Impian saja tidak cukup, butuh kedisiplinan Rabu, 11 Juni 08
Posted by kamal87 in taushiyah.Tags: berhasil, disiplin, hidup, komitmen, life, lifeplan, optimal, plan, rencan, sukses, tidur, waktu
trackback
Saya ini termasuk orang yang punya impian yang sangat besar. Impian untuk benar-benar membawa perubahan pada seluruh dunia. Impian untuk menggapai prestasi-prestasi internasional. Impian untuk memberikan kebermanfaatan yang luas buat seluruh penduduk bumi. Saya sudah membuat lifeplan saya tahun demi tahun. Saya sudah detailkan setiap targetan-targetan saya. Saya tentukan setiap akhir tahun sebagai masa evaluasi tahunan. Pada proses evaluasi tahunan tersebut saya selalu mendapati bahwa banyak sekali (sekitar 70-80%) target hidup saya yang tidak tercapai. Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah ketidakdisiplinan.
Saya sering berapologi dengan kegagalan mencapai target tersebut dengan mengatakan dalam hati “gagal itu biasa, saya akan coba lagi dan lagi sampai berhasil…”. Tapi sayangnya sikap pantang menyerah tersebut masih belum saya iringi dengan sikap disiplin diri. Sehingga kegagalan tersebut datang lagi dan lagi. Alhamdulillah semua kegagalan yang datang silih berganti itu tidak dapat menjatuhkan saya. Saya tidak mudah menyerah. Ketika gagal, saya akan terus mencoba sampai berhasil. Saya kan terus berupaya menanamkan kedisiplinan dalam diri saya.
Tulisan ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul: Milikilah peta hidup. Pada tulisan tersebut, saya menerangkan bahwa untuk hidup sukses, kita harus punya impian. Kita harus punya sebuah tujuan besar. Apa yang ingin kita raih dalam hidup ini. Kita juga harus membuat gambaran yang detail langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan besar kita.
Tapi semua rencana hidup terperinci itu belum cukup. Saya cukup tertegun dengan status YM-nya mas romi belakangan ini: Perdjoeangan adalah pelaksanaan kata-kata. Rencana yang kita lakukan itu masih belum bisa merubah apa-apa jika tidak kita laksanakan, jika tidak kita amalkan secara nyata. Dan pengamalan tersebut (istilahnya mas romi perdjoeangan) butuh kedisiplinan.
Lalu bagaimana caranya menumbuhkan kedisiplinan dalam diri kita? jujur saya sendiri juga belum tahu. Saat ini saya juga sedang mencari-cari cara supaya saya bisa melatih kedisiplinan dalam diri saya. Saya lagi banyak baca-baca artikel or buku yang membahas kayak begituan. Salah satu cara yang sedang saya coba adalah tipsnya mas romi di postingan blognya yang berjudul 3 kiat jitu mengatur waktu. Inti tulisan itu adalah menyarankan kita untuk KURANGI TIDUR. Saya sebenarnya sudah lama sepakat. Saya juga sudah lama sadar, bahwa kalau saya mau benar-benar berkembang terus sampai sukses. Saya harus kurangi jatah tidur saya. Saya sudah lama mencoba membiasakan untuk bangun dan memulai aktivitas pada 2/3 malam terakhir. Tapi memang saya akui, sampai saat ini saya belum mampu benar-benar konsisten dengan tekad saya untuk bangun pagi. Tapi saya akan coba terus.
Intinya, kalo kita mau hidup kita bermakna. Klo kita mau sukses dalam hidup kita harus punya impian yang besar. Kita harus buat targetan-targetan jangka pendek. Dan kita harus jalankan rencana hidup kita itu secara disiplin. Jangan pernah berhenti menyerah. Terus latih diri kita supaya bisa disiplin dan memanfaatkan waktu yg kita miliki ini seoptimal mungkin.



Hidup dengan planning
not really. beberapa orang menemukan makna hidupnya dari hidup yang santai dan biasa-biasa saja di antara orang-orang yang mencintai mereka…
~bukan saya sih
~just another perspective
Yap. Kita memang harus disiplin untuk benar-benar bisa merealisasikan berbagai rencana hidup.
Teru Berjuang!!!
waktu.
disiplin.
istiqomah.
konsistensi.
semangat.
peta hidup.
dan ingat mati.
@Laporan: sip betul, harus direncanakan dengan baik hidup itu
@yud1: yg saya maxudn bermakna disini adalah hidup yg memberi manfaat buat banyak orang. jadi ya harus kayak bgitu
@chandra: oke bos, terus berjuang!!
@ysp: wuihh… banyak bnget poinnya
bener mal,
ane menyadari selama ini yang kurang dari ane adalah kedisiplinan..
makanya sekarang lagi berusaha mendisiplinkan diri sendiri
berhubung banyak sekali impian yang ingin dicapai
+ jangan lupa keikhlasan.. untuk menjaga semangat
makasih sudah disadarkan kembali lewat artikel ini
wah…subhanallah…tulisan ini di up load di hari kelahiran saya..Spakat bung, mimpi aja gak cukup ye…Soal mengurangi jam tidur, lebih spakat lagi…Smangka lah….
Kyaknya kita punya pandangan..dan pemikiran yang sama. Semoga kita bisa saling bertemu di suatu hari sebagai orang yang telah merubah nasib bangsa walau secuil harapan pun.
Slam kenal ..saya Adhy dari makassar