Sepeda: Kendaraan Masa depan Selasa, 26 Februari 08
Posted by kamal87 in indonesian development, kampus, opini.Tags: global warming, pemanasan global, pemanasan, global, warming, sepeda, masa depan, silver, futuristik, future, futuristic, panas, polusi, polutan, asap, bahan, bakar, fosil, BBM, minyak, rusak, ozon, lapisan, sehat
trackback
untuk diikutkan dalam lomba writerspirit entri blog di fasilkom. Untuk melengkapi tulisan LKTM saya yang bertopik: Gerakan Sepeda Kampus. Untuk berpartisipasi dalam gerakan global mengurangi dampak global warming.
Jangan bayangkan masa depan itu akan berwarna silver futuristik. Jangan bayangkan masa depan akan dipenuhi dengan bangunan-bangunan beton berkilau. Jangan bayangkan kendaraan masa depan adalah mobil yang bisa terbang melayang kemana-mana.
Masa depan akan berwarna hijau segar. Masa depan akan dipenuhi pepohonan yang rimbun menyejukkan. Kendaraan yang paling cocok untuk kehidupan masa depan adalah sepeda. Kenapa sepeda? berikut penjelasannya.
Sumber daya alam yang tersedia dibumi ini tentu jumlahnya terbatas. Termasuk juga didalamnya sumber daya bahan bakar fosil yang jumlahnya kini kian menipis. Selama ini kita telah sangat bergantung pada bahan bakar fosil untuk menyokong kehidupan kita selaku umat manusia. Kita telah menguras semua warisan bumi itu hingga hampir habis. Berbagai macam industri bergantung pada bahan bakar tersebut. Kendaraan yang selama ini kita pergunakan pun juga memanfaatkan bahan bakar fosil tersebut. Lalu Bagaimana jadinya nanti apabila bahan bakar fosil tersebut sudah benar-benar habis dari muka bumi ini. Tentu kita harus mencari cara lain agar dapat melepaskan ketergantungan kita pada bahan bakar tersebut.
Dibalik itu, pemanfaatan kita selama ini pada bahan bakar fosil ternyata juga memberi andil pada perusakan bumi. Bahan bakar fosil yang kita pakai itu telah menjadi sumber gas-gas beracun yang kini sudah memadati atmosfer kita. Asap-asap yang keluar dari kendaraan kita saat ini perlahan-lahan terus merobek ozon dilangit kita. Hal itu membuat pancaran ultraviolet matahari dapat menyengat langsung berbagai macam makhluk yang hidup dibumi, termasuk kita, manusia. Asap-asap tersebut juga menahan panas yang terpantul dari bumi. Membuat bumi kita jadi makin panas. Kalau seperti ini terus, bumi ini tak akan layak lagi menjadi kediaman manusia. Kita harus mencari cara lain untuk menjadikan bumi kita bumi yang lebih segar. Bumi yang bisa ditinggali dengan nyaman oleh kita dan semua makhluk hidup dibumi.
Perjalanan kita dijalan-jalan kota kini terasa amat menyesakkan. Asap-asap hitam menyeruak masuk kedalam paru-paru kita. Debu-debu jalanan menyelinap masuk dalam hidung kita. Mata kita semakin pedih memerah selama berada dijalan. Panas menyengat membuat kita semakin tersiksa. Kita harus mencari moda transportasi lain yang dapat membuat setiap perjalanan kita terasa menyenangkan.
Sepeda, menjadi jawaban atas semua permasalahan diatas. Sepeda tidak sedikitpun mengeluarkan emisi perusak bumi. Sepeda menghilangkan ketergangtungan kita akan bahan bakar fosil. Sepeda akan membuat jalan-jalan raya dibumi lebih segar dan tenang. Dengan mengendarai sepeda kita sekaligus berolahraga, menyehatkan badan kita. Alih-alih merusak badan kita melalui perjalanan dengan kendaraan bermotor dengan asap, debu dan panas yang membuat badan kita semakin rusak.
permasalahan satu-satunya mengenai sepeda adalah dia tidak dapat mencapai kecepatan yang tinggi. Saya rasa itu bukan masalah. Sangat mungkin bagi kita untuk membuat sepeda berkecepatan tinggi hanya dengan kayuhan yang standar.
Bayangkanlah, suatu saat nanti dimasa depan. Semua orang berangkat ke kantor atau ke kampus atau ke sekolah menggunakan sepeda. Alih-alih disesaki oleh bus, mobil pribadi atau motor, jalan-jalan dimasa depan akan dipenuhi oleh sepeda yang melaju dengan kencang tapi santai. Setiap jalan raya diselingi oleh kanopi pepohonan yang rindang yang membuat perjalanan kita senantiasa sejuk. Tak ada lagi tabrakan-tabrakan maut yang mengundang banyak korban. Semua terasa asri, sejuk dan segar. Ya, itulah masa depan yang kita nanti-nantikan. Masa depan yang hijau.



pengen dong masa depan kayak gitu…
tapi kalo ga ada orang ngerokok di tempat umum pasti jadi jauh lebih indah dan nyaman lagi ya…
Makanya Mal, naek sepeda ke kampusnya…
jangan pake Motor…
Hehehehe….
@irvan: btul van, rokok kudu dibasmi
@Berli: pengennya sih gitu ber, cuma bisa gempor ane tiap ari pulang balik tangerang depok naek speda
Jalan kaki alternatif selain bersepeda
–salam kenal–
pemikiran yang sangat bagoes…

bagoes mah setuju2 aja…
cuman mungkin belum bisa diimplementasikan khususnya di negara qta…
beberapa negara yg laen udah ada yg menggunakan sepeda sbg alat transportasi (jepang misalnya), karena infrastruktur di negaranya sudah mendukung…
selain itu, pemerintah juga harus membatasi penggunaan kendaraan bermotor (yg kian hari kynya makin meningkat aja neeh…
eniwei… mungkin klw itu bisa terwujud… keren juga…
bersepeda di jalan raya dengan pepohonan yang rimbun disamping…
memberikan keteduhan dan kesejukan…
apalagi klw pohon itu daun2nya berguguran…
udah ah… tambah ngaco…
@daniar: klo jalan kaki mah pegel setengah ampun atuh…
@Bagoes: pasti keren banget tuh, lagi jalan santia naek sepda dijalan raya, dikiri kanannya banyak pepohona rindang yang daunnya berguguran tertiup angin yang menyejukkan
serrr…
klo naik sepeda / jln kki terlalu melelahkan, pake kendaraannya yang ramah lingkungan
@spypark.reborn: bisa juga dengan bikin teknologi sepeda yang bisa ngebut kayak kendaraan bermotor sekarang. tul gak?
biar semangat bawa sepeda…
tempat parkir dibikin khusus…
klo di UI, jalurnya dibikin khusus
wah asyik juga tuh naik sepeda ke kampus, ato ke kantor2. ya harga BBM kan sekarang selangit, kalo naik sepeda kan bisa lebih irit
@zahrotus shita: namanya unik bner
pasti jauh lebih enak klo kita naek speda