jump to navigation

Arah pergerakan mahasiswa masa depan Sabtu, 3 Mei 08

Posted by kamal87 in indonesian development.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Saya adalah seorang mahasiswa yang bercokol dikampus yang disebut-sebut sebagai kampus perjuangan. Kampus yang begitu mencolok dengan jaket kuningnya. Kampus yang dikatakan jika mahasiswanya turun kejalan maka hati-hati akan ada perubahan. Kampus Universitas Indonesia. Lebih spesifik lagi dikampus UI ini saya mendalami bidang kajian ilmu komputer di gedung bundar fasilkom UI.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengutarakan pendapat saya mengenai pergerakan mahasiswa saat ini. Tulisan saya ini merupakan respon terhadap beberapa aksi yang dilakukan oleh sahabat-sahabat saya belum lama ini. Begitu mirisnya saya melihat saudara-saudara seperjuangan saya yang rela tidur dijalanan demi menunjukkan perhatiannya pada bangsa. Tulisan ini juga merupakan jawaban atas pertanyaan beberapa orang sahabat saya yang menanyakan kenapa saya tidak pernah mau ikut aksi? kenapa tingkat
partisipasi fakultas saya dalam kegiatan-kegiatan seperti itu sangat kecil? Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat memberikan pencerahan pada rekan-rekan mahasiswa bahwa sudah saatnya kita merubah arah pergerakan kita.

tercatat tanggal 21-23 maret lalu, BEM UI mengadakan konferensi BEM Seluruh Indonesia. Saya sendiri sudah lama mendengar isu akan diadakannya acara ini. Ketika mendengar isu ini saya merasa ada angin segar. Semoga acara ini bisa menjadi titik tolak perubahan pergerakan mahasiswa kedepan. Tapi ternyata hasil dari acara ini tidak seperti yang saya harapkan. Konferensi ini ternyata hanya menghasilkan (lagi-lagi) tuntutan terhadap pemerintah diantara sekian banyak tuntutan-tuntuan yang pernah dilayangkan mahasiswa pada pemerintah. Tuntutan ini diberi nama TUGU RAKYAT (Tujuh Gugatan Rakyat)
. Coba kita hitung berapa banyak sebenarnya tuntutan-tuntutan kita yang benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Memang ada, tapi sangat sedikit. Seharusnya pertemuan itu bukan cuma sekedar membahas permasalahan bangsa kemudian membuat tuntutan pada pemerintah. Seharusnya konferensi itu menghasilkan kesepahaman tentang apa yang bisa dan seharusnya dilakukan oleh mahasiswa untuk memperbaiki bangsa ini. Hanya menuntut tidak akan membawa hasil apapun, tidak akan memberi perubahan yang nyata buat rakyat. Sebaliknya, hanya perbuatan konkrit lah yang bisa memberikan dampak nyata dalam upaya memperbaiki kondisi bangsa kita. Yang dibutuhkan adalah Solusi konkrit, bukan cuma barisan point-point tuntutan.

Kemudian hasil konferensi ini di tindak lanjuti dengan aksi yang diberi tagline hiperbolis “kepung istana”. Aksi ini diikuti oleh kurang lebih 600 orang. Mereka bahkan sampai menginap didepan istana negara dan tidur dijalanan. Lalu apa? adakah perubahan yang berarti akibat aksi demonstrasi ini? apakah kini rakyat sudah mendapat kesejahteraan yang lebih baik? Apakah semua aksi kita itu diperhatikan oleh pemerintah? jawabannya tentu TIDAK. Dan saya sangat menyayangkan aksi mereka menginap dijalanan. Apakah tidurnya mereka di aspal itu benar-benar mampu membuat perubahan? tentu tidak. Padahal akan jauh lebih baik jika tenaga mereka dialihkan untuk berbuat sesuatu hal yang konkrit untuk mensejahterakan masyarakat.

Sadarilah aksi semacam itu kini sudah tidak efektif lagi. Aksi hanya diperlukan dalam suasana pemerintahan yang otoriter. Sehingga kita sebagai mahasiswa punya peran untuk melakukan represi politik pada pemerintah. Sementara kondisi politik Indonesia saat ini cenderung stabil. Iklim demokrasi berjalan dengan baik. Coba perhatikan, aksi-aksi mahasiswa yang benar-benar efektif dan mampu membawa perubahan adalah aksi yang membawa agenda besar untuk untuk melakukan perbaikan yang sifatnya mendesak dan butuh represifitas yang tinggi. Salah satu contohnya adalah aksi `98. Kalau saya jadi mahasiswa pada saat itu, tentu saya akan dengan sukarela ikut dalam aksi tersebut. Tapi dalam aksi-aksi lain yang tidak membawa tujuan perubahan besar, yang pada akhirnya hanya bertujuan menunjukkan eksistensi mahasiswa, saya tidak akan mengikutinya.

Dulu, kalaupun suatu aksi demonstrasi tidak membawa agenda perubahan yang besar. paling tidak media masih meliput aksi tersebut dengan serius. Sehingga gaungnya bisa benar-benar terlihat oleh publik. Dalam kondisi seperti ini, paling tidak aksi yang dilakukan mahasiswa masih bisa memberikan manfaat, yaitu masyarakat menjadi tahu bahwa mereka masih punya tumpuan. pasca 98 s/d tahun 2004-an, aksi mahasiswa masih bisa dijadikan sarana untuk menunjukkan perhatian kita para mahasiswa terhadap persoalan bangsa. Tapi coba lihat saat ini, banyak pihak yang sudah jemu dengan aksi-aksi tersebut. Rakyat sudah semakin skeptis dengan aksi-aksi yang kita lakukan. Media sudah tak lagi menganggap aksi-aksi mahasiswa sebagai berita yang patut disebarluaskan secara masif. Alhasil, demonstrasi mahasiswa kini benar-benar terasa kosong tak tak bermakna. Demonstrasi kini tidak lagi membawa agenda perubahan yang besar, hanya tuntutan demi tuntutan. Selain itu, demonstrasi kini juga sudah tidak mendapat perhatian publik. Sehingga upaya kita untuk menunjukkan perhatian kita pada bangsa ini juga menjadi tidak efektif.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita para mahasiswa merubah arah pergerakan kita. Kedepannya kita harus lebih banyak bergerak pada lahan yang benar-benar riil memberikan efek nyata buat masyarakat. Kita harus mulai memberdayakan potensi intelektual kita untuk memberikan solusi konkrit buat bangsa. Kegiatan-kegiatan aksi, demonstrasi dkk kini sudah tidak lagi diperlukan karena memang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Kegiatan-kegiatan seperti pembangunan desa (UI Comdev BEM UI), pembuatan blueprint jakarta (Pokja DKI BEM UI), pelatihan komputer gratis untuk rakyat (Pengmas On IT BEM fasilkomUI) dkk harus lebih diperbanyak. Riset-riset yang ditujukan untuk menghasilkan solusi bagi bangsa harus lebih intensif. PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) juga dapat menjadi sarana memberikan solusi konkrit untuk bangsa. Asalkan mahasiswa yang mengikutinya bukan cuma bertujuan untuk memenangkan lombanya tapi juga bertujuan untuk memberikan solusi konkrit permasalahan bangsa. Kedepannya, kita harus lebih banyak memberikan dukungan atas setiap kerja positif yang telah dilakukan pemerintah.

Sejauh ini, saya lihat sudah ada satu kampus di Indonesia yang sudah sangat berhasil mengarahkan pergerakan kemahasiswaannya ke arah yang benar. Kampus itu adalah kampus IPB (Institut Pertanian Bogor). Salut saya untuk rekan-rekan mahasiswa di IPB yang telah memberikan banyak solusi konkrit untuk mengentaskan berbagai macam persoalan bangsa. Kampus saya sendiri, UI, yang dulu disebut sebagai barometer utama pergerakan kemahasiswaan nasional kini sudah tidak terasa lagi. Saya mengakui bahwa kami disini masih berkutat dengan model perjuangan gaya lama yang sudah tidak lagi relevan. Saat ini, kami para aktivis mahasiswa di UI sedang berusaha mengarahkan pergerakan kami ke arah yang sesuai.

Diluar semua itu, kita juga tak boleh lengah untuk terus mengingatkan pemerintah untuk melakukan perbaikan disana-sini. Kita harus mencari cara lain yang lebih efektif daripada demonstrasi. Cara yang lebih cocok untuk kondisi saat ini. Kalau memang suatu saat nanti, terbentuk kemabli iklim politis yang memaksa kita untuk turun kejalan maka ayo kita kemabli lagi kejalanan meneriakkan suar-suara lantang kita. Menggemakan idealisme kita. Menunjukkan perhatian kita pada rakyat. Tapi saat ini, bukan itu jalan yang harus kita tempuh. Kita harus mencari jalur lain yang lebih jelas. Jalur yang secara nyata akan membawa perbaikan pada Indonesia.

Semoga kita para mahasisa Indonesia dapat terus menjalankan perannya pada bangsa ini. Semoga kita dapat terus memberikan kontribusi aktif kita pada upaya perbaikan bangsa Indonesia.

Hidup Bangsaku!
Hidup Rakyat Indonesia!

~”hidup mahasiswa!” hanyalah seruan arogansi eksistensial mahasiswa pada rakyat Indonesia.

Komentar»

1. yud1 - Minggu, 4 Mei 08

~”hidup mahasiswa!” hanyalah seruan arogansi eksistensial mahasiswa pada rakyat Indonesia.

this. :lol:

~ternyata bukan cuma saya yang berpikir demikian :mrgreen:

2. Leni - Minggu, 4 Mei 08

setuju banget mal..
yang sangat dibutuhkan sekarang adalah solusi-solusi konkrit en gerak nyata. wacana boleh tapi harus ada tindak lanjut juga

contoh bagus: longok aja rakyatindonesia.net yang salah satu pengurusnya adalah kak arya sandiyudha. patut dicontoh tuh!

sekarang nt mal? dah kasih kontribusi apa nih :-D
(sambil bicara ke diri sendiri juga)

3. rezco - Minggu, 4 Mei 08

betul mas Kamal, strategi perjuangan gerakan mahasiswa skrg gak ampuh. model pengerahan massa ke lapangan krg efektif. model itu baru efektif ketika ada common enemy bersama. kyk 66, 74, 98 dst..entah kpn.

-ex aktivis mhsw-

4. aRuL - Minggu, 4 Mei 08

~”hidup mahasiswa!” hanyalah seruan arogansi eksistensial mahasiswa pada rakyat Indonesia.

pikiran saya lain, tidak seperti itu, pekikan itu sebagai semangat bahwa mahasiswa memiliki idealisme dan semangat untuk memberikan perubahan terhadap bangsanya.
——————————–
perlu kita sadari memang mahasiswa butuh pemikiran2 baru dalam menyampaikan aspirasi yang mengatasnamakan rakyat dan harus diakui aksi2 yang dilakukan mahasiswa sekarang ini kurang greget, tapi saya rasa itu salah satu solusi koq, buktinya beberapa kebijakan akhirnya tertunda atau difikir ulang akibat aksi itu.

Sampai saat ini saya sendiri ragu bahwa walau dengan cara memberikan blueprint terhadap masalah tertentu apakah diperhatikan?
hasil2 lomba pemikiran kritis mahasiswa tterhadap permasalahan bangsa itu juga kadang terlupakan hanya sebagai bahan presentasi mentah saja.
seminar2 yang dilakukan oleh element2 mahasiswa rekomendasinya juga jarang ada diperhatikan oleh para petinggi2 kita.
trus bagaimana?

saya masih berfikir bahwa mahasiswa memiliki banyak cara, dan aksi adalah salah satu cara dalam menyampaikan aspirasi.
kalo misalnya kamal merasa kegiatan lain lebih bermanfaat dan menghasilkan, silahkan dilaksanakan, sembari yang lain juga mengingatkan pemerintah dengan cara mereka.

HIDUP MAHASISWA!!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!

5. Andra - Minggu, 4 Mei 08

Sekarang ini tulisan lo beneran?

~kabur

6. yanssukma - Minggu, 4 Mei 08

iya yah.
tentang aksi turun ke jalan saya sependapat dengan kamal.

@Leni
lewat univind. kamal turut berperan mengurangi jumlah ‘pengangguran’ di fasilkom. juga mengajak temen”nya untuk lebih produktif dalam memanfaatkan waktunya.
trus A2I bisa diitung juga kali ya.

Jangan Ge-eR ya Mal. ;)
Cuma memaparkan yg saya lihat saja koq.
;)
hehe.

7. julfan - Minggu, 4 Mei 08

Selamat buat para mahasiswa. Mudah2an apa yang diyakini saat ini terbawa pada saat masuk dalam dunia “nyata” (kerja). Saya jadi teringat dengan angkatan 66 yang katanya dulu sangat terkenal, ternyata pada saat sekarang ini, mereka adalah pemimpin bangsa. Apa yang menjadi kontribusi mereka buat bangsa????

8. kaitokid724 - Senin, 5 Mei 08

Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://politik.infogue.com/arah_pergerakan_mahasiswa_masa_depan

9. akmal hasan - Selasa, 6 Mei 08

yupe!
arah pergerakan mahasiswa memang seharusnya dinamis, independen, people oriented. Idealisme yang membumi perlu terus ditingkatkan, budaya NATO (Not Action Talking Only) mesti dibuang jauh2, perlu turun dari menara gading kebesaran institusional dan membaur dengan kenyataan empiris dengan solusi-solusi adaptif,efektif, dan efisien.

Bravo Manusia!!

salam…

10. kamal87 - Selasa, 6 Mei 08

@yud1: sip lah… sama2 kita yud :)

11. kamal87 - Selasa, 6 Mei 08

@leni: rakyatindonesia.net emang mantab tuh bang arya. konkrit bet. ane juga pengen bisa konkrit kek gitu

12. kamal87 - Selasa, 6 Mei 08

@rezco: makanya mahasiswa harus seegera berubah nih…

13. kamal87 - Selasa, 6 Mei 08

@arul: nice comment arul… oke saya sepakat dengan mas arul… masing2 orang punya caanay sendiri untuk bergerak. ada yg memilih turun kejalan, ada pula yang memilih lebih konkrit langsung ke masyarakat. dan memang harus ada pembagian peran diantara seluruh mahasiswa

14. kamal87 - Selasa, 6 Mei 08

@andra: wooiii…. jangan kabur lo :D kali ini murni donk tulisan saya

15. kamal87 - Selasa, 6 Mei 08

@yanssukma: weittss… jangan salah yans, inget, univind adlah perusahaan kelas dunia. jadi univind bukan cuma akan mengurangi pengangguran difasilkom tapi juga pengangguran didunia.

16. alex - Selasa, 6 Mei 08

UI kira-kira masih punya amunisi utk sekali lagi bikin gerakan seperti 1998 itu ndak ya? :roll:

17. Aa irfan - Selasa, 6 Mei 08

pada dasarnya saya setuju dengan pandangan saudara kamal terkait gaya menyampaikan ide/gagasannya akan pentingnya sebuah langkah kongkrit yang perlu dilakukan oleh mahasiswa salah satunya UI, Namun ada satu sisi yang perlu kita fahami oleh seluruh mahasiswa atau aktivis khusnya kamal bahwa langkah kongkrit yang di gambarkan saudara perlu dan sangat didukung oleh pengingatan kepada pembuat kebijakan. Jujur pergerakan kita belum didengar penguasa tapi ingat mereka jadi berfkir 2X ketika akan melakukan kecurangan karena apa….mahasiswa turun kejalan. ingat turun kejalan adalah hirirki terakhir dalam pergerakan….sebelumnya mereka membuat tulisan, lesflet, seminar dan diskusi2…..
kuncinya: apapun yang kita lakukan harus ikhlas dan optimal. Hargai pergerakan atau gaya yang lain, tetap berdo’a, hujan emas dinegeri orang hujan batu dinegeri sendiri UI adalah kampuz tercintaQu dan yang pasti yang memberi kebesaran bwt Qt…
semangat!
Hidup Mahasiswa!!
Hidup Rakyat Indonesia!!

18. kamal87 - Kamis, 8 Mei 08

@alex: kita sedang membangun senjata yg olebih besar untuk membangun bangsa koq :)

19. nUR hASAN - Sabtu, 10 Mei 08

tujh gugatan rakyat memang sudah seharusnya di deklarasikan,,
kita katakan pada dunia wahai manusia, sebenarnya kita sebenarnya mampu,,

HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT INDONESIA

20. dimas - Minggu, 11 Mei 08

met sore mas kamal,, saya mo cerita sedikit tentang bagaimana saya membuat penelitian tentang kondisi pertanian di Indonesia. ini tentunya berkaitan dengan upaya saya menemukan strategi perbaikan kondisi pertanian Indonesia. ceritanya saya waktu itu mau mendapatkan data dan melakukan wawancara dengan pejabat Deptan. fakta buruk yang kemudian saya temui ternyata banyak bertentangan dengan yang mas kamal tuliskan. dari ketidakefektifan birokrasi, hingga ketidakefektifan peran negara dalam mendorong bangkitnya kondisi pertanian Indonesia. saya pikir,, data-data yang saya temukan dalam penelitian yang saya lakukan menunjukkan banyak kontradiksi dengan pernyataan mas kamal dalam tulisan ini. untuk lebih jelasnya, mungkin kita bisa saling berkirim email karena banyaknya data. tetapi intinya, kebanyakan pegawai negeri ternyata tidak bekerja dengan baik melaksanakan tugas-tugasnya, sehingga banyak program pemerintah yang sebetulnya sudah bagus tidak berjalan. intinya, pemerintah perlu didorong lebih jauh untuk bekerja jauh lebih baik. terima kasih

dimas HI UI 2005
planet_pocil_05@yahoo.com

21. fio - Minggu, 11 Mei 08

when you can do both.. why not? :)

22. fitrirachmawati - Senin, 12 Mei 08

fitri juga sebenernya punya pikiran yang sama tentang hal ini kak..
tapi bukan berarti fitri akan bersikap apatis sama sekali dengan yang namanya aksi..
terkadang suara memang diperlukan.. tapi bukan hanya untuk menuntut tetapi menawarkan solusi..
aksi pertama yang saya ikuti adalah aksi menanggapi film fitna.
fitri rasa aksi itu cukup konkrit dengan menawarkan solusi dari FSLDK buat pemerintah Indonesia, apalagi aksi itu kan dilakukan oleh seluruh dunia..
kalau menanggapi tugu rakyat, entah kenapa kurang sreg aja..
permasalahan itu adalah permasalahan bangsa, bukan hanya pemerintah yang harus menyelesaikannya, bukan hanya pemerintah yang memikirkan solusinya, melainkan semuanya..
kalau hanya tuntutan saja yang diajukan, fitri rasa pemerintah juga udah sadar kok sama masalah yang dijabarkan..dan pastinya mereka juga kan sedikit banyak sudah mencari solusinya..

ya.. begitulah..

23. Ichsan Kastrat BEM Yudi Ariawan - Selasa, 13 Mei 08

hummm assalamualaikum mal, apa kabar??, waaah sudah lama ni ga ktemu, hummm sepertinya kita harus ngobrol banyak nih tentang tulisan ente diatas…..

cape juga kalo mesti nulis panjang-panjang trus nanti mesti nunggu di balesnya lama lagi blom di baca lagi…hhuhuhu ribet,, intinya…kurang lebih ane sepakat sama ente mal, cuma untuk sekarang ini kita tidak bisa mendikotomikan antara gerakan sosial dan juga gerakan masa(aksi) karena tidak dapat dipungkiri kedua hal tersebut masih amat sangat dibutuhkan pada zaman pemerintahan yang seperti sekarang ini….yyaa itu gambaran umumnya saja, nanti lah kita diskusi panjang lebar lagi…
atau bakal lebih seru lagi kita bikin diskusi terbuka nih di fasilkom, yaa mungkin bisa difasilitasi oleh bang iLm@n mungkin alias BEM Fasilkom….ini topik yang sangat perlu ditelaah lebih dalam lhooo…

humm tapi mantap ente mal kmaren turun aksi yaa…udah lama ga ngeliat anak fasilkom turun sebanyak kmarin eehehehhe….terakhir juga itu jamannya bang yudi ariawan ehehhe…(jadi inget)

@ alex…masih bisa ko lex….soon..

24. kamal87 - Rabu, 14 Mei 08

@Aa irfan: saya juga sangat setuju, bahwa disamping berbuat konkrit untuk masyarakat kita juga harus tetap mengingatkan pemerintah. Tapi tidak dengan cara aksi. Aksi bukanl;ah cara yang efektif untuk mengingatkan pemerintah. Kita harus mencari cara lain untuk mengingatkan pemeirntahan.

25. kamal87 - Rabu, 14 Mei 08

@nurHasan: saya justru mengatakan, tugu rakyat tidak seharusnya dideklarasikan. Daripada mahasiswa mendeklarasikan tugu rakyat, yang isinya hanya tuntutan. lebih baik mahasiswa membuat sebuah deklarasi yang berisi tekad dan janji mahasiswa akan apa yang akan kita lakukan untuk membantu menmbangun bangsa

26. kamal87 - Rabu, 14 Mei 08

@dimas: mas dimas, saya juga setuju bahwa saat ini pemerintah masih belum optimal menjalankan perannya. Dan saya juga setuju bahwa pemerintah harus DIDORONG, dan bukan DITUNTUT. Bagaimana caranya, itu yang akan saya tuliskan di postingan saya sesudahnya

27. kamal87 - Rabu, 14 Mei 08

@fio: keduanya memang bisa kita lakukan, tapi coba pikirkan efektifitasnya. Mana yang bisa lebih memberikan perubahan…

28. kamal87 - Rabu, 14 Mei 08

@fitrirahmawaty: sip, betul yang fitri bilang. aksi terkadang memang diperlukan. Tapi bukan cuma untuk MENUNTUT, tapi juga menawarkan solusi. dan bukan cuma solusi yang bisa dilakukan pemerintah, tapi juga solusi yang bisa KITA lakukan.

29. kamal87 - Rabu, 14 Mei 08

@ichsan koordinator aksi nasional 12 mei 2008: Wa’alaikumsalam san… ini dia nih sahabat saya yang jadi penggerak utama aksi kemarin… Ayo deh kita diskusi lebih lanjut. ilman juga harus ikut nih… nanti coba kita liat bisa gak kira2kastrat BEM Fasilkom ngadain diskusi terbuka usulan ente itu… Mengenai kenapa ane tetap turun dalam aksi tersebut, ane tulis di postingan ane selanjutnya… dibaca aja ya…

30. Diptya - Rabu, 14 Mei 08

Assalamu’alikum Wr. Wb..
Perkenalkan, saya tya, (UGM’07)….
Buat kaQ kemaL yang sudaH lebih berpengalaman…Menanggapi tulisan kk mengenai hal di tas, coba kk liat/ mengunjungi situs http://www.pena-98.com…Terbukti kk2 Qta yang kata kaQ Kemal bener-benar “beraksi secara efektif” nyatanya mendukung aksi tugu rakyat ini. dan perlu kk ketahui, tugu rakyat ini hanya merupakan suatu batu loncatan/ awal bagi perjuangan mahasiswa. Kalo tidak dimulai, kapan lagi..?!!! dan setau saya, aksi mei 98 juga bukan merupakan perawalan, tapi merupakan puncak dari aksi2 yang sudah dimulai sebelumnya……

31. azkaa,, - Rabu, 14 Mei 08

HIDUP IPB!!! *Lho? Hhe.

*nyesel baru baca*

Saya izin ngelink ya? Biar lebih sering mampir ke sini jadinya. Trims. ^^

32. Aksi tetaplah tidak efektif « Mustafa Kamal - Kamis, 15 Mei 08

[...] ini memang terlihat kontradiktif dengan apa yang saya tulis pada postingan saya yang sebelumnya: Arah pergerakan mahasiswa masa depan. Dalam postingan tersebut, saya jabarkan beberapa alasan saya kenapa saya tidak setuju dengan aksi [...]

33. kamal87 - Kamis, 15 Mei 08

@diptya: salam kenal tya… mengenai aktivis98 yang setuju dgn aksi ini, ya sudah… sebenarnya saya sendiri gak pernah mempermasalahkan klo orang setuju atau tidak. saya cuma mo ngasi tau… ini loh… aksi itu sudah tidak efektif. saya sendiri juga berharap aksi ini bisa menjadi konsolidasi awal untuk merubah arah gerak mahasiswa…

34. kamal87 - Kamis, 15 Mei 08

@diptya: salam kenal tya… mengenai aktivis98 yang setuju dgn aksi ini, ya sudah… sebenarnya saya sendiri gak pernah mempermasalahkan klo orang setuju atau tidak. saya cuma mo ngasi tau… ini loh… aksi itu sudah tidak efektif. saya sendiri juga berharap aksi ini bisa menjadi konsolidasi awal untuk merubah arah gerak mahasiswa… makanaya saya tetap ikut aksi itu kemarin

35. herma - Jumat, 16 Mei 08

kemal…Demo itu rangkaian terakhir dari aksi-aksi sebelumnya kaya buat tulisan, ngadain seminar. kalo lw bilang itu ga efektif gw ga yakin…!gw curiganya sama lw, lw takut panas-panasan yah???he..he..he… kidding, gw mau banyak diskusi neh ama lw, tapi nanti ya kalau riset gw selesai.

36. kamal87 - Senin, 19 Mei 08

@herma: klo takut panas2an sih tentunya gw gak bakal pernah ikutan aksi donk. buktinya, aksi 12 mei kmaren gw tetep ikut koq, baca aja postingan gw sesudahnya. Boleh2, gw juga pengen banget bisa diskusi sama orang2 baru

37. rusli - Rabu, 21 Mei 08

Bung Kamal, ide yg anda sampaikan perlu direnungkan oleh teman-teman mhs, meskipun kadang-kadang turun jalan itu juga masih menjadi cara yg paling mudah untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan ke penguasa. Memang yg terpenting itu adalah mencari momentum yg tepat apakah mahasiswa harus melakukan seperti ide anda ataukah cara-cara yg kita lihat sekarang ini untuk melakukan perubahan itu. Yang lebih penting adalah tugas mahasiswa menyiapkan diri sebaik mungkin menjadi pengganti yg lebih baik dari pendahulunya untuk memimpin bangsa ini ke depan.

HIDUP MAHASISWA !
HIDUP RAKYAT INDONESIA !

38. dana - Senin, 26 Mei 08

Waduh, ternyata kita sepemikiran. Saya sendiri memang sudah bosan melihat aksi demo mahasiswa. Apalagi baru saja saya lihat diberita, demo mahasiwa UKI yang melempari polisi. Kasian para polisi itu jadi tidak berani berbuat apa-apa karena takut dituduh melanggar HAM jika bertindak. Padahal ban sudah dibakar di tengah jalan. :(

39. dana - Senin, 26 Mei 08

Oh iya, saya tidak setuju lebih kepada demo yang anarkis. Kalo nggak anarkis sih saya masih mendukung. ;)

40. kamal87 - Selasa, 27 Mei 08

@rusli: sip… mantab, setuju aj dah :)

41. kamal87 - Selasa, 27 Mei 08

@dana: demo hanya diperlukan dalam kondisi-kondisi tertentu saja, gak peduli apakah dia anarkis atau tidak

42. Muhamad Saepudin - Jumat, 6 Juni 08

Subhanallah, saya sebagai mahasiswa IPB setuju dengan apa yang telah Mas Kamal utarakan, langkah yang saat ini harus diambil adalah langkah nyata bukan sekedar cerita. Dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang membangun dan membantu rakyat Indonesia, minimal di lingkungan sekitar kampus, kita sebagai mahasiswa sudah memberikan perubahan walaupun masih dalam skala yang kecil. tetapi jika seluruh mahasiswa se-Indonesia melakukan hal yang sama, betapa besarnya pengaruh tersebut pada kemajuan bangsa.

Hidup mahasiswa!
Hidup rakyat Indonesia

43. kamal87 - Jumat, 6 Juni 08

@Muhammad Saepudin: sip, mantabh :)

44. Mahasiswa, dilihat sebelah mata! « Insan Perubahan - Sabtu, 14 Juni 08

[...] Arah pergerakan mahasiswa masa depan Filed under: Perjalanan Hidup   |   [...]

45. ndin_fapetunpad - Rabu, 18 Juni 08

Asslammu’alaikum Wr.Wb.
Sedikit menaggapi tulisan dari saudara kamal, saya sepakat dengan pendapat saudara. Bahwa hal yang harus dilakukan oleh mahasiswa saat ini adalah memberikan hal yang kongkrit untuk rakyat Indonesia. Hal yang benar-benar dapat langsung dirasakan oleh rakyat. Dan dibenak saya saat ini tentang Hal yang kongkrit, yang dibutuhkan oleh rakyat Indoesia saat ini adalah lapangan pekerjaan.
Jujur saya belum punya apa-apa untuk memberikan sesuatu kepada rakyat Indonesia. Saya masih mahasiswa dan saya belum punya pekerjaan ditambah saya belum punya lapangan pekerjaan. Apa yang bisa saya berikan kepada rakyat Indonesia dengan status saya masih mahasiswa.
Berkaca dari itu, saya punya sedikit opini mas Kamal. Menurut saya aksi yang dilakukan oleh mahasiswa adalah hal kongkrit yang dilakukan oleh mahasiswa untuk rakyat Indonesia dengan statusnya sebagai mahasiswa.. Karena yang saya ketahui adalah mahasiswa adalah elemen yang berada ditengah-tengah antara rakyat dan pemerintah. Dan mahasiswa disana berperan sebagai jembatan, penyalur, dan rakyat juga..
Sedikit bercerita. Boleh kan?? Saya beberapa kali ikut aksi, baik tingkat nasional maupun tingkat lokal. Dan apa yang terjadi, ternyata rakyat baru sadar bahwa pemerintahan yang ada sekarang sedang mengalami permasalahan dan ada masalah didalam tubuh pemerintahan sendiri.
Dan menurut saya hal yang kongkrit yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa adalah dengan TURUN AKSI. Dan InsyAlloh menyuarakan rakyat. Tentunya bukan aksi yang anarkis dan tanpa solusi. InsyAlloh aksi yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa adalah aksi damai dan membawa sebuah solusi..
Mungkin pengalaman saya masih belum banyak, dan ini yang saya ketahui sebagai mahasiswa. @ Pengabdian kepada masyarakat@Penelitian@Pendidikan. Dan jangan ucapkan HIDUP MAHASISWA !!! sebagai kata arogansi mahasiswa dan hanya untuk eksistensi mahasiswa sendiri. Karena gerakan mahasiswa bukan untuk EKSISTENSI !!!!! Tapi untuk perubahan.

HIDUP MAHASISWA INDONESIA
HIDUP RAKYAT INDONESIA
HIDUP BANGSA INDONESIA
dan
HIDUP PEMERINTAHAN INDONESIA.

Wassalammu’alaikum Wr.Wb.

46. M.Che_Misbah - Selasa, 24 Juni 08

Assalamualaikum…..? salam kenal dari mahasiswa yang ikut aksi penolakan BBM di salah satu provinsi di indonesia yang tidak jauh dengan ibu kota negara yang hanya berbatasan dengan selat sunda, HIDUP MAHASISWA………!!!!! “TANGAN TERKEPAL DAN MAJU KEMUKA” Wassalamualaikum

47. kamal87 - Rabu, 2 Juli 08

@ndin_fapetunpad: tapi skrg rakyat justru banyak yg apatis sama mahasiswa karena tingkahnya makin lama kamin gak jelas