bagaimana seharusnya muslim menyikapi film fitna Senin, 31 Maret 08
Posted by kamal87 in islam, opini, taushiyah.Tags: islam, Allah, internet, muhammad, SAW, rasulullah, fitna, FPI, belanda, kedubes, kedutaan besar, kedutaan, besar, movie, fitna the movie, film, geert, wilders, geert wilders, kekerasan, islami, islamic, syariat, perdamaian, damai, toleransi
trackback
Apa itu film fitna? koq akhir-akhir ini jadi heboh ya… Film fitna adalah film buatan seorang anggota parlemen belanda yang isinya menghujat umat muslim. Film itu benar-benar secara tidak adil mencitrakan islam sebagai agama teroris. Kalau mau lihat filmnya silahkan cari sendiri di belantara internet sudah banyak yang meng-uploadnya koq. FYI, mayoritas masyarakat dunia baik timur maupun barat setuju bahwa film ini film yang buruk. Film yang hanya menimbulkan kebencian. Tidak menunjukkan indahnya toleransi antar umat beragama. PM belanda sendiri mengecam perilaku geert wilders sang pembuat film ini. PBB juga sudah mengecam.
Pada tulisan kali ini saya ingin menunjukkan pendapat saya tentang bagaimana seharusnya kita sebagai muslim dapat menyikapi film tersebut. Ada satu berita yang ingin saya soroti di detikcom. berikut beritanya: dihujani FPI Telur, kedubes belanda bau amis. Berdasarkan berita tersebut, lagi-lagi saudara kita sesama muslim di FPI melakukn tindak anarki, tindakan yang justru mempermalukan umat islam. Tindakan tersebut sangat jauh dari tindakan yang penuh izzah. Tindakan yang menunjukkan kebesaran islam sebagai sebuah jalan hidup.
Bukan seperti itu seharusnya kita bersikap. Tentu kita umat muslim harusnya marah dengan penayangan film tersebut. Kita harus kecam sang pembuat film tersebut. Tapi apakah pengecaman itu harus dilakukan dengan cara yang tidak ahsan, tidak santun. Bahkan Allah tetap mengingatkan nabi musa untuk mendakwahi firaun secara lembut. Tidak dengan kekerasan. Lagi pula, pemerintah belanda sendiri secara resmi sudah mengeluarkan pernyataan kecamannya terhadap sang pembuat film. Jadi, tindakan FPI melempari kedubes belanda dengan telur sama sekali TIDAK BISA diterima!! (apalgi harga telur kan mahal, amsak dibuang unt hal yg seperti itu).
Untuk saudara-saudaraku di FPI, bertobatlah! sadarilah bahwa antum telah berlaku dzalim. Dzhalim pada kedubes dan pemerintah belanda. dzalim pada umat islam yang lain karena dengan aksi antum maka citra umat muslim benar-benar dianggap sebagai agama yang penuh denagn kekerasan. Dan kalian juga dzhalim pada diri sendiri karena telah melanggar syariat Allah dan membuang-buang telur tersebut (yang tentunya ada harganya) untuk keperluan yang seperti itu.
Lalu bagaimana seharusnya kita sebagai umat muslim menyikapi film ini? pertama, rasa amarah, kekesalan dan sebagainya itu adalah sesuatu yang wajar ada. Langkah selanjutnya, kita tidak boleh mengalirkan perasaan tersebut pada tindak-tindak anarkis. Kita harus mengalirkan amarah tersebut untuk tindakan yang diplomatif. Akan lebih baik jika kita secara santun dan tegas meminta pemerintah belanda dan seluruh dunia untuk mengecam film tersebut. Selanjutnya, kita harus secara berkesinambungan menunjukkan citra islam sebagai agama yang benar-benar rahmatan lil alamin. Tunjukkan hal itu dalam akhlak keseharian kita. Tunjukkan hal tersebut dalam sikap politis kita. Tunjukkan hal tersebut dengna ketulusan karena mengahrapkan ridho Allah SWT.
Islam bukanlah agama kekerasan. Islam adalah agama yang penuh kedamaian. Kalaupun dikatakan bahwa kita akan menguasai dunia. Ya, tapi tidak dengan cara memusnahkan umat-umat yang lain melainkan dengan cara mengayomi umat tersebut dalam naungan islam supaya seluruh bumi mencapai kemakuran yang hakiki. Allah hanya memperkenankan kekerasan manakala kita terlebih dahulu yang diserang. Itupun kita masih dilarang oleh Allah untuk membalasnya secara berlebihan. Kita punya hak untuk membalasnya naum tetap secara proporsional. Diluar itu, Allah tetap mengatakan bahwa bersabar itu lebih baik bagi kita. Mari kita contoh perilaku rasulullah yang senantiasa bersabar manakala dirinya dihina, diintimidasi, diancam, dilempari kotoran dsb. Mari kita tunjukkan bahwa islam memang benar-benar agama rahmatan lil alamin.



sepakat banget
setelah melihat filmnya…
…ternyata biasa-biasa saja. montase dan sambung scene asal-asalan, kesannya malah amatiran banget, IMO. nggak mutu pula, asal sambung-tempel peristiwa kayak WTC dan sebangsanya…
duh. kalau filmnya bagusan dikit sih masih mending, deh.
*omongan pengamat film amatir, jangan dipikirin banget-banget*
ah, anyway. misalnya ada orang bilang,
“saya nggak suka orang Islam! mereka itu beringas, gak bisa menerima perbedaan, dan main kekerasan!”
lalu karena nggak suka dengan omongan tersebut, maka (sebagian) orang Islam kemudian menghajar dan menganiaya sang sumber pernyataan tersebut.
…hlaah, bukankah itu malah jadi pembenaran tuduhan kayak begitu?
~umat yang absurd
~agama itu komoditi, haha!
marah oke aja..
asal tetep pake otak..
oey FPI… pake otak dong!!
jangan bikin tambah keruh!!!
marah tetep harus ditunjukkan, klo ngga, yg kayak ginian (baca: penghinaan thd islam) bakalan ada lagi..ada lagi..
thanks ya komentarnya di blog gue.
masukan dong didaftar blog ente. ntar blog ente gue masukin juga didaftar blog gue. setuju ?
Insya Allah , kita bisa menunjukkan citra diri kita yang sebenarnya
rahmatan lil alamin ( rahmat bagi seluruh alam )
saya emang sering gak setuju apa yang dilakukan FPI… FPI mah sering bertindak anarkis…
kalo kata saya ya, sebaiknya ‘cuek’ aja dengan kejadian2 seperti ini, gak usah ditanggepin, berdoa aja supaya Allah mengampuni orang yang menyebarkan fitnah gak jelas ini… dan orang yang menjadi pemeran dalam film ini ^__^
ntar toh lama2 stereotyping islam=kekerasan juga hilang dengan sendirinya, pertanyaannya apakah mau umat islam yang lain melakukan hal demikian, gak usah terbawa emosi… hmmmm… rasanya belum…
Mereka masih belum paham tentang islam yang sesungguhnya, padahal eropa sendiri saat ini sedang gencar mempelajari islam, ingat kata napoleon, inggris akan menobatkan diri sebagai negara eropa pertama yg beragama islam terbesar di eropa seiring runtuhny imperium inggris,,,
apa itu pemicu kebencian atau ketakutan
Hoo setuju sekali,,,saudara-saudaraku FPI jangan lagi suka maen kekerasan,selain memperburuk citra diri sendiri juga menunjukkan kalau tidak berpendidikan.
Trus buat yang bikin film,,pake otak dong om.
Bagusan kan bikin film porno aja, kan pasti lebih laris (apalagi sekarang situs porno dah dicekal ma bos2 di DPR sono).
Terimakasih atas penjelasannya.
http://edwinraja.com/blog
Geert Wilders….hhmmm….hhmm…, apakah dia ‘Firaun’ abad 21? dia gak tahu kalau Allah sangat dekat dengan umat Nabi Muhammad melebihi dekatnya urat nadi…, mungkin Allah sedang mengasihani Geert Wildert di Arsy sana karena telah memfitnah kita umat muslim di dunia. DUNIA sobat!! tunggu waktu saja, Allah dan Laskar Muslim di Dunia pasti tidak akan tinggal diam. ALLAHUAKBAR!!!!
bila dianalisis, mungkin pembuatan film ini memang ditujukan untuk memperburuk citra umat islam (mereka yang gampang marah dan menggunakan kekesaran). Akhirnya citra umat islam semakin buruk. Ketika ada SATU saja keburukan yang dibuat oleh sebagian umat islam, semua jenis media masaa tentu akan mem-publish dan membesarkannya, berbeda jika tangan kebaikan yang bertindak, sunyi senyap aja tuh media.
Segala sesuatu yang dilakukan memang harus berdasarkan basis identitas islam. Basis identitas itulah yang belum tumbuh pada mayoritas umat islam masa kini.
Meski Islam difitnah dari sudut apapun juga, itu tidak akan menyurutkan keimanan saya, dan juga tidak akan mengurangi rasa hormat saya kepada saudara2 saya non Muslim lainnya. Karena saya tahu, bahwa saat ini, agama sudah menjadi produk politik.
Sebetulnya, isu agama yg dipolitisir tidak hanya terhadap Islam, terhadap agama2 lain juga sudah sering. Hanya, isu Islam jauh lebih “enak” buat mainan.
Adalah lebih baik bila kita mencoba untuk arif dengan tidak terpancing secara emosional. Sehingga, kerukunan kita dengan tetangga kita yang berbeda agama tidak ikut2an terganggu… Mempertahanklan persaudaraan antar sesama manusia, jauh lebih berharga, daripada melayani kerjaan manusia yg tidak beradap tersebut…
Semoga Allah, merahmati kita semua…
Meskipun saya bukan FPI, saya sangat mengerti kenapa mereka sampai berbuat begitu. Bisa dibayangkan sudah berapa kali Islam di hujat, dihina dan dilecehkan. Hanya Nabi yang sanggup tersenyum ketika di hina, di fitnah dan di lecehkan. Beliau memang manusia tersabar, patut di teladani. FPI melakukan hal tersebut semata-mata rasa kecewa terhadap hukum positif yang tidak pernah bisa menyentuh para pelaku penghinaan. Aneh! negara2 yang katanya menjunjung tinggi hukum tapi jadi loyo ketika harus “menghukum” “kawan sendiri.
Kita buktikan bahwa islam itu tidak seperti yang dia katakan. Tidak seperti yang dia pikirkan.
Salam kenal, dari semua yang anda tulis, saya paling sepakat dengan kalimat ini “apalgi harga telur kan mahal, amsak dibuang unt hal yg seperti itu”. benar.. masa telur semahal itu dibuang-bung aja…
Sepakat!!!!!!!!
\m/ \m/
wah bos… kayaknya anda perlu buka2 situs2 maupun blog tentang Fitna dan komentar masyarakat barat tentang film itu. sorry to say, tapi umumnya mereka memuji, menyanjung, atau minimal beranggapan bahwa apa yang ditampilkan di Fitna adalah kenyataan Islam yang sesungguhnya.
meski belum nonton film nya, saya setuju dengan mz kamal
“menunjukkan kebesaran islam sebagai sebuah jalan hidup”
Wah setujuuuuu….lagian pemerintah Belanda sendiri udah mengecam itu film, kok kedutaan Belanda masih kena sasaran…. itu kan perbuatan 1 orang Belanda ajah….
dan poin yang menarik dari posting ini….soal lempar telur….iya tu telur bakal lebih bermanfaat kalo dikasihin ke orang2 susah daripada dilempar gitu….
Tuhan adalah Maha Kuasa, Maha Besar dan segala Maha ada pada-Nya, agama adalah milik-Nya, segala sesuatu yang melecehkan agama, Dialah yang akan bertindak.
Negeri ini ibarat kapal sudah oleng, kemiskinan dimana-mana, banyak rakyat merasakan betapa sulitnya hidup layak di negeri ini. Marilah dengan arif dan bijaksana kita menyikapi masalah profokasi murahan dari Belanda, janganlah hal itu menjadikan bertambahnya penderitaan rakyat di negeri ini, menurut saya itu adalah urusan Tuhan jika hal itu dosa biarlah Tuhan yang menghukum karena hal itu adalah hak-Nya Tuhan, karena melecehkan agama sama dengan melecehkan Tuhan, yang prinsip bagi kita adalah bagaimana agar kemiskinan benar-benar teratasi di negeri ini dan para pemimpin benar-benar sadar dan mengutamakan kepentingan rakyat diatas segala kepentingan pribadi, partai dan golongan. Marilah kita saling berusaha dan berdoa untuk itu. terlebih agar para pemimpin baik pemimpin Negara, pemimpin partai, pemimpin agama dan semua pemimpin apapun di negeri ini agar TAKUT AKAN TUHAN. Marilah kita saling hidup rukun berdampingan tanpa melihat kelompok agama golongan ras, sehingga berkat-berkat Tuhan akan tercurah di negeri ini, kiranya pemulihan ekonomi terjadi.
Damailah negeriku, makmurlah negeriku, sejahteralah negeriku, segala puji dan hormat hanyalah untuk kemuliaan Tuhan
@Arul: bagus deh klo sepakat
@yud1: makanya ane menyerukan supaya umat muslim jangan kek bgitu
@orido: yap, marah harus ditunjukkan tapi secara ahsan, betul?
@dzulfikar: insya Allah nanti ane link
reallyfe: insya Allah amiin
@malinda: tapi klo kita cume berdo’a terus mereka juga bakal keasyikan terus2an berbuat kayak gini. selain do’a kita juga tetep harus menunjukkan ketidaksetujuan kita
@deden: ya, ane setuju. ane rasa FPI belum paham ttg islam yang sesungguhnya
@dugem: yee… bikin film porno juga sama aja atuh, ngerusak juga
@edwinraja: sama2
@Indah M: wahh… semangat amat, bagus2
@anita: hmmm… analisis yang mantabz
@vizon: subhanallah… tetap berpegang teguh pada keimanan islam ya
@abiehakim: sebesar apapun kekecewaan kia pada hukum positif tidak boleh sampai merusak sikap kita. Apakah rasul kecewa dengan kehidupan jahiliyah masa itu. tidak. rasul tetap terus berupaya memperbaikinya
@edi psw: sip, mari2
@harfianto:
emang itu sih ya poin paling penting
hehe
@yui: bagus2 sepakat
itu \m/ maksudnya apa ya?
@ichanx: itulah yang harus diluruskan, kita harus mengubah paradigma mereka bahwa islam itu baik. sama sekali gak ada ajaran kekerasan dalam islam
spypark.reborn: insya Allah kalau kita pilih islam sebagai jalan hidup kita pasti akan bahagia dunia akhirat
@bertoz: ternyata banyak juga ya yang sanagt memperhatikan bagian telurnya
@joned: hmmm…. setuju aja lah
fpi..oh fpi..aksi2 kekerasanmu tiada akhir..
Jika mengakui bahwa Nabi sanggup tersenyum
dan mengakui bahwa Nabi adalah panutan, teladan kita…
maka ikutilah perilaku Nabi.. Jangan mengatasnamakan nabi tapi sebenarnya hanya menuruti hawa nafsu kita.
@padma n kunderemp: kita do’akan merek bisa menjadi lebih lembut
saya sangat setuju dengan ulasan bagaimana muslim menyikapi film fitna.. sebenarnya kita hidup didunia hanya sementara dan ini merupakan ujian2.. ujian diberi kesenangan, kesulitan, harta kekayaan, kebencian, ketidak adilan.. semua tergantung dari pribadi masing2 menyikapi… makanya mulai dari sekarang dicoba sholat dengan khusyuk dan cobalah baca alqur’an dgn perlahan dimaknai/dipahami artinya.. didalam alqur’an lengkap ada semua dari muncul peradapan dunia sampai hari akhir/kiamat… jadi mumpung kita masih diberi ALLAH SWT kenikmatan hidup sehat… ISLAM diturunkan untuk orang2 yang berfikir… jangan merasa terganggu dengan banyak larangan2 semuanya demi kebaikan.. rahmatan lil alamin… makanya sudah banyak orang2 pintar yang semula non islam kemudian masuk islam…
yup… bagaimana menyikapinya ‘fitna-fitna’ itulah yg kdg2 kembali menjadi sorotan, karena biasanya dilakukan dengan tindakan anarkis yang dilakukan oleh sejumlah pihak…
dulu juga waktu bulan Ramadhan… denger di berita, katanya waktu itu pihak itu menghancurkan warung2 kecil di pinggir jalan yang buka pada waktu siang hari di bulan shaum itu…
pdhl mereka katanya orang Islam, tp berbuat anarkis (apalagi di bulan shaum yg diwajibkan qta untuk menahan emosi)
okelah niatnya mereka ingin supaya umat Islam yg sedang shaum untuk dihormati, stidaknya warung itu ditutupi… tp caranya salah…
Di Youtube sudah ada video balasan/jawaban
semoga mereka sadar dengan apa yang mereka perbuat pada islam
I saw the movie like 2 days ago… it was creepyyyyyy… it’s so obvious that the maker/s suck! uh, bkin tambah ricuh aja… but i just wanna let u guys know as a non-moslem, honestly, that’s what most non-moslems (even atheists) see and think about Islam… that’s obviously pathetic, coz I know many moslems and they are sooooooo kiiinnddd.
well, diindo gw slalu feel insecure as a non-muslim, we’ve had hard times u know, even until know, cuman emank ga gt di exposed =(… once my relative was on the bus and some random guy approached him and asked him bout his religion… and well, he got beaten up because he was non-muslim, it’s one of many real stories that has made us think about bad stuffs.
but, well, educated people (like me :p) are very open-minded, we know that those things happen in life… ngejelek2in agama, ras, golongan, for political issues pastinya. And I’m still convincing my non-moslems and atheists friends that there are only some jerks who would do those kind of violence, jerks yg uneducated, inconsiderate jerks, jerks who dont even understand the Quran and what God wants them to do, as u guys say, bawa kedamaian.
Inget, agama ad bukan buat dibela umat, tapi untuk membela umat,
And please remind those stupid FPI jerks to stop doing dumb violence. Bisanya cmn ngerugiin negara, ksian indo makin banyak org susah…
ps. maaf klo u guys find my comment offensive in some parts. gw bener2 ga maksud bgitu, cmn mo let u know why most/some people malah ngedukung pembuatan movie yg ga-banget itu.
may peace be with you
assalamu’alaykum..
..berkunjung…
gue sepakat bangat dengan pernyataan diatas
Baru-baru ini seorang tokoh kanan garis keras Belanda Geertz Wilders (yang masih keturunan Indo juga) membuat heboh dunia dengan filmnya yang berjudul FITNA. Hebat juga nih… saya sebelumnya nggak kenal siapa itu orang, sekarang jadi pengen tau. Hm… jalan pintas menuju ketenaran kelas dunia…
Di YouTube film ini ditampilkan dalam dua bagian dengan durasi total sekitar 16 menit. Film itu dimulai dengan tampilnya gambar kartun Muhamat dengan bom di atas surbannya dan timer yang menunjukkan perhitungan mundur 15 menit.
Selanjutnya ditampilkan ayat Alquran Surah Al-Anfal (8:60) yang diikuti dengan cuplikan serangan WTC 9/11 serta bom kereta di Madrid. Kemudian diikuti komentar seorang imam yang mengatakan bahwa “Allah senang jika non-muslim terbunuh”.
Ayat Alquran berikutnya yang ditampilkan adalah An-Nisa (4:5) yang menggambarkan sikap anti-semit dari ajaran Islam. Berikutnya tampak seorang imam sedang berkotbah dengan berapi-api sambil menghunus pedang:
“…bahkan batu-batu akan berkata, ‘Wahai Muslim, seorang Yahudi bersembunyi di belakangku, datang dan penggallah kepalanya.’ Dan kita akan memenggal kepalanya! Demi Allah, kita akan memenggalnya. Wahai Yahudi, Allahu Akbar! Jihad demi Allah!”
Kemudian bergemuruhlah suara para pendengar yang meneriakkan takbir sambil mengepalkan kepalanya ke atas.
Gambar berikutnya adalah seorang anak kecil berusia 3 tahun yang tampaknya sudah diindoktrinasi sedemikian rupa dengan ajaran Islam sehingga ketika ditanya soal orang Yahudi anak itu dengan polos menjawab Yahudi adalah ‘monyet dan babi’. Lalu ditampilkan bagaimana seorang imam dalam sebuah penampilan di Iqra-TV menyatakan bahwa, “Yahudi adalah tetap Yahudi, mereka harus dibunuh dan dibantai”.
Berikutnya ditampilkan gambar pengunjuk rasa berjilbab yang dengan bangga mengangkat spanduk bertuliskan ‘Prepare For The Real Holocaust’, lalu ‘God Bless Htler’. Ditampilkan juga gambar sepasukan teroris berbaris dibelakang para imam sambil memberi penghormatan ala Nazi.
Ayat Alquran yang ditampilkan berikutnya adalah Surah 47:4, yang kemudian dihubungkan dengan pembunuhan Theo van Gogh. Dilanjutkan dengan menampilkan Mohammed B, pembunuh Van Gogh yang dengan tegas menyatakan akan melakukan hal yang sama jika kesempatan itu terulang lagi. Sementara itu para pendukung pembunuh Van Gogh berunjuk rasa mengingatkan semua orang untuk mengambil pelajaran dari kasus Theo Van Gogh atau menghadapi resiko pembunuhan. Kemudian ditampilkan juga culikan gambar pemenggalan Hensley oleh teroris Al Qaeda atas nama Islam.
Selanjutnya Surah 4:89 yang berisi ajakan untuk membunuhi kaum kafir dimanapun berada dihubungkan dengan berbagai upaya pembunuhan dan ancaman pembunuhan bagi orang-orang murtad dan ‘musuh Islam’ seperti Salman Rushdi, dll.
Giliran berikutnya adalah Surah 8:39 yang berisi ajakan untuk memerangi ’seluruh dunia’ sampai semuanya menjadi Islam. Ajaran fasis dan imperialis ala Islam ini kemudian diperkuat dengan pernyataan-pernyataan seorang imam Iran:
“Islam adalah agama yang akan (ingin) menguasai dunia. Islam pernah melakukannya (dulu) dan pasti akan melakukannya lagi”.
Berikutnya tampil juga pahlawan dunia Islam, Mahmoud Ahmadinejad:
“Pesan dari revolusi Islam bersifat global, dan tidak dibatasi oleh tempat dan waktu tertentu saja. Jangan ragu… Allah menghendaki, Islam menaklukkan apa? Islam akan menaklukkan semua puncak-puncak gunung di dunia”
Kemudian tampil gambar beberapa ulama yang meneriakkan semangat imperialis ini dengan berapi-api,
“Kita pernah menguasai dunia sebelumnya, dan atas kehendak Allah, kita akan menguasai dunia lagi. Harinya akan tiba dimana kita akan menguasai Amerika. Harinya akan tiba dimana kita akan menguasai Inggris dan seluruh dunia.”
“Allah memerintahkan kita untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia”
“Kalian akan menguasai Amerika. Kalian akan menguasai Inggris. Kalian akan menguasai seluruh Eropa. Kalian akan mengalahkan mereka semua. Kalian akan memperoleh kemenangan!….”
Pada film bagian kedua, Geertz Wilder mengutarakan keprihatinan politiknya atas berkembangnya pengaruh Islam di Belanda (akibat membanjirnya imigran dari negara-negara muslim) dengan judul “Belanda dalam pengaruh Islam” Disitu digambarkan bagaimana parlemen Belanda mengijinkan pemakaian burqa, statistik jumlah imigran muslim di Belanda dan seluru Eropa yang meningkat secara eksponensial, pembangunan mesjid-mesjid megah yang begitu mencolok sampai-sampai kartupos dari Belanda juga bergambar masjid. Juga digambarkan bagaimana polisi Belanda harus melepas sepatunya saat memasuki masjid, dsb.
Selanjutnya Geertz Wilder menggambarkan apa yang akan terjadi apabila Islam menguasai Belanda dan Eropa. Digambarkan bagaimana seseorang harus menjalani hukuman gantung hanya karena dia seorang gay, lalu wanita menghadapi pemenggalan dan hukuman mati hanya karena zina, wanita-wanita harus mengalami penyunatan, anak-anak kecil mengalami penyiksaan dalam suatu acara ritual, kebebasan berbicara dan berpendapat akan dilarang, dsb.
Gambar-gambar berikutnya adalah potongan-potongan headline surat kabar yang menggambarkan semangat kekerasan dalam Islam dan bagaimana Islam menghendaki Belanda menjadi negara muslim.
Kemudian film ditutup dengan pesan ini:
Karena bukan terserah saya, tapi bagi kaum muslim sendiri
untuk merobek ayat-ayat penuh kebencian dari Alquran.
Islam menuntut anda untuk memberi tempat bagi mereka,
tapi Islam tidak memberi tempat bagi anda.
Pemerintah menuntut anda menghormati Islam,
tapi Islam tidak memiliki rasa hormat pada anda.
Islam ingin mengatur, menguasai,
dan berupaya menghancurkan peradaban barat.
Tahun 1945, Nazi sudah dikalahkan di Eropa.
Tahun 1989, komunisme sudah dikalahkan di Eropa.
Sekarang ideologi Islam juga harus dikalahkan.
Hentikan islamisasi.
Lindungi kebebasan kita.
Dan timer berhenti… lalu meledaklah gambar kartun Muhamat.
That’s all folks…..
Buat mereka yang sudah terbiasa melihat Islam dari sudut pandang tertentu apa yang ditampilkan oleh Geertz Wilders sama sekali bukan apa-apa. Memang begitulah Islam!
Itu semua memang fakta, bukan rekayasa. Malah saya pikir seharusnya Geertz juga menampilkan teror bom Bali dan bagaimana para teroris begitu bangga menjalankan misi bom bunuh diri atas nama perintah agama Islam.
Tapi justru karena film ini bukan fitnah dan rekayasa maka dunia Islam menjadi sangat marah dan malu. Bagaimana mau menuntut Geertz kalau semua yang ditampilkannya adalah fakta-fakta yang memang ada!
Bandingkan ini dengan novel ‘Da Vinci Code’ karya Dan Brown atau film dokumenter tentang ‘Makam Talpiot dan osuarium Yesus’ karya James Cameron. Tidak ada hujatan atau ancaman hukuman mati, sebaliknya dengan kepala dingin semuanya dibantah dengan argumen dan fakta-fakta sejarah! Beginilah seharusnya Islam bersikap, tapi sayang sekali Islam memang tidak punya kemampuan untuk itu.
Geertz sama sekali tidak merekayasa apa-apa, ia hanya berupaya mencari benang merah dari semua kejadian-kejadian dan berita-berita tentang Islam yang kita semua terlalu takut atau malu untuk mengakuinya. Mungkin kesalahan Geertz hanya ia terlalu frontal dan tanpa basa-basi serta tidak menyisakan ruang bagi Islam untuk membela diri selain dengan kemarahan. Apa yang dilakukan Geertz hanyalah berteriak ‘maling’ kepada seorang koruptor sementara banyak orang malu atau sungkan melakukannya karena koruptor itu seorang pejabat.
Kalau anda semua juga ikut marah dan malu itu bagus.. setidaknya anda mengakui bahwa memang ada yang salah dengan Islam. Toh anda tidak bisa menunjukkan apa yang salah dari film itu.
Apa yang dilakukan Geertz tidak akan berhenti dengan adanya pelarangan dan hujatan. Justru ini akan memancing lebih banyak orang mempelajari Islam dari sudut pandang yang dipakai oleh Geertz. Akibatnya, cepat atau lambat wajah buruk Islam akan tampil telanjang di hadapan seluruh dunia. Siapa yang bisa menahan arus informasi di jaman ini?
Saya rasa wajar Geert Wilders membuat film tersebut, karena Islam tidak bisa mengikuti peradaban dunia apalagi AlQuran ada pada waktu jaman peperangan Nabi Muhammad SAW dengan bangsa2 lain seperti Yahudi, Nasrani dll, coba anda lihat sekarang kalau minoritas saja Islam sudah membuat kerusuhan di mana-mana apalagi kalau mayoritas maunya semua di Islamkan saja atau dibuat syariat Islam seperti di baberapa daerah di Indonesia, contoh Islam
minoritas bisa kita lihat di Philipina Selatan, mayoritas Katolik di sana, di Thailand mayoritas Budha di sana, di Checnya (Rusia) mayoritas Kristen Ortodoks, di Serbia (negara Kosovo), di China mayoritas agama Budha ada sebagian masyarakatnya yang Islam mau minta merdeka bahkan di India juga yang mayoritas penduduknya beragama Hindu sering bentrok dengan Islam, bakar membakar kuil dan mesjid dan maunya di negara2 ini semua dibuat negara Islam terpisah dari negara induknya, sedangkan umat Islam sendiri sering perang saudara padahal negaranya udah miskin seperti di Sudan, Tamil dan negara Afrika lainnya walaupun itu bukan merupakan rekayasa orang2 Barat,seperti interpretasi untuk negara Palestina selama ini yang merupakan ajang politik negara2 Barat jadi kalau kita lihat hanya negara2 di Timur Tengah aja yang kaya2 yang hidupnya senang karena hasil alamnya tapi pikirannya juga pada bejat2 apalagi kalau udah ada TKI yang diperkosa dan dibunuh itu sah2 saja menurut mereka.
Jadi kalau kita berpikir dengan logis dan menggunakan hati nurani, apakah ini disebabkan oleh ajarannya, ya tentu saja, coba lihat agama yang lain (saya tidak mengatakan hanya Kristen/Nasrani saja) nampaknya mereka tidak kebakaran jenggot kalau ada diserang atau dikritik, hanya coba berdoa agar orang tersebut diampuni dan diberi jalan yang lapang, Saya juga sudah membaca bermacam kitab suci dan mewawancarai orang2 yang telah berpindah agama,
tetapi tidak ada terbersit tentang perang, jihad dan lain2 mengenai kekerasan, nampak banyak isi AlQuran yang dapat diinterpretasikan lain yang jadi pembenaran untuk melalukan hal2 yang mengerikan seperti jihad, potong tangan, hukum cambuk, jadi sah2 saja pengikutnya melalukannya tanpa takut akan dosa dan sebagainya, ya kalau dianalogkan sama seperti Hitler yang buka kamp konsentrasi untuk bunuhin tuh orang Yahudi mungkin kalu orang Nazi bilang itu sah2 saja untuk membunuh orang Yahudi, jadi film Fitna ini mungkin tidak berdiri sendiri atau tidak ada sebab-akibat dengan hal itu.
Hidup film Fitna, it’s spectacular film in the world, a life reality.
:: jarwo
tapi yang jadi masalah adalah bahwa di sini Wilders melakukan generalisasi yang tidak pada tempatnya. sebagai tambahannya, ini potensial menimbulkan kebencian yang bersifat resiprokatif. kebebasan berpendapat adalah suatu hal, tapi tindak penyebaran kebencian adalah hal yang berbeda.
bicara tentang fundamentalisme, hampir semua tempat punya cerita. Inkuisisi Gereja juga ada jaman dulu, tapi kita tidak bisa asal generalisasi tentang Kristen dan Gereja sebagai lembaganya, kan?
benar, tapi tidak seluruhnya. kalau menggunakan analogi ini, seharusnya ‘Wilders mengatakan semua pejabat adalah koruptor’ alih-alih bahwa ‘koruptor adalah maling’. ini dua hal yang sangat berbeda, anda tentu mengerti maksud saya di sini.
ada beberapa poin soal ini. pertama, film itu tidak cover both sides. lebih tepat dipandang sebagai material propaganda, IMO. kedua, kredibilitas nara sumber pantas dipertanyakan untuk merepresentasikan keseluruhan opini umat Islam. ketiga, beberapa konteks dalam ayat yang disinggung diabaikan dengan pemuatan yang tidak lengkap.
IMO, di sini Wilders bukan membangun fakta dari premis, tapi mengkonstruksi premis dengan potongan-potongan fakta yang sesuai kebutuhan tersebut. dari sisi ini, akurasi film tersebut saya kira bisa dipertanyakan.
…atau lebih tepatnya, wajah buruk sebagian penganutnya… yang tidak bisa dipungkiri, memang ada. saya kira ada baiknya untuk tidak terjebak generalisasi di sini.
:: dewa
saya baru mendengar soal ini… ada link ke sumber beritanya? terima kasih sebelumnya.
sepengetahuan saya, faktor religius memang berperan, tapi terutama perang saudara ini terjadi karena masalah suku di daerah tersebut. contohnya misalnya antara suku Tutsi dan Hutu di Afrika Tengah dan sekitarnya. perlu diperhatikan juga faktor geopolitik dan diktatorisme (dan pemberontakan) di beberapa tempat di Afrika, jadi saya kira faktor religius kurang dominan di bahasan ini.
btw, perang saudara Darfur di Sudan itu lebih ke arah rasial dan sukuisme, lho.
yang ‘bejat’ itu yang kelihatan di TV dan media… apalagi kalau sudah dibumbui kepentingan nasionalisme ala media di sini. memang hal itu ada, tapi apa bisa digeneralisasi?
sejujurnya saya nggak sepenuhnya tahu keadaan di sana (lha nggak pernah ke sana, je
), jadi mungkin akan baik kalau ada yang tinggal di sana dan bisa berbagi sudut pandang. ada yang bisa bantu soal ini?
tidak sependapat. filmnya jelek soalnya.
saya ngomong begini bukan karena saya anti film tersebut lho ya, tapi film-nya sendiri nggak cukup kualitas untuk dibilang sebagai sebuah ‘film’ yang bagus. montase asal-asalan, repetitif, dan gabungan dari video-video lama yang di-recycle dengan teknik seadanya. beberapa pemirsa yang sudah menonton mungkin akan sependapat soal ini.
no offense, tapi saya tidak menemukan film ini bagus secara teknis.
@herry: semoga pada akhirnya kita bisa menjalankan islam yang benar-benar sesuai dengan syariat Allah ya..

@bagoes: mudah2an kedepan FPI bisa mengubah caranya bertindak
@jahe gepuk: makasi ya link youtubenya, kapan2 mo dicek ah…
@chacha: kamu non muslim ya… percaya deh… agama islam itu tidak seperti yang kamu lihat dan rasakan selama ini. semua yang kamu rasakan itu cuma oknum-oknum tertentu yang menggunakan islam atas nama kekerasan…
@unga: welcome
@suriyanto: sip, mantablah klo sepakat
@jarwo, dewa dan yudi: karena komennya panjang banget maka balesan komennya nanti aja ya
Buat Yudi apa kamu gak pernah beli koran atau gak pernah nonton TV ya, untuk hal itu aja harus ada link sebagai buktinya, coba lah tanya orang di sekitarmu apa betul ada atau gak, ya yang jelas aja bangsa Moro di Philipina Selatan, Orang2 di Thailand Selatan, Chechnya dan negara Bosnia, Kosovo, tamil di Srilanka, China dll, kalau di negara2 ini sudah capek tentaranya berperang agar mereka tidak minta merdeka dari negara induknya, kalau mengenai negara Islam yang berperang kamu lihat saja keprihatinan pemimpin OKI dengan semakin banyaknya pertumpahan darah di negara2 Muslim lihat beritanya di internet lah, di Indonesia aja sudah banyak daerah yang mau buat syariat Islam seperti di Tangerang itu, kalau bisa semua aja dicekal biar negara kita bubar sekaligus, Saya berkata demikian bukan saya anti Islam, saya banyak bergaul dengan orang dari berbagai suku, agama (macam2 orang dengan sifat yang ber-beda2). Saya juga kecewa dengan beberapa teman saya dari Islam, kalau kita makan di rumahnya kita diajak kita mau, takut kalau ditolak mereka tersinggung, kalau mereka diajak woo… amit amit mau makan, minum aja sudah takutnya macam mau masuk neraka aja, apa mereka pikir saya setiap hari makan yang haram (b*b*), malah saya seumur-umur juga jarang makan yang gituan, apalagi kalau sudah dibilang kafir, wah bisa2 mereka lama2 jadi Tuhan beneran.
Ok, saya tunggu komentarnya dan boleh juga kita debat sekalian.
maaf sebelumnya kalau saya kurang jelas, tapi saya coba kutipkan lagi. btw, saya juga baca koran dan nonton TV, tapi mungkin ada yang terlewat pas saya baca atau nonton.
yang saya tangkap dari tulisan tersebut adalah bahwa di Filipina, Thailand, Chechnya, Cina, Serbia (secara khusus Kosovo), dan India, warga muslim memisahkan diri dan membuat negara baru.
saya pernah dengar soal Chechnya dan Kosovo, tapi saya tidak tahu bahwa warga muslim memutuskan untuk memberontak dan telah membuat negara muslim sendiri di Cina, Filipina, dan Thailand. di Filipina dulu memang sempat ada (seperti halnya GAM di sini), tapi (setahu saya) tidak untuk saat ini.
makanya saya bertanya… jujur saja, saya bukan manusia yang tahu segalanya.
dari kutipan ini saya mengasumsikan anda seorang non-muslim? mohon maaf kalau saya salah dan silakan diklarifikasi.
sejujurnya, memang ada segelintir muslim yang cenderung berhati-hati (kalau tidak dikatakan ‘kurang bergaul’
soal ini. tapi saya sendiri seorang muslim, dan saya cukup sering diajak makan dan dijamu oleh rekan-rekan non-muslim. sejauh ini saya tidak memiliki masalah dengan hal tersebut (lha wong diajak makan gratis, enak, halal pula
). saya sendiri banyak bertemu rekan-rekan non-muslim yang toleran soal selera makan kaum muslim yang rada ‘ajaib’ ini, dan saya menghormati mereka.
tapi memang, sebagian muslim yang sikapnya ‘ajaib’ juga ada. di dunia ini ada bermacam-macam orang, dan ada beberapa hal yang saya agak kurang setuju soal sikap dari beberapa rekan muslim terhadap rekan-rekan lain. tapi saya kuatir (dan sepertinya sedang terjadi) bahwa telah terjadi generalisasi bahwa semua muslim seperti itu.
saya tidak punya hak untuk menghakimi penafsiran muslim yang lain, tapi saya kira cukup fair kalau saya bilang bahwa ada juga kaum muslim yang toleran, moderat, dan bersedia menerima perbedaan selain sebagian ‘yang seperti itu’. yang seperti ini juga ada, tapi yang lebih banyak kelihatan adalah mereka yang ’sedikit tapi bikin ribut’. hal inilah yang IMO menjadi dasar dibuatnya film-film seperti Fitna.
apakah saya harus membuang identitas muslim saya untuk bisa pergi makan-makan dengan rekan saya yang non-muslim, saya rasa tidak. saya bisa mengatakan dengan santai bahwa saya tidak makan daging babi seperti halnya beberapa orang tidak suka makan daging ayam, dan saya bisa bilang saya tidak minum alkohol sebagaimana beberapa orang memiliki pantangan akan minuman bersoda.
maaf sebelumnya, tapi saya bukan mau berdebat soal agama (atau pergaulan antar umat beragama) di topik ini. di sini, saya cuma mengatakan pendapat saya soal film Fitna, dan memang topik tersebut yang dibahas di sini. dan sambil jalan, saya bertanya soal hal yang tidak saya mengerti.
meskipun demikian saya setuju, bahwa ada rekan-rekan muslim (dan pada saat yang sama, dari agama lain juga) yang ‘maunya perang terus’ atau ‘fobia pada yang lain’. yang ingin saya sampaikan satu hal saja, bahwa tidak semua muslim seperti itu. (dan cukup banyak di sisi ini, saya rasa)
terima kasih sebelumnya dan mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah.
@jarwo: saya setuju dengan pendapat Anda yang mengatakan bahwa memang itulah wajah islam. Tapi saya ingin menekankan pada Anda bahwa yang slah bukanlah islam, melainkan para penganut islam yang tidak sepenuhnya mengerti bagaimana islam sebenarnya. Dan jika kita coba lihat sisi positifnya, mucnulnya film fitna berbeda dengan pendapat Anda justru akan memancing banyak orang untuk tahu bagaimana islam yang sebenarnya. Ini justru merupakan pintu hidayah yang besar.
@dewa: Saya ingin tekankan pada Anda, bahwa yang salah disini bukanlah ajarannya, melainkan penganutnya. Ajaran islam adalah ajaran yang sempurna. Ajaran yang sepenuhnya adil dan benar-benar akan membawa seluruh dunia pada kemakmuran yang sejati. Dan saya mengakui bahwa yang salah disini adalah para penganutnya. Banyak umat islam yang tidak lagi mengikuti ajaran islam secara utuh (kaaffah). Selebihnya, masih banyak komentar Anda yang sangat tidak saya setujui karena terlalu berpikir pendek dan emosional, alhamdulillah semua komentar emosional tersebut sudah dijawab dengan sangat bagus oleh bung yud1
@yudi: thank you very much for the comprehensive comment
Namanya juga Fitnah (fitnah), sepertinya film tersebut “cuma” untuk ngajarin kita gimana caranya membuat fitnah, jadi memang ngak mutu untuk dikomentarin
Terserah kalianlah yang pasti saya katakan yang sebenarnya, saya tidak mau terjebak antara non-muslim dan muslim di sini tapi yang saya katakan fakta yang ada, kalau jawaban dari saudara Yudi bukan “comprehensive” itu namanya, tetapi terlalu berbelit belit dan mencari pembenaran saja, saya lebih setuju dengan pendapat saudara Jarwo, karena kami mengatakan secara fakta walaupun jika ada ajaran lain (yah apalah namanya) yang bersifat lebih ekstrimis dari Islam misalnya, saya juga akan kritik lebih keras lagi, karena saya sudah membandingkan ajaran agama/kepercayaan yang lain termasuk yang baru di Indonesia yaitu Kong Hu Cu karena kebetulan teman saya ada seorang penganut kepercayaan tersebut, jadi kalau cuma mencari alasan yang berkutat tidak jelas arahnya dan berbeli-belit lebih baik forum ini ditutup saja, saya malas mengatakan yang sebenarnya, karena yang saya lihat adalah fakta, it’s life reality…man !!!
:: dewa
sebelah mananya? anda bilang saya nggak pernah baca koran, maka saya tanyakan kepada anda mana yang benar. saya mungkin salah. di sini, tapi anda tidak menjawab.
saya mengatakan bahwa ‘walaupun ada, tapi tidak semua muslim seperti itu’, dan anda bersikukuh tentang generalisasi bahwa ‘Islam itu kejam’. itu pilihan anda, dan saya tidak berhak menghakimi anda soal ini.
FYI, fundamentalisme bukan cuma ada di Islam. Amerika Serikat juga punya sejarah kekerasan ala Ku Klux Klan, dan Inkuisisi Gereja juga ada di masa lalu. jujur, hal ini tidak mengubah kenyataan bahwa Islam juga punya sejarah seperti itu, tapi juga tidak mengubah kenyataan bahwa hal ini bukan cuma monopoli komunitas Islam di dunia ini.
analog dengan soal ini adalah fenomena terkait ‘Fitna’. tidak semua penganut Islam seperti yang disebut dalam ‘Fitna’, sama halnya tidak semua warga Belanda mendukung Wilders. silakan cek berita dengan membaca koran dan nonton TV atau cari link-nya kalau tidak percaya.
forum ini adalah hak milik dari kamal87, jadi saya kira beliau yang lebih berhak untuk menutup atau tidak menutup diskusi di sini.
tapi sampai di sini, mari sepakat untuk tidak sepakat. anda sudah menyatakan pendapat anda, demikian juga saya sudah menyatakan pendapat saya. demikian pula halnya dengan yang lain yang juga urun diskusi. saya menghargai pendapat anda, jadi mari kita selesaikan di sini dengan baik-baik.
mohon maaf apabila ada pernyataan saya yang menyinggung dalam konteks anda sebagai pribadi maupun sebagai penganut agama.
Saya setuju banget. Jujur saja saya memang bukan dari Agama Islam. Saya juga tidak setuju dengan adanya pihak yang menjelek-jelekkan agama org lain.
Pada dasarnya, agama selalu benar. namanya juga agama (baca: tidak kacau). kalo ga benar mah bikin kacau. namanya bukan Agama lagi tapi Gama.
Nah, pendapat tentang FPI juga benar. Semua masalah kalo dah libatin kekerasan, ujung2 na bukanna semakin mendekati penyelasaian tapi malah bikin tambah ribet.
n terkadang FPI ngurusin masalah yang menurut g ga perlu. Kek masalah Miss Universe. kalo manx punya waktu buat ngurusin itu, kenapa ga ngurusin yang laen kek pertumbuhan moral dan pencarian Islam yang sejati.
semua orang kan punya hak untuk mengekspresikan diri, dan ajang Miss Universe kan bukan ajang internasional. Lagian ga ampe bugil kan? orang cuma pake baju renang.
baju renang mah da biasa kali. kek ga pernah k kolam renang z.
Jangan terlalu keras, agak fleksibel dnx. ckckckck…
Selain itu, masyarakat kan jga bisa nilai. bener apa ga. memangnya Masyarakat cuma nerima info n ga dipikirin bener apa ga na?
lagian pemerintah Belanda kan juga da mengecam. kok masi nyalahin Belanda.
memang yang buat orang Belanda tapi cuma beberapa orang saja. masa’ kesalahan satu orang, semua na yang kena.
Kalo mental org kita kek gini terus. g ragu kita akan jadi bangsa yang maju. (pd dasarnya saya selalu melihat positif na bangsa ini, tapi kalo begini terus, saya ga tau mesti liat positif na dimana lagi)
ralat: ajang miss universe kan ajang internasional.
Malaysia juga ikut n ga ada masalah tuh.
@wi2k: sip, yg jelas film ini emang gak mutu, gitu aja dah…
@dewa: darimana anda bisa mengatakan bahwa islam itu yang salah adalah ajarannya dan bukan umatnya. Apakah anda sudah2 benar2 mempelajari islam??? Saya katakan pada Anda bahwa islam itu ajaran yg sempurna, namun memang banyak umatnya yang tidak mengikut secara utuh ajaran tersebut, makanya akhirnya jadi kacau balau. Kalau anda sendiri sedikitpiun belum pernah membaca isi al-quran yg asli dan membaca2 hadits2 rasulullah langsung dari sumbernya (bukan dari sumber barat yg sudah direkayasa) gak usah berkomentar dan mengeluarkan pendapat bahwa yang salah adalah AJARAN islam.
@yud1: Saya masih menganggap diskusi yang terjadi diatas sebagai diskusi yang intelek. Saya belum melihat emosionalitas yang berlebihan. Selama masih seperti itu, saya tidak akan menutup diskusi ini. Silahkan terus berdiskusi dengan cara yang baik dan etis. ok
@joan nathern: bagus klo anda setuju, tapi pendapat anda mengenai miss universe itu saya tidak setuju. anda pikir baju renang itu biasa, ya itu kan bagi anda, tapi bagi mayoritas rakyat Indonesia itu masih diluar norma kesopanan. Oleh karena itu, saya enggak setuju dengan pernyataan anda. Dan kalau anda bilang malaysia ikutan dan gak ada masalah, itu urusan negeri mereka sendiri. Kita tetap ngelakuin yg terbaik buat negeri kita tanpa harus mengekor pada negeri lain yang mungkin pandangannya berbeda
[...] 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 [...]
wow rame euy…
(sori bukannya ga mau ikut ngasih komen… tp lg ga ada ide euy… jd ikut ngeramein aja… heheh)
FPI = Oknum-oknum polisi yang membela Islam
Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.
Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.
Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.
Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.
Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.
Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjata api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjata api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.
Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.
@joan nathern: saya setuju dengan Anda untuk melihat hal-hal POSITIF dari bangsa ini. Begitupun metode saya berpendapat mengenai miss universe, bahwa bangsa ini harus punya harga diri dan tidak asal meniru budaya bangsa lain. Harga diri, ini hal POSITIF yang harus kita jaga.
Penolakan ini saya pahami bahwa wanita harus dijaga kehormatannya (ini yang saya pahami di Islam), dan pakaian yang seronok bukan cara kita menghormati wanita (dan mereka menghormati diri sendiri). Ini peran yang saya lihat diperankan oleh FPI (yang mereka pahami dari Islam), mereka menjaga agar Indonesia dan wanita2nya menjaga kehormatannya.
Mengenai tampilan luar yang mungkin terlihat kurang bersahabat, saya pikir itu kekurangan dari mereka. Cobalah diambil sisi POSITIF-nya.
@semua: “pemandangan indah seringkali tertutup kabut”. Hal2 yang diungkit Wilders tentang Islam di filmnya, beberapa diantaranya memang sebuah kenyataan. Sobat, saya mempelajari Islam. Semakin dalam saya pelajari, semakin yakin saya terhadap Islam. Saya tidak pernah menemukan dalil2 bahwa Islam mengajarkan kekerasan dan kerusakan.Yang saya temukan adalah ajaran2 mengenai kebaikan dan keselamatan, karena itulah saya bertambah yakin. Saya sangat sedih, karena ada sebagian saudara kita sesama manusia (orang2 berbuat kerusakan) yang menyalahartikan dalil dalil yang ada. Mengambil sebagian namun membuang sebagian lainnya (dalam Al-Qur’an ini dilarang). Jangan sampai ‘kabut’ ini menghalangi Anda-Anda, Tuan dan Nyonya untuk melihat indahnya Islam. Cobalah untuk mengkaji Islam dari sumber yang benar.
Salam damai dan keselamatan dari saya.
@bagoes: makasi mas bagoes udah ikut ngeramein

@Khairun Abubaker: manteb bner komennya, emang berpegang teguh pada agama itu adalah senjata paling kuat buat dunia dan akhirat
@fairez: eh ada ical ikutan komen
@jarwo dan dewa : hihihi…. lah, emangnya penjajahan seluruh dunia mulai dari asia-afrika sampe amerika dulu landasannya apa? gold, GOSPEL, glory…. GOSPEL!!!! Catet itu bro!!! GOSPEL!!! Bukan hanya oknum2 islam aja atuh yang demen kekerasan dan berjiwa ingin menguasai… oknum nasrani juga kan? mau itung2an? gak lucu banget…. Lalu, apa karena hal itu gw harus benci ama temen gw yang nasrani? Apa gw mesti bilang kalo agama mereka ngaco dan bertanggung jawab atas pembunuhan jutaan orang di asia-afrika-amerika? Gak mungkin kan… Gw yakin bahwa sebenernya ajaran nasrani gak ngajarin hal buruk seperti itu. Alhamdulillah, sobat2 gw yang non-muslim (fyi, gw tinggal serumah dengan seorang Katolik tulen) punya pola pikir yang luas dan gak sesempit elo berdua, dan wilders….
woyyy knapa musti debat sih ?? kayak gini mah pasti wajar kalo ada pro dan kontra.. ga usah nambah2in yg memancing emosi.. gua Islam tapi gua ga peduli ama film fitna.. buat yang setuju dan malah bangga..brati emang suka kalo ada perpecahan ( antar agama ) Okelah kalo banyak kasus2 yg dilakuin orang islam kayak teror bom, wtc dan sebagainya,… tapi gua juga mau negasin Banyak banget orang jahat di dunia ( APAPUN AGAMANYA ) begitu juga dengan Islam.. Banyak banget penjahat yang beratasnamakan Islam… tapi menurut gua GAK SEMUA ISLAM kayak gitu… jadi jangan berani -beraninya ngejudge Islam sebagai kesatuan orang jahat atau yang negatif2 lainnya… itu cuma memancing keributan aja.. kalo emang ga suka ama pelaku bom dan lain-lain,, Benci aja Individunya !! jangan agamanya… kalo menurut gua Ajaran agama gak pernah ada yang salah.. cuma pemahaman Orang bisa berbeda-beda..buktinya Film ini aja pemahamannya bisa beda-beda kan ???
Udah lahh ga usah dilanjutin,,,,off topic… PEace peace *
@ichanx: nice comment, emang harusnya kita menyalahkan oknumnya, bukan agamanya
@refuse: sama kayak komennya ichanx, okelah kita cukupkan saja. off topic ya
yang santun dan tegas caranya gimana ya??…
bahasanya ketinggian bro…gw gak ngerti…
klo secara diplomasi gagal, trus gimana ya??
klo agama kita diinjak2x..mangnya kita harus diem ajah ya??
Cara orang berjuang beda2x boss…
Yang nawarin amar ma’ruf dah banyak boss…
nah.. tinggal yang Nahi Munkar ni…yang pada takut ngelaksanainnya…
klo menurut gw belum saatnya kita bersikap keras. Knapa? karena emang kondisi kita umat islam masih lemah, Sekalinya galak, dgampang diinjek-injek. Oleh karean itu, sekarang ini yg jadi prioritas adlah membangun kesolidan umat islam dulu,. emmbangun kekuatan umat islam. Nanti kalo udah kuat baru deh kita bisa ekspansi melawan cara-cara licik mereka