Laporan Diskusi menkominfo dengan blogger Senin, 7 April 08
Posted by kamal87 in blognews, indonesian IT development, indonesian development, web dan internet.Tags: avianto, blogger, blokir, deface, departemen, depkominfo, enemy, family, fitna, Indonesia, informasi, informatika, ISP, IT, komunikasi, konten, M Nuh, menkominfo, menteri, Muhammad Nuh, pakar, roy suryo, situs, telematika, tokoh, website, youtube
trackback
Saya baru saja pulang dari acara diskusi sharing dan silaturahmi antara pak M Nuh (depkominfo) dengan para blogger. Pertemuan tersebut terasa sangat menarik, begitu banyak pertanyaan, kritik dan juga saran yang dilemparkan para peserta pada pihak depkominfo terkait Undang-undang yang baru saja keluar, yaitu UU ITE. Para pejabat depkominfo (pak M Nuh, pak edmon, pak basuki dan pak nurcahya (klo gak salah, agak lupa namanya)) juga menerima dengan hangat setiap pernyataan yang dikeluarkan para peserta. Intinya acara silaturahim ini berjalan dengan sangat hangat, komunikatif, aspiratif dan menyenangkan.
Disini saya ingin mengomentari beberapa pernyataan yang muncul dalam acara tersebut yang saya anggap bagus dan berbobot.
pertama
pertanyaan dari mas boy avianto. Beliau mengatakan bahwa dia merasa bangsa kita seperti bangsa yang kerdil dan tidak dewasa karena melakukan pemblokiran pada situs youtube hanya karena satu entri film berjudul “fitna” yang notabene hanya satu bagian sangat kecil dibandingkan video-video lain di youtube yang juga memiliki kebermanfaatan yang besar. Beliau melanjutkan, “daripada kita berbuat seperti itu, akan jauh lebih baik jika kita mendorong anak bangsa ini untuk membuat konten-konten positif. Contoh: alih-alih memblokir youtube mungkin lebih baik jika depkominfo mendorong masyarakat untuk membuat film anti-fitna yang lebih positif“
atas komentar tersebut, depkominfo menjawab
pak Nuh: Tentu saja kita akan mendorong peningkatan konten-konten positif di Internet, tapi itu bukan berarti kita membiarkan yang negatif toh…
pak basuki: kita ini sedang beramar ma’ruf nahi munkar. Kita dituntut untuk beramar ma’ruf dengan menyerukan masyarakat untuk membuat dan membuka konten-konten positif. Tapi diluar itu, kita tidak boleh lupa dengan nahi munkar-nya donk. Kita ber nahi munkar dengan cara memblokir situs-situs negatif seperti itu.
kedua
mas eko (bener gak sih namanya :p ). beliau adalah orang yang dijadikan kambing hitam oleh seorang “tokoh” (!pakar) telematika Indonesia sebagai dalang dibalik pen-deface-an situs depkominfo. Disana beliau mengadukan perihal penuduhan tersebut kepada depkominfo. Beliau bertanya apakah penuduhan tersebut bisa dibenarkan secara hukum? Beliau juga bahkan memutarkan rekaman wawancara sang tokoh di salah satu stasiun radio sebagi bukti pengkambinghitamannya. Pada saat mas eko ini memutarkan rekaman tersebut segenap ruangan menjadi hening dan serius. Semua orang-benar mendengarkan dengan seksama isi rekaman suara tersebut. Pada akhirnya, beliau meminta penegasan dari menkominfo mengenai posisi blogger sebagai part of the family.
jawaban pak nuh: Ternyata pak nuh agak kuper juga
beliau benar-benar baru tahu mengenai kasus blogger yang dituduh oleh seorang tokoh telematika itu dari rekaman yang diputarkan pada acara silaturahmi tersebut. Tapi, intinya pak nuh mengaskan bahwa blogger sebagai sebuah komunitas adalah part of the family, dan bukan part of the enemy. Blogger merupakan salah satu komunitas yang harus dibangun dan diberdayakan sebagai sebuah potensi bagi bangsa.
Sebenarnya masih banyak, obrolan-obrolan menarik yang diperbicangkan pada acara tersebut. Tapi karena saya sama sekali tidak mencatat akhirnya semua yang ditulis diatas hanya berdasarkan ingatan saya saja. Lagipula saya yakin diluar sana akan banyak blogger-blogger senior macem mas romi, mas harry sufehmi, mas budi putra, mas priyadi, mas riyogarta dll yang akan menuliskan review dari acara diskusi tersebut.
Satu lagi quote terakhir yang sangat saya appreciate dari Pak Nuh. Beliau mengatakan bahwa momen-momen silaturahmi seperti ini, forum-forum sharing seperti ini harus terus dihidupkan. Pak Nuh mengatakan bahwa pihaknya akan terus membuka forum-forum keterbukaan seperti itu yang akan memperluas ide pengembangan IT di Indonesia.
Semoga kedepannya IT di Indonesia bisa maju. Lebih maju daripada Malaysia, China, India bahkan amerka sekalipun. amin.



tapi youtube tetep ditutup?
multiply juga?
myspace juga?
Semoga Pak Mentri tak ketularan mas Roy bahwa kita ini para penipu, penggila situs porno, suka bicara penuh emosi, dll.
Jika apa yg dimuat di FITNA salah, kenapa mesti berteriak2 di jalan ataupun membabi buta untuk memblokir? itu malah seperti orang yg salah kemudian menutupi diri. Sikap yg tenang dan berwibawa dalam bicara akan menunjukkan bahwa Kalian tidak seperti yg di FITNA.
wagh..seru dong pastinya, semoga bermanfaat yak acaranya
Salut buat semua pihak yang telah ikut ambil bagian di acara ini,
mantep emang dah pak mentri… sanggup open dan menerima kritik
Youtube, MySpace, Rapidshare, Metaface, Multiply dah diblok…
Selanjutnya apa lagi yah?
wah, mantab tuh Pak Nuh. Mari ramaikan dunia maya hingga kontent2 positif jadi kehilangan peminat.
sip pak nuh, semoga para menteri2 lain juga mengikuti jejaknya untuk tetap berdialog dengan orang2 kritis seperti blogger.
sip juga… tapi kapan pemblokiran akan berakhir?
@ All
Siapa pun nama pejabat-pejabat Depkominfo itu, apa yang sedang mereka lakukan adalah mengontrol pers dengan pola Orde Soeharto. Di tataran ini kita tidak membahas soal keramahan, sikap kebapakan atau dialog-dialog yang bersifat menaklukkan itu.
Pertanyaan pokoknya adalah apakah blogger Indonesia punya dignity dan nyali untuk tidak menyerahkan batang lehernya buat digorok oleh Depkominfo yang berusaha mengembalikan otoritas sensor dan pembreidelan ke tangannya seperti halnya dulu Deppen ?
Maaf kawan-kawan, menurutku sangat tidak bijaksana menanyakan kepada penguasa mengenai posisi dan nasib blog; sementara sifat dasar internet adalah kebebasan tanpa kontrol dari pihak lain manapun. Itu yang bikin blog menarik dan punya tuah. Tanpa itu blog
tidak akan pernah eksis sebagi media terpercaya di negeri ini.
M E R D E K A
Yang namanya positif atau negatif suatu konten itu adalah pendapat masing-masing orang. Ketika status positif/negatif itu didiktekan oleh pemerintah, yang kemudian diikuti dengan tindakan pemblokiran atas nama “nahi munkar” atau apapun, itu namanya intervensi terhadap kebebasan berpikir dan berpendapat tiap2 warga negara.
Apa yg ditunjukkan oleh pemerintah melalui menkominfo adalah suatu sikap fasis.
Salam semua,
Kalau saya dapat kesan, sepertinya diskusinya kurang rame. Jawabannya masih ngambang.
Misalnya untuk jawaban Bapak Nuh :
“Tentu saja kita akan mendorong peningkatan konten-konten positif di Internet, tapi itu bukan berarti kita membiarkan yang negatif toh…”
Harusnya masih bisa dikejar lagi, seperti dengan menyebutkan “dengan menutup Youtube berarti lebih banyak konten positifnya yang menurun dari pada konten negatifnya yang dibiarkan.”
Kalau boleh tahu sebenarnya bagaimana format diskusinya, lama waktunya, siapa saja yang ngomong, apakah satu orang diberi kesempatan mendebat pak nuh dengan beberapa beberapa pertanyaan (mengejar) atau cuma satu orang – satu pertanyaan.
Karena kalau saya baca, kok sepertinya ini bukan diskusi tapi lebih seperti jumpa press. Kalau cuma ini ya jujur saja, manfaatnya apa ?
@uga n bagoes: utk masalah pemblokiran membabi buta itu saya juga tidak setuju. pak nuh sendiri mengakui bahwa memang dengan memblokir youtube secara keseluruhan maka konten positif juga banyak yang terblokir. oleh karena itu, pak nuh sendiri bilang bahwa kedepannya pemblokiran itu akan dilakukan dengan lebih selektif. yang diblokir nantinya hanyalah page yang bermuatan negatif dan bukan keseluruhan situsnya
@djunaedird: selama ini sih pak nuh masih kliatan berwibawa koq, gak emosional, tenang dan juga tetep aspiratif
@agus muji: saya setuju dengan anda, makanya saya buat tulisan seperti ini
@okta, rumahkayubekas, dobelden n arul: pak nuh sendiri berjanji pertemuan2 seperti itu akan dihidupkan. mudah2an dengan pertemuan2 sharing yang semakin banyak kita bisa lebih terbuka. Dan semoga mentri2 lain juga bisa kek gitu
@agung: “Mari ramaikan dunia maya hingga kontent2 positif jadi kehilangan peminat.” lho… salah nulis ya gung
masa konten positifnya justru dibikin kehilangan peminat
@alif: perkiraan saya sih, seiring berjalannya waktu nanti akan ada orang2 yang diminta untuk melakukan pemblokiran secara lebih canggih dan selektif. mudah2an sampai saat itu gak terlalu lama
@robert dan sindesit: maaf, saya sangat tidak setuju dengan pendapat mas robert yang mengatakan bahwa sifat dasar internet adalah kebebasan tanpa kontrol dari pihak manapun. Kenyataannya, kebebasan tanpa batas itu cuma akan membuat segalanya jadi ruwet dana akan cepet memusnahkan umat manusia. manusia akan selalu membutuhkan rule. Bahkan negara seliberal amerika pun tetap punya regulasi untuk internet nya. jadi internet itu bukan tempatnya kebebasan tanpa batas
@bosangjay: kalau cuma ngebaca laporan dari saya sih emang kliatan kurang rame, saya juga kan nulisnya terbatas, gak sanggup juga saya nulisin semuanya. klo mo yg lebih lengkap silahkan cek blognya mas romisatriawahono.net
bersyukurlah, menkominfonya orang IT plus orang kampus
saya suka quote pak menteri itu : blogger sebagai sebuah komunitas adalah part of the family, semoga bukan sekedar lipsync
@ kamal87
Ternyata justru blogger kita sendiri yang butuh untuk dikontrol. Mau bilang apalagi ?
Regulasi memang harus ada, tapi tidak perlu jadi paranoid seperti sekarang ini. Dengan dasar hukum yang mana pemerintah menutup semua Youtube ? Itu sewenang-wenang namanya.
Yang paling menyedihkan dalam rendezvous ini : tampaknya para blogger kita sudah merasa senang dan sangat terkesan karena seperti diorangkan oleh para pejabat itu. Para birokrat dan politisi itu pasti kaget, ternyata bloger Indonesia itu lugu dan jinak.
Pantes aja orang macam Roy Suryo jadi berani melecehkan blogger Indonesia.
Maju terus blogger Indonesia…
~so, sepertinya pak Nuh ini pro dengan blogger sejauh isi blognya berisikan content positif yah?
“Blogger merupakan salah satu komunitas yang harus dibangun dan diberdayakan sebagai sebuah potensi bagi bangsa…”
~ Hohoho , save the blogger save the world
menarik … sangat menarik …
memang sulit untuk bisa mem-filter konten2 yang tidak/kurang baik dan tidak mendidik dengan tepat dan maksimal. ttg pemblokan domain, tidak sedikit domain tersebut sebagai sarana berkomunikasi / sumber informasi, semoga semua ini tidak seperti yang dikhawatirkan banyak orang yaitu pembodohan bangsa, semoga kita tidak kehilangan informasi2 penting yang seharusnya diketahui. semoga semua menjadi lebih baik.
amin … amin … amin …
@rezco: yap, semoga itu bukan lipsync
@robert: klo mas robert datang dan ikut berpartisipasi dalam pertemuan2 darat kayak pertemuan blogger dan menkominfo dan pertemuan blogger dengan roy suryo, pasti mas robert bisa lebih ngerti dan arif serta bijak dalam menanggapi isu UU ITE ini
@charles: yap, maju terus blogger Indonesia. Hasilkan content2 yang positif dan bermanfaat buat orang lain
@Romy: mudah2an kedepannya bisa blogger Indonesia lebih mantab
@spypark.reborn: saya sangat yakin ini bukan upaya pembodohan bangsa
Bung Kamal,
Apakah ada perbedaan substansi antara hadir dengan tidak ?
Paling-paling bedanya kan soal gesture dan bahasa tubuh saja.
Apakah itu mengubah fakta bahwa pemerintah bisa memberangus semua YouTube; yang nota bene merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi negara kita ?
Kalau pemerintah hanya menutup Youtube atau situs yang nyata-nyata melanggar hukum RI, itu benar dan memang harus. Tapi menutup semua Youtube tanpa pandang bulu; dasar hukum apakah gerangan yang dipakai ?
Pemerintah kita harus berhenti berlagak seperti Bapaknya rakyat kayak gaya Soeharto dulu. Pemerintah itu, lebih kurang, hanyalah semacam tim manajemen yang diberikan mandat oleh rakyat untuk mengelola negara dalam periode lima tahun. Anggaplah Pemilu itu RUPS, dan SBY adalah CEO yang ditunjuk oleh rakyat selaku pemilik negara.
Kasus youtube adalah kasus politik!
Tadinya, pemerintah tampak ngotot tidak akan membuka blokir youtube sampai youtube meniadakan semua video ‘Fitna’. Hingga ada yang memberi contoh kasus ‘wikipedia’, jujur aja, saya masih menangkap kesan youtube diblokir semua. Setelah kasus wikipedia dipaparkan, baru tampaknya Depkominfo menerima saran, terutama untuk memblokir sebagian pranala.
Catat,
bahwa tidak semua yang hadir setuju pemblokiran. Boy Avianto jelas menolak. Sikap saya mungkin sama seperti Priyadi Iman Nurcahyo, bisa memahami sikap pemerintah tetapi tidak setuju. Bedanya, Priyadi Iman Nurcahyo lebih tertarik pada nasib warnet dan ISP yang mungkin bisa jadi sasaran pemerasan ‘oknum’ bila ada pelanggan mereka yang berhasil menembus pemblokiran.
Para Blogger dari multiply Indonesia juga mengeluhkan bahwa Multiply ikut terblokir.
Apa fungsi 777?
Mari kita lihat.
Pada tanggal 7 April pukul 18:40 (alias setengah jam sebelum pertemuan dimulai). Apa kata APJII?
Dengan kata lain,
APJII masih nurut pada menteri.
Sejak pukul 11 malam, laporan mengenai hasil pertemuan 777 mulai disiarkan di blog-blog.
Pada tanggal 8 April pukul 18.23 (alias setengah hari setelah pertemuan), APJII mulai ragu-ragu dan berani bertanya
Tentu saja, hal tersebut sudah merupakan langkah maju.
Sejam setelahnya, APJII mulai lebih berani
dan apakah Depkominfo marah?
Ingat, sebelumnya, Ditjen Postel (bawahan Depkominfo) sempat mengancam mencabut layanan yang menolak memblokir Youtube.
Dan pada Hari Jumat (alias dalam 4 hari setelah pertemuan 777)
Jadi jelas ada pengaruhnya pertemuan 777 tersebut.
Memang di pertemuan tersebut kita tidak membahas masalah ‘kebebasan berekspresi’ karena saat itu, ada hal yang mendesak, yakni ‘buka pemblokiran Youtube dan blog-blog serta situs tak bersalah’. Silakan ejek kami sebagai ‘alat legitimasi pemerintah’ tetapi setidaknya usaha kami lebih terasa dibandingkan mereka yang tandatangan di petisi online.
Dan ngomong2,
buat orang-orang fanatik, Youtube bersalah karena gampang disusupi oleh video-video macam ‘Fitna’. Sama halnya wikipedia bersalah karena disusupi oleh gambar2 tak senonoh seperti Yesus ereksi atau 12 kartun Nabi Muhammad.
Tiga hari (28 Maret) sebelum menteri menyurati Youtube (1 April), sudah ada permintaan untuk memblokir Youtube
Dan setidaknya,
dengan menjadikan dirinya wadah saja, sudah masuk dalam pasal ‘penyertaan’ seperti halnya penadah. Ingat, bila banyak yang tertarik melihat Youtube karena ada ‘Fitna’, berarti Youtube diuntungkan dengan keberadaan film tersebut dan hal tersebut sudah cukup jadi landasan menyatakan Youtube bersalah.
@Robert Manurung: bukan begitu mas robert, kenyataannya laporan-laporan yang muncul di publik mengani acara tersebut itu banyak terdistorsi. baik itu karena subjektifitas penulis maupun karena penulisnya lupa (kayak saya
). Sehingga mereka yang gak ikut gak pernah bener2 bisa menangkap secara utuh bagaimana gambaran pemerintah yang sebenarnya. coba aja mas robert cek blogger2 lain yang datang, kebanyakan akhirnya setuju2 aja tuh ama pemerintah, contohnya mas rpiyadi di priyadi.net
@kunderemp: makasi narpati atas penjelasan tambahannya
ini kalian teman-temannya si boy avianto itu ya ??, orang bodoh yang nggak ada kerjaan. tulisan saya jangan disensor ya.., kalau anda sensor . itu menunjukkan kalau avianto itu memang benar benar bodoh. avianto., eloe tuh nggak sekolah ya …., bodoh kok dipiara sih
@roland: emang ada apa dengan boy avianto, segitu bencinya kayaknya??
#25: Bodo kok ditato.
Sepertinya mantan pacar Avianto yang mempunyai dendam kesumat, hehehe…
Amin.