jump to navigation

Potensi pulau terluar tanah air sebagai prospek bisnis bangsa Senin, 27 April 09

Posted by kamal87 in enterpreneurship, indonesian development.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
3 comments

Kemarin saya jalan-jalan ke Gramedia. Tentu saja, sebelum mencomot salah satu buku trus bawa ke kasir, saya keliling-keliling dulu melihat buku-buku terbaru sekarang. What an exciting activity for me. Saat lagi jalan-jalan mengobrak-abrik isi toko buku grameia itu saya meliaht sebuah buku dengan ukuran cukup besar. Buku itu menstimulus otak saya untuk memunculkan kembali ide atawa pemikiran saya yang dulu pernah di melesat dalam jaringan sel-sel neuron di otak saya. Buku itu berjudul Tepian Tanah Air.

Buku bergambar sebuah pulau kecil ditengah lautan itu membuat saya ingat akan ide lama saya dan memacu saya untuk menuliskan ide itu disini. Mungkin idenya memang rada aneh. Tapi tak apalah, bukankah dunia ini berkembang dan maju pesat karena ide-ide aneh yang tereksekusi dengan baik. Siapa tahu dengan menuliskan ide ini ada pihak yang mau menjajal mengimplementasikan ide ini.

Ide saya adalah menjadikan pulau-pulau terluar yang sepi tak berpenghuni yang tersebar di kisaran pulau-pulau terbesar di Indonesia itu dijadikan sebagai tempat wisata privat yang eksklusif buat kaum jetset dunia.

Bukankah pulau-pulau itu adalah tempat yang sangat indah. Tempat yang bisa dijadikan tempat istirahat yang mewah dan eksklusif buat para jetsetter dunia. Dengan dijadikan sebagai tempat wisata eksklusif, kita bisa mematok harga yang sangat mahal untuk para jetsetter tersebut. Uang yang masuk dari tempat wisata tersebut tentunya bisa menjadi sumber pemasukan negara yang cukup besar.

Kita akan menyewakan satu pulau secara privat dan eksklusif untuk satu orang jetset dunia. Tentu sebuah penawaran dengan tingkat prestise super tinggi. Kita berikan pelayanan yang super eksklusif untuk mereka. Pulau-pulau ini akan menjadi seperti halnya villa-villa eksklusif di Puncak yang dimiliki orang-orang kaya Jakarta.

Sambil membuka saluran pendapatan baru di Indonesia. Bisnis ini juga akan meningkatkan citra prestise pariwisata di Indonesia. Para jetsetter yang punya pengaruh besar di dunia itu akan menceritakan pada seluruh dunia tentang betapa indahnya Indonesia. Dan juga tentang betapa eksklusifnya dunia pariwisata Indonesia.

Selain itu, ide usaha ini juga bisa membantu bangsa ini untuk menjaga integritas wilayah dari pulau-pulau terluar itu. Selama ini kita sudah melihat kemampuan bangsa kita untuk menjaga integritas pulau-pulau terluar tersebut sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Pulau-pulau tersebut seolah terbuang. Saking terbuangnya sampai-sampai ada beberapa pulau yang diambil alih oleh negara lain. Negara lain itu bisa memanfaatkan pulau tersebut secara optimal untuk kepentingan pariwisata.

Ide bisnis ini jauh lebih menguntungkan daripada harus menjual pulau-pulau terluar tersebut begitu saja ke pihak asing. Ide bisnis juga sangat mungkin untuk diimplementasikan. Mungkin pemerintah bisa membuat sebuah BUMN baru untuk pariwisata pulau terluar ini. BUMN ini akan fokus untuk sedikit mempermak pulau-pulau tersebut. Bangun villa mewah disana, rapihkan hutan-hutan yang mungkin ada disana, bersihkan pantainya dan tidak lupa memasang bendera kebanggaan kita sang merah putih. Setelah itu, BUMN tersebut bisa mulai membuat penawaran-penawaran eksklusif kepada para jetsetter di dunia. Penawaran ini tentunya akan menggiurkan untuk mereka. Berikan / sewakan satu pulau untuk satu jetsetter dan biarkan dia tergoda akan penawaran penuh prestise ini. Nantinya mereka akan bangga dengan mengatakan “I have a private island in beautiful Indonesia”.

NEKAD, modal utama entrepreneur Senin, 19 Mei 08

Posted by kamal87 in enterpreneurship.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
16 comments

Setelah beberapa waktu belakangan ini selalu membuat tulisan-tulisan berbau politis. Sekarang saya mau balik lagi ke dunia yang sedang saya geluti dengan penuh semangat, dunia entrepreneurship. Kali ini saya mau menulis tentang kenekatan, sebuah kata yang menjadi modal terbesar yang dimiliki oleh entrepreneur-entrepreneur sukses yang pernah hidup dimuka bumi.

Inspirasi tulisan saya kali ini adalah dari postingan teman saya leni di blognya yang berjudul “jadi sales di pondok indah“. Disana dia bercerita tentang kenekatannya membagi-bagikan leaflet mengenai usahanya di mal pondok indah jakarta. Dia beserta rekan-rekan usahanya berusaha tebal muka dengan membagi-bagikan leaflet tersebut. Mereka berhasil membuang rasa malu mereka jauh-jauh. Upaya mereka melakukan hal tersebut tentunya membutuhkan kenekatan tingkat tinggi, mereka harus bisa menyingkirkan rasa malu yang biasa hinggap dalam diri kita ketika akan memulai kegiatan-kegiatan seperti itu.

Kenyataannya, memang kenekatan itulah yang memberi banyak perubahan pada dunia. Tanpa kenekatan mungkin saat ini dunia belum akan sampai semaju ini. Untuk itu, butuh kenekatan tingkat tinggi untuk memulai sebuah usaha. Banyak orang yang terus menerus memikirkan resiko demi resiko yang mungkin muncul dalam suatu usaha. Hingga akhirnya dia sama sekali tidak berani memulai usahanya. Dia berhenti apada tataran ide. Tapi ide tersebut tak dapat dia realisasikan karena kurangnya kenekatan dalam dirinya untuk menangggung segala resiko.

Dulu, ketika awal saya membangun perusahaan saya, univind, modal yang saya miliki cuma satu: KENEKATAN. Modal uang, saya sama sekali tidak punya (justru waktu itu saya baru saja menghilangkan uang ayah saya yang seharusnya dipakai untuk bayaran kuliah). Modal teknis, saya juga tidak punya. Saya sama sekali belum menguasai berbagi macam hal teknis pembuatan web seperti bahasa-bahasa yang diperlukan untuk membuat web dinasmis (PHP, ASP, JSP dkk), saya juga belum mengerti apa itu web server? bagaimana wujudnya database? Bagaimana cara mendeploy sebuah website? dan sebagainya. Intinya saya sama sekali tak punya modal kemampuan teknis saat itu. Modal pengetahuan bisnis juga sama sekali belum saya miliki. Saya belum tahu bagaimana caranya membuat proposal penawaran, saya belum tahu bagaimana caranya menghadapi klien. Saya juga belum tahu mengenai kisaran harga pada bisnis yang saa geluti itu (web development). Intinya, ketika saya membangun perusahaan tersebut saya tidak punya apa-apa kecuali KENEKATAN!

Alhamdulillah, pada akhirnya langkah-langkah nekad yang selalu kami ambil dalam perusahaan tersebut justru membawa kami semakin dewasa. Semakin mengerti proses-proses bisnis dan juga semakin paham hal-hal teknis didunia web. Sekarang, perusahaan saya itu juga sedang mencoba sebuah ide bisnis baru dengan resiko ribuan trilyun milyar dollar rupiah (berlebihan banget :mrgreen: ). Tanpa kenekatan, saya tidak yakin perusahaan saya dapat terus berkembang seperti sekarang (walaupun sampe sekarang juga belum manteb-manteb amat sih :) )

Oleh karena itu, buat kamu semua yang punya ide usaha tertentu, ambillah langkah NEKAD untuk segera memulai usaha tersebut. Tanpa perlu terlalu banyak berpikir panjang akan ribuan resiko yang mungkin muncul. Buat kamu yang sudah memulai bisnis, teruslah mengambil langkah-langkah NEKAD untuk mengembangkan usaha kamu. Peliharalah kenekatan tersebut. Sehingga dengan begitu, usaha kita dapat terus melakukan locatan-loncatan besar dalam pengembangannya.

salam entrepreneur!

Susahnya membangun situs portal komunitas / forum online Rabu, 14 November 07

Posted by kamal87 in ilmu2 IT, indonesian IT development.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
29 comments

Selama ini banyak sekali saya temukan forum2 online / situs portal komunita yang garing gak ada isinya. sepi tak bertuan. gak ada yang ngurus. Banyak juga situs2 portal komunitas yang mati dan gak berlanjut. Ini tiga contoh portal komunitas yang saya tahu gak bisa berjalan dimana saya ada kaitannya dengan situs-situs ini:

  • lele.vlsm.org, ini merupakan forum online buat mahasiswa-mahasiswi UI. Disini penginnya sih bisa ngumpul semua anak UI. Paling tidak itu harapan Mr Ibam (Rahmat M Samik Ibrahim) terhadap situs forum ini. Beliau adalah penggagas forum ini, tapi dia menyerahkan pelaksanaannya ke badan otonom ristek Fasilkom UI
  • fokus70.com/forum, kalo yang satu ini adalah forum online untuk para alumni rohis di SMA saya. Kondisinya sama, forumnya mati sebelum berjalan.Gak tau deh, mungkin suatu saat nanti bakal hidup. amin.
  • ukhuwah.or.id, Situs portal ini dulu pernah terkenal. Situs ini merupakan salah satu situs dakwah pertama yang cukup berkembang. Situs portal ini dibuat oleh salah satu departemen di lembaga dakwah fakultas saya, fasilkom UI. Saat ini ukhuwah.or.id telah kehilangan masa kejayaannya dan sedang berusaha bangkit kembali.

Kenapa semua itu bisa terjadi??? tanya kenapa? saya akan coba jawab pertanyaan tersebut. Kebanyakan pihak yang membuat forum-forum online tersebut hanya berorientasi pada teknologi. Mereka berpikir betapa mudahnya membuat forum online. Tinggal beli hosting dan domain trus install deh PHPBB ato vBulletin yang lain…

Kenyataannya, membuat komunitas online tidak semudah itu. Jika dilihat dari segi implementasi teknologinya sih memang mudah, hanya butuh waktu sekitar 1 jam untuk membuat sebuah situs portal komunitas atau forum online. Tapi untuk me-maintain aspek manusia nya, itu sangat sulit. Seringkali sebuah situs portal komunitas langsung ditinggalkan begitu saja oleh pengunjungnya karena mereka merasa tidak punya keterikatan pada situs tersebut.

berikut ini adalah ide (sekali lagi, IDE, bukan TIPS, karena klo mo ngasi tips berarti saya harus udah jago duluan dan sudah berpengalaman, sementara saat ini saya masih belum banyak pengalaman :) ) dari saya supaya situs portal komunitas / forum online yang kita buat bisa rame:

  1. Coba bikin blog aggregator, lho koqnyambungnya ke blog aggregator? jadi begini, salah satu permasalahan utama suatu portal komunitas yang baru lahir sulit berkembang adalah karena tidak ada starting point yang baik. Pada masa-masa awal tentunya portal komunitas itu masih sepi. Dan ketika ada pengunjung yang datang ke portal tersebut lalu melihat portal tersebut masih sepi konten maka mereka akan enggan untuk kembali lagi ke situs tersebut. Oleh karena itu, pertanyaannya adalah bagaimana supaya situs portal yang baru lahir itu bisa segera dipenuhi dengan konten yang siap dijelajah oleh pengunjung. Salah satu jawabannya adalah blog aggregator. dengan blog aggregator, admin/pembuat situs portal tak perlu repot-repot memenuhi konten situsnya yang baru lahir itu. Dengan blog aggregator konten situs portal kita akan otomatis terupdate seiring dengan ter-updatenya blog yang kita aggregate. Jadi, paling tidak pengunjung punya sesuatu yang dapat dilihat diportal kita sambil menunggu forum online nya benar-benar ramai dan asik buat diskusi.
  2. Pada forum online, segera buat banyak thread/topic yang menarik untuk dibahas. Banyaknya topik yang siap di-reply, akan merangsang pengunjung untuk membalas posting pertama itu. Sehingga obroloan online dapat dimulai.
  3. Buat tim kecil, mungkin terdiri dari 2 – 4 orang yang bertugas mengisi konten situs secara rapid pada masa-masa awal. Mungkin dalam waktu kurang lebih 1 minggu, tim kecil ini bertugas menambah konten situs setiap harinya. Dengan begitu jumlah konten situs portal dapat naik dengan cepat.
  4. Buat konten yang konsisten pada frekuensi tertentu. Setelah pada masa-masa awal, melakukan rapid content injection (wuiiihhh… istilahnya dibikin-bikin banget :) ) pada situs portal. pada masa-masa selanjutnya konten situs tersebut harus terus konsisiten di-update secara periodik.

4 ide diatas saya rasa sudah cukup untuk mulai membangun komunitas online yang aktif. Tapi diluar aspek internal tersebut jangan lupa juga untuk terus mempromosikan situs portal kita di tempat lain. Metode promosinya juga beragam. bisa dari mulut ke mulut, bisa lewat milis-milis, bisa dengan tuker-tukeran link dll.

itu aja dulu IDE dari saya. Saya sendiri juga sedang mencoba membangun komunitas online yang aktif. Ide-ide yang saya tulis diatas, belum tentu benar seratus persen. Kalau kamu setuju, bagus. Kalau tidak setuju coba kasih komentar pada postingan ini. Supaya kita bisa saling share ide.