Potensi pulau terluar tanah air sebagai prospek bisnis bangsa Senin, 27 April 09
Posted by kamal87 in enterpreneurship, indonesian development.Tags: beatiful Indonesia, bisnis, BUMN, eksklusif, hutan, ide, ide bisnis, indah, Indonesia, jetset, mewah, pantai, pariwisata, pariwisata Indonesia, prestise, pulau, pulau indonesia, pulau terluar, puncak, tepian tanah air, villa, wisata, wisata eksklusif
3 comments
Kemarin saya jalan-jalan ke Gramedia. Tentu saja, sebelum mencomot salah satu buku trus bawa ke kasir, saya keliling-keliling dulu melihat buku-buku terbaru sekarang. What an exciting activity for me. Saat lagi jalan-jalan mengobrak-abrik isi toko buku grameia itu saya meliaht sebuah buku dengan ukuran cukup besar. Buku itu menstimulus otak saya untuk memunculkan kembali ide atawa pemikiran saya yang dulu pernah di melesat dalam jaringan sel-sel neuron di otak saya. Buku itu berjudul Tepian Tanah Air.
Buku bergambar sebuah pulau kecil ditengah lautan itu membuat saya ingat akan ide lama saya dan memacu saya untuk menuliskan ide itu disini. Mungkin idenya memang rada aneh. Tapi tak apalah, bukankah dunia ini berkembang dan maju pesat karena ide-ide aneh yang tereksekusi dengan baik. Siapa tahu dengan menuliskan ide ini ada pihak yang mau menjajal mengimplementasikan ide ini.
Ide saya adalah menjadikan pulau-pulau terluar yang sepi tak berpenghuni yang tersebar di kisaran pulau-pulau terbesar di Indonesia itu dijadikan sebagai tempat wisata privat yang eksklusif buat kaum jetset dunia.
Bukankah pulau-pulau itu adalah tempat yang sangat indah. Tempat yang bisa dijadikan tempat istirahat yang mewah dan eksklusif buat para jetsetter dunia. Dengan dijadikan sebagai tempat wisata eksklusif, kita bisa mematok harga yang sangat mahal untuk para jetsetter tersebut. Uang yang masuk dari tempat wisata tersebut tentunya bisa menjadi sumber pemasukan negara yang cukup besar.
Kita akan menyewakan satu pulau secara privat dan eksklusif untuk satu orang jetset dunia. Tentu sebuah penawaran dengan tingkat prestise super tinggi. Kita berikan pelayanan yang super eksklusif untuk mereka. Pulau-pulau ini akan menjadi seperti halnya villa-villa eksklusif di Puncak yang dimiliki orang-orang kaya Jakarta.
Sambil membuka saluran pendapatan baru di Indonesia. Bisnis ini juga akan meningkatkan citra prestise pariwisata di Indonesia. Para jetsetter yang punya pengaruh besar di dunia itu akan menceritakan pada seluruh dunia tentang betapa indahnya Indonesia. Dan juga tentang betapa eksklusifnya dunia pariwisata Indonesia.
Selain itu, ide usaha ini juga bisa membantu bangsa ini untuk menjaga integritas wilayah dari pulau-pulau terluar itu. Selama ini kita sudah melihat kemampuan bangsa kita untuk menjaga integritas pulau-pulau terluar tersebut sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Pulau-pulau tersebut seolah terbuang. Saking terbuangnya sampai-sampai ada beberapa pulau yang diambil alih oleh negara lain. Negara lain itu bisa memanfaatkan pulau tersebut secara optimal untuk kepentingan pariwisata.
Ide bisnis ini jauh lebih menguntungkan daripada harus menjual pulau-pulau terluar tersebut begitu saja ke pihak asing. Ide bisnis juga sangat mungkin untuk diimplementasikan. Mungkin pemerintah bisa membuat sebuah BUMN baru untuk pariwisata pulau terluar ini. BUMN ini akan fokus untuk sedikit mempermak pulau-pulau tersebut. Bangun villa mewah disana, rapihkan hutan-hutan yang mungkin ada disana, bersihkan pantainya dan tidak lupa memasang bendera kebanggaan kita sang merah putih. Setelah itu, BUMN tersebut bisa mulai membuat penawaran-penawaran eksklusif kepada para jetsetter di dunia. Penawaran ini tentunya akan menggiurkan untuk mereka. Berikan / sewakan satu pulau untuk satu jetsetter dan biarkan dia tergoda akan penawaran penuh prestise ini. Nantinya mereka akan bangga dengan mengatakan “I have a private island in beautiful Indonesia”.
Enaknya berbisnis sebagai mahasiswa Senin, 24 November 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship.Tags: kampus, pengusaha, mahasiswa, bisnis, Indonesian, pebisnis, hobi, aktif, asik, berbisnislah, denda, enak, gampang, ganti, kemahasiswaan, lembaga, mahasiswi, MoU, mudah, rugi, untung
comments closed
Melanjutkan tulisan saya yang berjudul “Wahai mahasiswa, berbisnislah!” disini saya ingin menambahkan beberapa poin yang membuat bisnis pada saat masih menjadi mahasiswa itu sangat menyenangkan. Berbisnis sebagai mahasiswa lebih mudah daripada berbisnis sebagai pebisnis. Kenapa begitu? karena ada begitu banyak peluang dan potensi yang bisa kita garap dengan status mahasiswa. Ini dia dua diantaranya:
Baca lebih alnjut di: MustafaKamal.biz – Enaknya berbisnis sebagai mahasiswa
Manfaat microblogging Selasa, 11 November 08
Posted by kamal87 in ilmu2 IT, web dan internet.Tags: aviary, berbagi, bisnis, CEO, hobi, komunitas, marketing, mentor, microblog, microblogging, nukman luthfie, plurk, plurker, produk, produktif, sharing, suara, twit, twitter, usaha, virtual
comments closed
Pada postingan sebelumnya di univindblog, saya membuat tulisan tentang apa itu microblogging dan disana saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan mengenai manfaat dari microblogging ini. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mem-posting pernyataan seperti ini di plurk (plurk merupakan salah satu layanan microblogging) saya: “Ngeplurk gak produktif, stujuh gak?”. Dari plurk tersebut, ragam respons berdatangan. Ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi kebnyakan melihat plurk sebagai seustua yang produktif. Walaupun disitu saya tidak mendapatkan jawaban pasti dimana letak produktifnya plurk itu? Akhirnya…. saya mencoba bertapa ke gunung semeru untuk bertemu dengan mbah joko kelongo (halah…). Intinya, saya mencoba menganalisis dan mencari-cari informasi yang menunjukkan penggunaan microblogging untuk hal-hal yang produktif. Dan inilah dia hasil meditasi saya:
Baca Lanjutannya di: blog.univind.com – Manfaat microblogging
Tips Memilih Web Hosting Profesional Selasa, 28 Oktober 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship, web dan internet.Tags: bisnis, cpanel, hosting, Memilih, profesional, tips, usaha, web, web hosting
comments closed
Sesuai dengan postingan univind.blog yang ini: blog.univind.com – rahasia besar bisnis web hosting di Indonesia, disitu saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan, maka inilah dia tulisan lanjutannya. Sebuah tips untuk menetukan mana usaha web hosting yang profesional dan mana yang non profesional.
Sebelumnya saya ingin tekankan dulu, bahwa baik yang profesional maupun tidak profesional itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangannya sudah sempat saya ulas di postingan yang sebelumnya. Makanya dibaca ya…
Jadi, postingan kali ini hanya untuk memberi tips buat Anda yang ingin menggunakan jasa web hosting profesional supaya tidak tertipu dan malah menggunakan web hosting yang biasa-biasa saja.
Sebenarnya agak sulit untuk membedakan mana web hosting yang profesional dan mana yang bukan. Tips-tips yang ada dibawah ini tidak sepenuhnya akurat. Namun, bisa jadi pedoman untuk menebak mana web hosting yang profesional dan mana yang bukan.
Baca tips lengkapnya di: blog.univind.com – Tips Memilih Web Hosting Profesional
Wahai Mahasiswa, Berbisnislah! Selasa, 28 Oktober 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship, indonesian development.Tags: active income, aktivis, berbisnis, bisnis, income, Jaringan, kampus, kuliah, mahasiswa, mandiri, mengajar, passive income, penghasilan, perusahaan, usaha, waktu
comments closed
Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel yang sangat inspiratif dari mas romi disini. Mas romi mengawali tulisannya itu dengan tiga kalimat yang menurut saya sangat keren dan provokatif. Dan saya tertarik untuk mengupas kalimat yang kedua:
Mahasiswa pemalas yang tidak bebas dari penyakit finansial, absurd ketika berteriak bebaskan rakyat dari kemiskinan!
Saya sepenuhnya sepakat! Saya sebagai mahasiswa banyak juga melihat para mahasiswa “pen-teriak” itu justru dalam kesehariannya tampak tidak lebih menyedihkan daripada rakyat itu sendiri (dalam hal kepribadian). Kalau seorang mahasiswa benar-benar ingin menjadi aktivis pejuang, maka dia harus selesai dengan dirinya sendiri, terutama dalam urusan finansial.
Selain itu, sebagai mahasiswa kita memang sudah seharusnya mandiri dari orang tua. Pada saat mahasiswa inilah saat yang paling tepat bagi kita untuk belajar mandiri. Jangan sampai kita pontang-panting nanti setelah lulus berusaha mencari kerja untuk penghidupan sehari-hari. Jangan sampai setelah lulus nanti kita masih bergantung pada ortu kita.
Ada banyak hal yang bisa dikerjakan oleh kita para mahasiswa untuk mulai belajar hidup mandiri dan mendapatkan penghasilan. Baca lebih lanjut untuk mengtahui cara-caranya disini: MustafaKamal.biz – Wahai Mahasiswa, Berbisnislah!
Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia Rabu, 22 Oktober 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship, ilmu2 IT, indonesian IT development, web dan internet.Tags: bisnis, customer service, domain, domain name, hosting, internet, Layanan, server, sewa, usaha, web hosting
comments closed
Jangan kaget ya, karena kali ini ini univind.blog akan buka-bukaan. Univind.blog akan membuka sebuah rahasia besar tentang jagad perbisnisan web hosting dan domain di Indonesia. Duduklah dengan tenang, tatap monitor baik-baik, baca setiap paragrafnya, berpeganganlah pada sesuatu supaya Anda tidak jatuh terjengkang (Lebay banged ya :p ).
Singkap rahasia besar itu di: blog.univind.com – Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia
Masa depan perusahaan mahasiswa Senin, 23 Juni 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship, indonesian IT development.Tags: adhyaksa, adhyaksa dault, bisnis, BUMN, capital, capital venture, dault, dinsi, elang, elang gumilang, entrepreneruship, entrepreneur, gumilang, inovasi, IT, komunitas, kreatif, maestro, mahasiswa, menpora, miliar, peluang, pengusaha, perusahaan, perusahaan mahasiswa, potensi, properti, SDM, valentino, valentino dinsi, venture, wirausaha
comments closed
Melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya: Membangun silicon valley Indonesia. Pada tulisan itu saya mengatakan bahwa ada sebuah peluang besar yang memungkinkan terbentuknya iklim layaknya iklim yang terjadi di silcon valley, Amerika. Pada artikel tersebut saya katakan bahwa satu hal yang kurang dari orang-orang di Indonesia adalah entrepreneurship.
Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan pak valentino dinsi, seorang pengusaha sukses yang membuat buku “jangan mau seumur hidup jadi orang gajian”. Berdasarakan obrolan-obrolan saya dengan beliau, ternyata beliau telah lama mencari-cari SDM IT yang handal yang punya ide brilian tentang memanfaatkan IT untuk usaha. Alhamdulillah Allah mempertemukan pak valen dengan saya dan teman-teman saya yang sudah tergabung membentuk perusahaan bernama univind. Intinya beliau ingin memberikan investasi pada perusahaan saya itu. Pak valen berkata pada saya dan teman-teman saya “Anggaplah saya ini capital venture bagi kalian”. Ya… capital venture, saya menemukan capital venture untuk menumbuhkan perusahaan saya. Seperti yang saya nyatakan pada tulisan sebelumnya, bahwa di Indonesia itu sangat sulit mencari capital venture. Sangat sulit bagi mahasiswa yang mempunyai ide bisnis yang brilian untuk mencari penyokong bisnisnya kelak. Insya Allah kedepannya, perusahaan saya bisa lebih serius dalam bergerak dengan adanya pihak yang mau membantu baik dalam hal dana maupun jaringan.
Saya ceritakan hal tersebut untuk menunjukkan bahwa ternyata di Indonesia kita masih bisa menemukan orang-orang berjiwa entrepreneur yang dengan penuh semangat mau memberikan bimbingan bagi para mahasiswa kreatif yg ingin memulai bisnis.
Ahh…. tapi itu kan cuma pak valen seorang? kalo capital venture nya cuma dia sendirian sih gak bakal ngaruh buat Indonesia!
tunggu dulu… ceritanya belum selesai
Selama saya sering bertemu dengan pak valen itu, saya juga diperkenalkan oleh beliau dengan seorang mahasiswa IPB bernama Elang Gumilang. Elang Gumilang adalah juara 1 lomba wirausaha muda mandiri se-nasional. Dia menjalankan bisnis properti didaerah bogor dengan omzet mencapai 20 miliar. Wahh… saya juga kaget waktu tau hal itu. Seorang mahasiswa bisa bikin usaha yang pendapatannya bisa sampai miliar2an. Hebat ya… Singkat cerita, saya diberitahu oleh pak valen bahwa beliau sedang membantu elang untuk membuat sebuah organisasi nasional bernama MaestroMuda (ini dia nama organisasi yang saya sebutkan pada tulisan pertama saya).
Organisasi macam apakah maestromuda itu? baca lanjutannya di MustafaKamal.biz – Masa depan perusahaan mahasiswa
NEKAD, modal utama entrepreneur Senin, 19 Mei 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship.Tags: berani, bisnis, entrepreneur, entrepreneurship, gentar, ide, kenekatan, langkah, memulai, mulai, nekad, nekat, pengusaha, resiko, risiko, takut, usaha
16 comments
Setelah beberapa waktu belakangan ini selalu membuat tulisan-tulisan berbau politis. Sekarang saya mau balik lagi ke dunia yang sedang saya geluti dengan penuh semangat, dunia entrepreneurship. Kali ini saya mau menulis tentang kenekatan, sebuah kata yang menjadi modal terbesar yang dimiliki oleh entrepreneur-entrepreneur sukses yang pernah hidup dimuka bumi.
Inspirasi tulisan saya kali ini adalah dari postingan teman saya leni di blognya yang berjudul “jadi sales di pondok indah“. Disana dia bercerita tentang kenekatannya membagi-bagikan leaflet mengenai usahanya di mal pondok indah jakarta. Dia beserta rekan-rekan usahanya berusaha tebal muka dengan membagi-bagikan leaflet tersebut. Mereka berhasil membuang rasa malu mereka jauh-jauh. Upaya mereka melakukan hal tersebut tentunya membutuhkan kenekatan tingkat tinggi, mereka harus bisa menyingkirkan rasa malu yang biasa hinggap dalam diri kita ketika akan memulai kegiatan-kegiatan seperti itu.
Kenyataannya, memang kenekatan itulah yang memberi banyak perubahan pada dunia. Tanpa kenekatan mungkin saat ini dunia belum akan sampai semaju ini. Untuk itu, butuh kenekatan tingkat tinggi untuk memulai sebuah usaha. Banyak orang yang terus menerus memikirkan resiko demi resiko yang mungkin muncul dalam suatu usaha. Hingga akhirnya dia sama sekali tidak berani memulai usahanya. Dia berhenti apada tataran ide. Tapi ide tersebut tak dapat dia realisasikan karena kurangnya kenekatan dalam dirinya untuk menangggung segala resiko.
Dulu, ketika awal saya membangun perusahaan saya, univind, modal yang saya miliki cuma satu: KENEKATAN. Modal uang, saya sama sekali tidak punya (justru waktu itu saya baru saja menghilangkan uang ayah saya yang seharusnya dipakai untuk bayaran kuliah). Modal teknis, saya juga tidak punya. Saya sama sekali belum menguasai berbagi macam hal teknis pembuatan web seperti bahasa-bahasa yang diperlukan untuk membuat web dinasmis (PHP, ASP, JSP dkk), saya juga belum mengerti apa itu web server? bagaimana wujudnya database? Bagaimana cara mendeploy sebuah website? dan sebagainya. Intinya saya sama sekali tak punya modal kemampuan teknis saat itu. Modal pengetahuan bisnis juga sama sekali belum saya miliki. Saya belum tahu bagaimana caranya membuat proposal penawaran, saya belum tahu bagaimana caranya menghadapi klien. Saya juga belum tahu mengenai kisaran harga pada bisnis yang saa geluti itu (web development). Intinya, ketika saya membangun perusahaan tersebut saya tidak punya apa-apa kecuali KENEKATAN!
Alhamdulillah, pada akhirnya langkah-langkah nekad yang selalu kami ambil dalam perusahaan tersebut justru membawa kami semakin dewasa. Semakin mengerti proses-proses bisnis dan juga semakin paham hal-hal teknis didunia web. Sekarang, perusahaan saya itu juga sedang mencoba sebuah ide bisnis baru dengan resiko ribuan trilyun milyar dollar rupiah (berlebihan banget
). Tanpa kenekatan, saya tidak yakin perusahaan saya dapat terus berkembang seperti sekarang (walaupun sampe sekarang juga belum manteb-manteb amat sih
)
Oleh karena itu, buat kamu semua yang punya ide usaha tertentu, ambillah langkah NEKAD untuk segera memulai usaha tersebut. Tanpa perlu terlalu banyak berpikir panjang akan ribuan resiko yang mungkin muncul. Buat kamu yang sudah memulai bisnis, teruslah mengambil langkah-langkah NEKAD untuk mengembangkan usaha kamu. Peliharalah kenekatan tersebut. Sehingga dengan begitu, usaha kita dapat terus melakukan locatan-loncatan besar dalam pengembangannya.
salam entrepreneur!
NETpreneur (InterNET Entrepreneur) Rabu, 12 Maret 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship, ilmu2 IT, web dan internet.Tags: bisnis, business, dunia, enterpreneur, entrepreneur, internasional, international, internet, maya, netpreneur, netrepreneur, offline, online, peluang
8 comments
Internet entrepreneur, sebuah frase yang akhir-akhir ini sudah mulai banyak mencuat seiring dengan perkembangan dunia web yang semakin meningkat dari hari ke hari. Internet entrepeneur atau saya singkat netrepreneur merupakan istilah baru untuk orang-orang yang menjalankan bisnisnya secara online melalui internet. Saat ini sudah banyak orang-orang yang mencoba lahan bisnis yang satu ini. Terlebih lagi diluar negeri dimana akses internet sudah menjadi hal yang begitu lumrah, mudah didapat, cepat dan murah. Di Indonesia sendiri jumlah orang yang memberanikan diri untuk terjun sebagai internet entrepreneur masih sangat sedikit. Padahal potensi yang dimilikinya begitu besar. Potensi besar, saingan masih sedikit: nah… jadi peluang kan tuh…
berikut saya akan jabarkan beberapa kelebihan-kelebihan netrepreneur dibangdingkan dengan entrepreneur biasa
- Selama ini, seorang entrepreneur harus bersusah payah untuk bisa menembus pasar internasional. Seorang entrepreneur baru biasanya tidak bisa langsung meloncat pada dunia bisnis internasioanl. Dia harus merangkak pelan-pelan pada tangga dunia usaha sampai dia mampu untuk menembus pasar internasional. Netrepreneur tidak perlu menapaki tangga karir tersebut satu persatu secara perlahan-lahan. Internet memungkinkan semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Karea kita semua tahu, dalam internet tidak ada lagi batasan-batasan spasial kewilayahan. Internet memungkinkan para netrepreneur untuk langsung terjun dalam bisnis internasional.
- energi yang dikeluarkan oleh seorang netrepreneur cenderung lebih sedikit daripada entrepreneur biasa. Yang dibutuhkan oleh seorang netrepreneur hanyalah duduk didepan komputer atau device apapun yang memiliki koneksi internet. Dia tidak perlu bepergian jauh-jauh untuk bertemu klien. Dia tidak perlu berlama-lama menunggu negosiasi tatap muka untuk segera mencapai kesepakatan bisnis. Dia hanya perlu duduk dengan tenang bersama device internet yang dimilikinya.
- Lahan bisnis ini secara keseluruhan masih belum banyak dijamah (terutama di Indonesia). Masih begitu banyak peluang yang bisa diraup. Dan kalau kita lihat trend dimasa depan, bisnis offline juga semakin menurun, seiring dengan semakin canggihnya teknologi device yang mendukung internet dan juga semakin canggihnya teknologi untuk mempercepat akses internet dunia. Mungkin saja suatu saat nanti dimasa depan, seluruh proses bisnis terjadi didunia maya. Tapi ini masih utopis, coba lihat yang real saja dulu.
Paling tidak itulah beberapa kelebihan yang dimiliki NETrepreneur dibandingkan dengan ENTrepreneur biasa. oiyaa… ada satu lagi hal yang ingin saya luruskan disini. Bedakan antara NETrepreneur dengan online trader biasa. Netrepreneur adalah orang yang membuka usaha online dan membentuk sistem yang dapat terus menumbuhkan usahanya itu. Sementara online trader hanyalah orang-orang yang melihat potensi dagang lewat dunia maya terus menjalankan bisni perdagangan online nya itu. Online trader tidak bertumbuh, Sementara Netrepreneur terus bertumbuh.
Tertarik mencoba menjadi NETrepreneur???
Menjadi “Mahasiswa Berprestasi” atau Menjadi Mahasiwa yang Berprestasi Selasa, 19 Februari 08
Posted by kamal87 in indonesian development, kampus.Tags: akademis, bangga, berprestasi, bisnis, IPK, IT, kuliah, mahasiswa, mapres, perstatif, prestasi, riset, semangat
24 comments
Akhir-akhir ini isu-isu mengenai pemilihan “mahasiswa berprestasi” alias mapres dikampus saya sudah mulai memanas. Banyak sahabat-sahabat saya yang sudah mulai ngomporin teman-teman yang lain untuk ikutan ajang yang satu ini. Ada 4 orang yang saya tahu paling getol menggencarkan kampanya pemilihan mapres ini. Mereka adalah Sidicx, Ilman, Chandra dan Hening. Salut buat 4 orang tersebut, yang penuh semangat, yang penuh gairah untuk berprestasi. Jujur-sejujur-jujurnya saya agak ngiri sama mereka yang bisa ikut dalam ajang pemilihan mapres ini. Saya sendiri sebenarnya juga mau ikutan, tapi apa daya IPK tak sampai
eitss… tapi ini bukan kalimat putus asa. Ini bukan kalimat yang menhentikan saya untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi.
Secara realitas, memang nilai-nilai perkuliahan saya tidak terlalu dapat dibanggakan. Ada beberapa sahabat saya yang bilang bahwa saya ini aktivis generasi lama
yang sibuk ngurus ini itu tapi kuliahnya gak keurus. Jangan salah kawan, dalam hal kenyataan nilai yang saya dapat memang sih selevel sama aktivis-aktivis generasi lama. Tapi dalam hal semangat berprestasi, saya punya 100% jiwa aktivis generasi baru. Yang berorientasi pada prestasi, berorientasi pada kebermanfaatan nyata yang bisa diberikan pada orang lain. Saya bertekad bahwa suatu saat nanti, saya akan memberikan andil yang besar dalam rangka menumbuhkan dunia IT di Indonesia. That is a new generation activist’s soul.
Nah… seperti biasanya saya menekankan blog ini bukan untuk cerita-cerita pribadi saya, tapi lebih kearah artikel-artikel opini yang inspiratif dan bermanfaat buat yang membaca. Oleh karena itu, disini saya akan coba mengulas suatu aspek berbahaya tentang ajang pemilihan mapres ini. Apakah aspek berbahaya itu? sudah cukup tersirat dijudul tulisan ini. Simak aja deh ulasannya.
Tulisan ini saya beri judul Menjadi “Mahasiswa Berprestasi” atau Menjadi Mahasiswa yang Berprestasi. Apa sih maksudnya? begini penjelasannya. bagian yang pertama, menjadi “mahasiswa berprestasi”, itu maksudnya adalah mendapatkan gelar sebagai pemenang dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi. Sementara pada bagian yang kedua itu maksudnya adalah benar-benar secara nyata menjadi mahasiswa yang berprestasi. Saya rasa dari paragraf ini saja sudah cukup untuk menggambarkan int tulisan saya.
Inti tulisan ini adalah, jangan sampai kita terjebak dalam orientasi yang salah. Jangan sampai orientasi kita hanya untuk mendapatkan gelar sebagai mahasiswa berprestasi. Orientasi kita harus tetap murni, yaitu menjadi mahasiswa yang berprestasi dan memberikan banyak manfaat buat orang lain dengan prestasi yang kita raih. Apalah artinya gelar mapres kalau pada kenyataannya kita tidak benar-benar berprestasi. Apalah artinya kalau ternyata gelar mapres yang kita dapatkan hanya karena CV yang kita utak-atik sedemikian cantik atau karena tulisan-tulisan yang dibuat menawan atau hanya karena presentasi yang berapi-api. Tapi diluar sana, didunia nyata, kita benar-benar kosong. Tak ada kebermanfaatan yang kita berikan pada orang lain. Sungguh sayang gelar tersebut. Berorientasilah pada prestasi yang sebenarnya dan gelar mapres tersebut akan dengan sendiriya melekat pada diri kita.
Tulisan ini juga sebagai penyemangat buat mereka (lebih tepatnya kami
) yang tidak bisa mengikuti ajang pemilihan mapres karena kendala syarat IPK. Saya tidak dapat memenuhi syarat tersebut, tapi saya tidak malu. Karena saya tahu, IPK yang saya raih itu cuma nilai semu yang tidak benar-benar menggambarkan apakah seseorang itu berprestasi atau tidak. IPK tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk terus berprestasi. Kita masih dapat menjadi pribadi prestatif tanpa perlu mengikuti ajang pemilihan tersebut. Coba lihat diluar sana, begitu banyak lomba-lomba yang bisa diikuti. Begitu banyak kesempatan riset yang bisa digeluti. Begitu banyak peluang bisnis yang bisa diraih. Begitu banyak kegiatan-kegiatan sosial yang bisa dijalankan. Semua itu dapat menjadi sarana bagi kita untuk menjadi mahasiswa berprestasi, mahasiswa yang benar-benar berprestasi. menebar manfaat untuk sejuta umat.
Be prestative!!


