Milikilah peta hidup Selasa, 15 April 08
Posted by kamal87 in taushiyah.Tags: arah, bulanan, harian, hidup, menulis, mingguan, misi, nasehat, nasihat, peta hidup, tahunan, target, taushiyah, tujuan, tujuan hidup, tulis, visi
trackback
- Apa tujuan hidupmu?
- Ketika mati nanti, kamu ingin menjadi seperti apa?
- bagaimana kamu ingin membangun keluarga kamu nantinya?
- apa rencana kamu setelah lulus kuliah nanti?
sudahkah semua pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab jelas dalam benak kamu? Apakah jika seseorang menanyakan hal tersebut pada kamu maka kamu dapat menjawabnya dengan tegas atau malah justru dengan kebingungan mengatakan “hmm…. ngapain ya???”.
Kalau kamu sudah dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lugas, itu berarti kamu sudah memiliki gambaran akan hidupmu dimasa depan nanti. Dan itu bagus. Gambaran-gambaran tersebut akan terus membayangi pikiran kita sehingga setiap langkah gerak kita nantinya akan terarahkan pada tujuan yang ingin kita capai.
Namun bagaimana kalau kita masih bingung saat disodorkan pertanyaan tersebut? itu berarti kita belum punya visi. Kita belum punya harapan-harapan spesifik dalam diri kita. Ingin seperti apa kita nantinya? Jika hal ini dibiarakan terus, maka hidup kita akan mengalir begitu saja tanpa arah. Kita tidak akan benar-benar menemukan muara yang tepat yang kita inginkan sebagai tempat bernanung kita.
Oleh karena itu, buatlah peta hidup untuk diri kita sendiri. Peta hidup tersebut akan menuntun dan mengarahkan kita sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai. Lalu bagaimana caranya membuat peta hidup?
baca langkah-langkahnya disini: MustafaKamal.biz – Milikilah Peta Hidup
Komentar
Sorry comments are closed for this entry



memang tiap manusia bisa merencanakan… namun Allah SWT yang menentukan…
kadang2 jangankan untuk ke depan, untuk sekarang saja, qta masih berpikir… inikah jalan yang tepat?
eniwei… tipsnya boleh dicoba neeh…
thanks yah
menurut pengalaman, kita sendiri memang cenderung lentur mengikuti arus perjalanan kita sendiri. Ada bagusnya juga ditulis, supaya ada buat pengingat kalau perjalanan sudah jauh melenceng. Atau paling tidak buat kita tertawakan kelak : ah, betapa naifnya aku dulu…..
Salam hangat.
betul sekali mal
wah kebetulan banget bung kamal…
tema khutbah jumat tadi siang mengenai muhasabah…
agar hari ini terus berusaha lebih baik dari hari kemarin…
okeh… ntar dipraktekkan…
mudah2an qta selalu menjadi orang yang terus mengevaluasi diri menuju arah yang lebih baik…
amin…
@Bagoes: nah… utk itu Allah SWT menyuruh kita untuk jangan terlalu memtingkan hasilnya, yang penting prosesnya. dan pembuatan perencanaan ini juga termasuk proses pengingkatan kualitas diri. tul gak ?
@Robert manurung: tapi biar gimanapun kita harus bikin perencanaan supaya kita bisa lebih terarah. klo lentur gak lentur sih itu jelas pasti, tapi kan tujuannya jangan sampe kita terlalu lentur akhirnya gak jelas arahnya nanti
@leni: sip, udah bikin belum len?
@Bagoes lagi
: mudah2an dengan tersbermuhasabah kita bisa menjadi pribadi yang terus lebih baik dari hari ke hari. amiin
Kadangkala rancangan kita tidak harus menjadi rancangan-Nya. Sebaiknya memang ‘keduanya’ seimbang. Dan yang pasti, hidup itu indah dan harus selalu disyukuri khan Mas ..
@fxekobudi: yap bner skali mas fx ekobudi, hidup itu sangat indah dan setiap lika likunya itu harus disyukuri, baik maupun buruk
Sewaktu masih jadi mahasiswa dulu, saya membuat & menuliskan rumusan impian masa depan yg saya pikir sudah mantap, tp belakangan baru ketauan klo itu kekanakan. Mengapa? Krn itu tidak berbasis pada Alasan yg benar atau sepatutnya.
Banyak orang yg sudah pintar membuat impian masa depannya. Apapun yg dibayangkannya tentu adl apa2 yg sekiranya akan membuat dirinya senang. Tapi tyt apa yg menyenangkan tidak lantas bernilai benar dan bijak.
Jika impian kita itu bukanlah amalan yg mengalir dan ilmu yg bermanfaat, maka itu adalah impian yang kekanakan.
[...] ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul: Milikilah peta hidup. Pada tulisan tersebut, saya menerangkan bahwa untuk hidup sukses, kita harus punya impian. Kita [...]
@akhmad Guntar: Impian yg kekanankan itu biasanya ngayal2 yg tak terukur. klo visi hidup itu adalah tujuan yg bener2 ingin kita rraih dan terukur jelas pencapaiannya