan hitung berapa jumlah berita bagus dan berapa jumlah berita buruk. Buruk atau tidaknya itu terserah subjektivitas Anda sajalh… toh kita sama-sama tahu mana yang buruk dan mana yang bukan. Coba lakukan hal ini dalam seminggu 5 hari berturut-turut. terus coba hitung persentase jumlah berita buruk dibandingkan dengan persentase berita bagus, nilai persentasenya pasti lebih dari 90% berita buruk dan kurang dari 10% yang berupa berita bagus.

Menurut saya, model pemberitaan yang seperti ini bisa membawa efek yang buruk buat pola pikir masyarakat kita. Masyarakat yang terus menerus dibombardir dengan berita-berita seperti ini akan berpikir bahwa memang negeri ini benar-benar susah. Sebenarnya sih model pemberitaan yang seperti ini tidak terlalu bermasalah jika memang orang yang menerima berita itu punya pola pikir yang positive minded. Dengan berita-berita seperti ini, orang yang positive minded akan menjadikannya lecutan untuk berprestasi membangun negerinya yang dia lihat diberita sangat terpuruk. Tapi sayangnya, mayoritas rakyat Indonesia itu punya mindset negatif terhadap hampir semua hal, maka semua berita-berita buruk itu jadi tambahan argumen buat mereka untuk mengatakan “ahh… Indonesia ini udah ancur, udah gak bisa diapa-apain lagi… udah susah deh ngebangun Indonesia!!” Semakin hari semakin banyak rakyat Indonesia yang berpikir pesimis seperti itu, akhirnya Indonesia benar-benar tidak bisa maju, karena toh SDM nya sendiri sudah berpikir bahwa Indonesia sudah tidak bisa maju. Tahu kan tentang pygmaleon? itu tuh… cerita tentang orang yunani yang selalu berpikir positif dan selalu yakin dia bisa mengerjakan suatu hal, akhirnya semua pikiran positifnya itu dan semua yang dia yakini benar-benar dapat terwujud. Kalau gak salah ada penelitian yang mengatakan bahwa kompisisi faktor yang membuat seseoarang dapat melakukan sesuatu adalah: 80% keyakinan dapat mengerjakannya, 20% baru ikhtiar. Kalau dalam islam, berarti do’a itu termasuk dalam hitungan yang 80%.

back to the topic, jadi… menurut saya seharusnya model pemberitaan yang disodorkan buat masyarakat Indonesia itu dirubah. Coba berikan berita-berita prestatif yang mendorong orang lain untuk juga ikut berprestasi. Tapi kan kenyataannya emang berita-berita yang tersedia itu ya berita2 buruk? Ya sudah kalau begitu, ganti gaya penyampaian beritanya. Kalau sebelumnya berita buruk itu disampaikan dengan penekanan betapa merananya bangsa ini. Maka selanjutnya perlu diganti, coba sajikan berita-berita buruk tersebut dengan penekanan bahwa semua yang menerima berita tersebut harus berpikir bagaimana caranya supaya negeri ini bisa bangkit dari keterpurukan.

jadi, buat para penyiar berita: gantilah model pemberitaannya…
trus buat rakyat Indonesia: jangan mikir negatif terus, berpikir positif aja… Kalau ada yang bilang Indonesia bakal hilang dari peta bumi tahun 2025 (dokumen futurolog yang pernah tenar diawal tahun 2000-an), kacangin aja, anggap aja orang sok pinter lagi ngibul. Yang penting buat kita adalah bagaimana kita bisa bergerak berkontribusi untuk ikut memajukan negeri kita yang masih punya segudang kekayaan, tinggal diberdayain aja…

Komentar»

1. iLm@N - Kamis, 3 Januari 08

bukankah ada istilah dalam jurnalisme bahwa “bad news is good news”, yang artinya kira2 berita buruk itu bakal semakin banyak yang mengkonsumsi berita itu.. semakin banyak yang mengkonsumsi, semakin untung (secara material) pihak jurnalistiknya..

bahkan pak JK pernah ngomong bahwa media tolong kurangi berita buruk: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=317431&kat_id=3

sudah sebulan lebih ini tivi ane rusak, jadi sekeluarga ga bisa nonton tivi. dapet berita dari koran dan internet aja..

tentang ide ente ini, konkretnya gimana mal?

2. kamal87 - Kamis, 3 Januari 08

@ilman: tuhkan, JK aja setuju ama ane :) ide yang mana man?

3. toni - Jumat, 4 Januari 08

mungkin kalo beritanya bagus,,,takut ga ada yg nonton :P

4. drys - Jumat, 4 Januari 08

Betul tuh kata iLm@n…karena wartawan sebagai pencari berita pasti lebih mudah mendapatkan berita buruk untuk dikabarkan karena pada dasarnya manusia itu kan lebih mudah untuk menemukan keburukan/kelemahan dari orang/sesuatu daripada keburukan/kelemahan dari orang/sesuatu.

Untuk langkah konkretnya mungkin baru bisa dari personal konsumer berita itu sendiri kali yahh, yakni kita harus kritis dan positive thinking terhadap berita dan juga jangan bergantung pada satu sumber berita…

~sotoy banget nih…
~maklum baru kembali ke dunia blogger…

5. kamal87 - Jumat, 4 Januari 08

@toni: emangnya orang pada lebih suka denger berita buruk ya??
@dimas: emang bner ya berita buruk lebih gampang didapet?

6. Nanang Suryana - Jumat, 4 Januari 08

klo media sih mana yg lagi ngetrend itulah yang diserbu….

7. bedh - Jumat, 4 Januari 08

berita buruk memang lebih menjual dan menghasilkan banyak pundi2.
huhuhuuhu

adalagi lucunya berita2an ini, siang hari seringkali tv2 dihiasi berita2 kriminal, pembunuhan, perampokan, dan kekerasan lainnya. kalau dirumah saya bisa langsung menggantinya dengan saluran lain tapi kalau lagi makan di luar? sayangnya saya penggemar nasi padang, dan sayangnya lagi orang2 rumah makan padang itu penggemar berita begituan. aneh aja makan sambil lihat darah2 berceceran.
:(

8. kunderemp 'an-narkaulipsiy' ratnawati hardjito - Sabtu, 5 Januari 08

Bandingkan dengan berita di Australia…
lihat saja http://news.com.au
(itu aggregator berita di Australia.. mendahului http://news.google.com)
lebih bervariasi, kan? Dari negatif, positif, sama yang gak penting.. Pfft.. Hi Ha Ha Ha Ha..

9. azkaa,, - Sabtu, 5 Januari 08

setuju dengan apa yang disampaikan lewat postingan ini.. informasi tentang bencana dsb memang harus sampai ke masyarakat, tapi harus diimbangi juga dengan berita-berita positif lainnya..

lepas dari berita yang disampaikan, kalo saya pribadi suka sebel liat pembaca berita yang tetep senyum-senyum liat kamera meski beritanya menyedihkan..

oia lupa, salam kenal.. maap kalo sotoy.. hhe..

10. kamal87 - Minggu, 6 Januari 08

@nanang: dan sayangnya yg lagi nget6rend di Indonesia itu yg negtaif2 semua

11. kamal87 - Minggu, 6 Januari 08

@bedh: bner tuh, berita kek gitu (patroli, buser, sergap dkk) bikin otak kita terpengaruh jadi… gimana gitu :P

12. kamal87 - Minggu, 6 Januari 08

@kunderemp: emang semua berita di ausi kek gitu ya nar?

13. kamal87 - Minggu, 6 Januari 08

@azkaa: salam kenal juga azkaa, kamu gak sotoy koq

14. Hair-Toliez - Minggu, 6 Januari 08

bukan cuma buruk, tapi buruk banget