Laporan Diskusi menkominfo dengan blogger Senin, 7 April 08
Posted by kamal87 in blognews, indonesian IT development, indonesian development, web dan internet.Tags: avianto, blogger, blokir, deface, departemen, depkominfo, enemy, family, fitna, Indonesia, informasi, informatika, ISP, IT, komunikasi, konten, M Nuh, menkominfo, menteri, Muhammad Nuh, pakar, roy suryo, situs, telematika, tokoh, website, youtube
29 comments
Saya baru saja pulang dari acara diskusi sharing dan silaturahmi antara pak M Nuh (depkominfo) dengan para blogger. Pertemuan tersebut terasa sangat menarik, begitu banyak pertanyaan, kritik dan juga saran yang dilemparkan para peserta pada pihak depkominfo terkait Undang-undang yang baru saja keluar, yaitu UU ITE. Para pejabat depkominfo (pak M Nuh, pak edmon, pak basuki dan pak nurcahya (klo gak salah, agak lupa namanya)) juga menerima dengan hangat setiap pernyataan yang dikeluarkan para peserta. Intinya acara silaturahim ini berjalan dengan sangat hangat, komunikatif, aspiratif dan menyenangkan.
Disini saya ingin mengomentari beberapa pernyataan yang muncul dalam acara tersebut yang saya anggap bagus dan berbobot.
pertama
pertanyaan dari mas boy avianto. Beliau mengatakan bahwa dia merasa bangsa kita seperti bangsa yang kerdil dan tidak dewasa karena melakukan pemblokiran pada situs youtube hanya karena satu entri film berjudul “fitna” yang notabene hanya satu bagian sangat kecil dibandingkan video-video lain di youtube yang juga memiliki kebermanfaatan yang besar. Beliau melanjutkan, “daripada kita berbuat seperti itu, akan jauh lebih baik jika kita mendorong anak bangsa ini untuk membuat konten-konten positif. Contoh: alih-alih memblokir youtube mungkin lebih baik jika depkominfo mendorong masyarakat untuk membuat film anti-fitna yang lebih positif“
atas komentar tersebut, depkominfo menjawab
pak Nuh: Tentu saja kita akan mendorong peningkatan konten-konten positif di Internet, tapi itu bukan berarti kita membiarkan yang negatif toh…
pak basuki: kita ini sedang beramar ma’ruf nahi munkar. Kita dituntut untuk beramar ma’ruf dengan menyerukan masyarakat untuk membuat dan membuka konten-konten positif. Tapi diluar itu, kita tidak boleh lupa dengan nahi munkar-nya donk. Kita ber nahi munkar dengan cara memblokir situs-situs negatif seperti itu.
kedua
mas eko (bener gak sih namanya :p ). beliau adalah orang yang dijadikan kambing hitam oleh seorang “tokoh” (!pakar) telematika Indonesia sebagai dalang dibalik pen-deface-an situs depkominfo. Disana beliau mengadukan perihal penuduhan tersebut kepada depkominfo. Beliau bertanya apakah penuduhan tersebut bisa dibenarkan secara hukum? Beliau juga bahkan memutarkan rekaman wawancara sang tokoh di salah satu stasiun radio sebagi bukti pengkambinghitamannya. Pada saat mas eko ini memutarkan rekaman tersebut segenap ruangan menjadi hening dan serius. Semua orang-benar mendengarkan dengan seksama isi rekaman suara tersebut. Pada akhirnya, beliau meminta penegasan dari menkominfo mengenai posisi blogger sebagai part of the family.
jawaban pak nuh: Ternyata pak nuh agak kuper juga
beliau benar-benar baru tahu mengenai kasus blogger yang dituduh oleh seorang tokoh telematika itu dari rekaman yang diputarkan pada acara silaturahmi tersebut. Tapi, intinya pak nuh mengaskan bahwa blogger sebagai sebuah komunitas adalah part of the family, dan bukan part of the enemy. Blogger merupakan salah satu komunitas yang harus dibangun dan diberdayakan sebagai sebuah potensi bagi bangsa.
Sebenarnya masih banyak, obrolan-obrolan menarik yang diperbicangkan pada acara tersebut. Tapi karena saya sama sekali tidak mencatat akhirnya semua yang ditulis diatas hanya berdasarkan ingatan saya saja. Lagipula saya yakin diluar sana akan banyak blogger-blogger senior macem mas romi, mas harry sufehmi, mas budi putra, mas priyadi, mas riyogarta dll yang akan menuliskan review dari acara diskusi tersebut.
Satu lagi quote terakhir yang sangat saya appreciate dari Pak Nuh. Beliau mengatakan bahwa momen-momen silaturahmi seperti ini, forum-forum sharing seperti ini harus terus dihidupkan. Pak Nuh mengatakan bahwa pihaknya akan terus membuka forum-forum keterbukaan seperti itu yang akan memperluas ide pengembangan IT di Indonesia.
Semoga kedepannya IT di Indonesia bisa maju. Lebih maju daripada Malaysia, China, India bahkan amerka sekalipun. amin.
antara roy suryo, depkominfo, UU ITE dan prospek IT Indonesia Rabu, 2 April 08
Posted by kamal87 in ilmu2 IT, indonesian IT development, indonesian development.Tags: blogger, depkominfo, Elektronik, hacker, Indonesia, informasi, infrastruktur, IT, ITE, konten, M Nuh, menkominfo, muahmmad nuh, pembajakan, porn, Pornografi, roy, roy suryo, situs, suryo, teknologi, Transaksi, Transaksi elektronik, Undang Undang, UU, UU ITE, web
comments closed
mungkin sudah banyak yang tahu, beberapa waktu yang lalu situs depkominfo di-hack sama seorang hacker (yaialah, masak sama blogger
). Sang hacker yang gaka tau apakah dia juga blogger melakukan aksi deface pada situs depkominfo itu berisi ucapan selamat pada pemerintah atas disahkannya UU ITE yangbener-bener laghi heboh saat ini. Dan satu hal yang membuat aksi deface nya itu kontroversial adalah karena sang hacker memasang foto roy suryo yang lagi bergaya dengan sangat aneh (tentunya itu hasil editan potosop, bisa diliat metadatanya kan mas roy?
)
Walhasil, atas aksi hackingnya itu sang surya jadi murka. Dia menuduh bahwa pelaku aksi tersebut adlah hacker (yap, klo yg ini sudah jelas) dan blogger (lha… darimana asal usulnya nih??). Mungkin kecdepan, saran buat mas roy, coba hilangkanlah tendensi sinisme negatifnya pada para blogger. Katanya mas enda mau ngajak pak roy berdialog ya? gimana kabar terakhirnya saya belum tahu.
anyway, di postingan kali ini saya bukan mau mengulas tentang aksi sama-sama tidak dewasa dianatar semua pihak. Pada postingan kali ini saya mau membahas tentang UU ITE, dan pengaruhnya bagi perkembangan IT Indonesia dimasa depan.
Entah kenapa banyak orang yang merasa skeptis dengan diberlakukannya UU ITE ini. Padahal hukumnya sendiri belum benar-benar dijalankan. Kalau saya sendiri melihat UU ITE ini akan membawa banyak dampak positif bagi perkembangan IT di Indonesia. Berikut beberapa diantaranya:
Baca lebih lanjut di MustafaKamal.biz – antara roy suryo, depkominfo, UU ITE dan prospek IT Indonesia
rekaman wawancara UU ITE di persprektif Wimar Jumat, 28 Maret 08
Posted by kamal87 in indonesian IT development, opini, web dan internet.Tags: acara, antv, bikini, blog, bokep, budi raharjo, cekal, censorship, culas, depkominfo, dicekal, download, Elektronik, guritno, informasi, internet, IT, ITE, kebijakan, kesadaran, M Nuh, monkominfo, net, pemerintah, pesimis, porn, porno, Pornografi, sex, skeptis, Suharto, telanjang, televisi, thong, Transaksi, Undang Undang, UU, UU ITE, web, webcam, wimar, wimar witoelar, wulan, wulan goeritno
24 comments
Ini rekaman notulensi dari talk show perspektif wimar yang tayang beberapa waktu lalu. Saya dapet rekaman audionya dari mas thomas. Saking gondoknya dengan pendapat-pedanapat wimar dan wulan, saya pengen banget ngomentarin diskusi ini kalimat per kalimat. Akhirnya jadilah postingan berikut ini. Oiya… tidak seperti biasanya, kali ini saya akan agak kasar pada pihak-pihak tertentu. Gak takut dicekal UU ITE? Pak Nuh sendiri yang bilang hal-hal seperti ini akan tetap dijamin.
Oiya… notulensi yang saya tulis disini saya jamin benar-benar 100% murni tanpa editan makna sama sekali. Paling kalimatnya saya ubah-ubah dikit supaya enak buat dibaca dan gak ngebingungin.
SDM IT yang gak suka IT vs SDM non IT yang cinta IT Sabtu, 29 Desember 07
Posted by kamal87 in ilmu2 IT, indonesian IT development, opini.Tags: buku, Communication, development, Elektro, ICT, informal, informasi, Information, internet, IT, jurusan, kampus, kompetensi, kualitas, kuantitas, Matematika, MIPA, produk, SDM IT, SDM non IT, self learner, sistem, sistem informasi, Technology, Teknik
13 comments
Ada seorang teman saya satu kampus di fasilkom yang apabila ditanya sesuatu tentang IT, dengan tegas dia bilang tidak tahu. Jika diajak untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan yang banyak menyentuh aspek IT, dia juga pasti menolak mentah-mentah. Fenomena seperti ini cukup banyak terjadi dikalangan SDM IT di Indonesia. Sebaliknya banyak pula SDM yang latar belakang pendidikannya sebenarnya bukan IT tapi lebih punya ketertarikan pada bidang IT, bahkan mereka biasanya justru lebih ke-IT-IT-an daripada SDM IT itu sendiri. Sebagian besar latar belakang mereka adalah berasal dari jurusan matematika (MIPA) atau elektro (Teknik). Diluar itu ada juga SDM yang berasal dari jurusan ekonomi, budaya, bahkan ilmu sosial politik, yang akhirnya malah terjun kedunia IT setelah memasuki dunia kerja.
untuk SDM IT yang tidak ke-IT-IT-an biasanya mengarahkan dirinya pada bidang sistem informasi. Dimana memang bidang ICT yang satu ini lebih banyak menyentuh aspek manajerial dari suatu sistem IT daripada aspek teknikal IT-nya. Disini, pemahaman terhadap aspek teknikal IT cenderung tidak terlalu dibutuhkan, walaupun TETAP perlu. Sementara itu, mereka yang tidak berasal dari jurusan IT dan tertarik pada IT biasanya lebih tertarik pada aspek teknikalnya. Biasanya orang-orang seperti ini akan menggali kompetensinya sendiri dibidang IT. Dia akan belajar programming sendiri, dia akan belajar hacking sendiri dll dia akan belajar dari berbagai sumber semisal kursus, buku dan khususnya internet.
Sebenarnya bagaimanakah imbas dari kondisi seperti itu? apakah kondisi yang seperti itu akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan IT di Indoensia, ataukah tidak berpengaruh, atau malah justru meruntuhkan kekokohan sendi-sendi pembangunan IT di Indonesia? berikut ulasannya dari saya:
SDM IT yang tidak berjiwa IT
kita mulai dulu dari SDM IT yang tidak berjiwa IT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa SDM IT yang seperti ini cenderung akan memilih sistem informasi sebagai bidang minat jurusannya. Disinilah muncul permasalahan, sebagian besar orang yang memilih bidang minat sistem informasi itu bertipe seperti ini. Hasilnya, banyak spesialis IT bidang Sistem Informasi yang tidak benar-benar kompeten dalam bidangnya. Memang jurusan sistem informasi itu tidak terlalu membutuhkan pemahaman yang mendalam akan aspek teknikal IT, tapi biar bagaimanapun pemahaman tersebut tetap diperlukan supaya SDM yg bersangkutan dapat seutuhnya mengerti tentang apa yang dia kelola.
- Apa jadinya kalau mereka tidak tahu bagaimana suatu server dapat bekerja (aspek teknikal IT) sehingga cocok dengan pengimplementasian bussiness process di suatu organisasi (aspek sistem informasi)?
kondisi yang seperti itu akan mengurangi tingkat produktifitas dan kreatifitas dari SDM yang bersangkutan. Tidak bisa produktif karena dia cenderung tidak ingin mempelajari suatu teknologi baru yang muncul yang dapat diimplementasikan pada suatu organisasi. Tidak kreatif karena dia akan terpaku pada batasan-batasan teknologi yang dia ketahui saja sehingga tidak bisa memanfaatkan teknologi lain yang mungkin lebih canggih untuk diimplemetasikan. Sementara SDM-SDM yang seperti ini cenderung tidak ingin mempelajari aspek teknikal dari suatu teknologi baru yang belum dia tahu. Akhirnya, SDM yang seperti ini terancam tergilas oleh putaran zaman. tergilas oleh inovasi teknologi yang terus berjalan. Dan bagaimana efeknya pada tataran makro? Apa jadinya kalau sebagian besar SDM Sistem informasi di Indonesia seperti itu? yang terjadi adalah munculnya banyak inkompetensi SDM dibidang ini. SDM-SDM Sistem informasi dari Indonesia akan berkualitas rendah, sehingga akan berdampak secara tidak langsung pada citra SDM IT secara umum di Indonesia.
SDM non IT yang cinta IT
Sekarang kita coba telaah tentang mereka yang tidak punya kesempatan untuk mendalami IT dikampus, tapi punya ketertarika yang tinggi pada bidang IT. Seperti yang telah saya katakan tadi bahwa mereka biasanya merupakan self learner yang baik. Mereka mampu menggali kompetensi dibidang IT secara mandiri melalui berbagai sumber-sumber informal. Dan mereka cenderung mampu menguasai berbagai aspek teknis IT yang memang mereka sukai, banyak dari mereka yang bahkan lebih jago dibandingkan dengan SDM IT yang memang benar-benar berasal dari jurusan IT. Namun sayangnya, karena mereka tidak mendapatkan pendidikan formal dibidang IT, maka banyak dari mereka yang akhirnya hanya mengetahui kulit luar dari IT itu sendiri. Dan biasanya mereka mempunyai kompetensi yang sangat tinggi pada berbagai aspek teknikal dari IT tapi mereka tidak tahu menahu tentang bagaimana pengoptimalan yang bisa dilakukan dari implementasi IT yang bersangkutan. Misal: mereka cenderung sangat jago dalam hal programming terutama pemahaman terhadap suatu bahasa, tapi mereka tidak terlalu pandai dalam hal implementasi algoritma yg baik dalam suatu bahasa pemrograman. Mereka mampu membuat sebuah sistem informasi, tapi mereka tidak mampu membuat pola database yang baik untuk sistem informasi tersebut. Mereka mampu membuat sebuah desktop software tapi mereka tidak mampu mengimplementasikan algoritma yang canggih untuk aplikasi yang dibuat olehnya. Mereka mampu membuat software-software kecil tapi tidak bisa membuat software-software profesional yang butuh sistematika software engineering yang baik. Mereka tahu PHP, MySQL, Java, ASP, hacking dll tapi mereka tidak tahu perancangan database, software engineering, artificial intelligence, organisasi arsitektur komputer dll. Mereka jago teknis tapi mereka payah konsep.
Lalu bagaimana efeknya secara makro? Saat ini di Indonesia, jumlah SDM IT yang tersedia masih sangat jauh dari cukup untuk mengisi pos-pos pekerjaan yang bisa disediakan. Akhirnya banyak SDM non IT yang pindah jalur didunia kerja dengan memilih pekerjaan yang berkaitan dengan IT. Kondisi seperti ini juga akan memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan IT di Indonesia. Dengan munculnya SDM-SDM ‘karbitan’ ini (no offense, udah bingung nih milih bahasa/ punya usulan bahas yang lebih halus
) Maka banyak produk-produk IT yang dihasilkan menjadi berkualitas rendah. Kode pemrograman tidak terformalisasi, pola database tida teratur dsb. Akhirnya, Indonesia sulit menghasilkan suatu produk IT yang berkaulitas tinggi, dan ini nantinya akan kembali ke kredibilitas produk IT di Indonesia. Contoh yang menarik adalah aplikasi ERP bermerek SAP, dimana banyak pihak Indonesia (BUMN, Swasta dll) yang sudah miskin ini rela mengeluarkan uang miliaran bahkan triliunan rupiah supaya dapat memakai aplikasi ini. Kenapa mereka rela, karena mereka tidak punya pilihan, mereka tidak percaya dengan produk-produk sejenis yang dihasilkan didalam negeri. Padahal produk-produk yang sejenis dengan SAP itu cenderung mudah dibuat tapi sulit dikelola. Itulah permasalahan kita di Indonesia, kita mungkin bisa saja membuat aplikasi sejenis dengan kondisi SDM yg seperti ini, tapi kondisi SDM seperti ini tidak akan bisa membuat kita mampu mengelola keberlangsungan aplikasi ini dengan baik. Hasilnya? Begitu banyak rupiah yang akhirnya mengalir keluar negeri dan pergi meninggalkan Indoensia yang semakin lama semakin miskin.
Begitulah dilema kondisi SDM IT di Indonesia. Namun permasalahan ini bukan hanya untuk kita renungi, bukan cuma untuk kita pahami, tapi juga untuk kita cari solusinya. Solusi yang paling efektif adalah sadarkan diri Anda sendiri. Jika anda merasa sebagai salah satu tipe SDM dari dua tipe SDM diatas, maka pikirkanlah solusinya. Kelola kompetensi pribadi anda dengan baik. Supaya benar-benar dapat menjadi seorang profesional dibidang IT dan memberikan banyak manfaat buat orang lain.
jika anda SDM IT yang tidak suka IT: cintailah IT! Anda sdah terlanjur masuk didunia ini. Anda sudah punya kesempatan besar untuk mengobok-obok wilayah kompetensi ini. Jangan disia-siakan!Galilah kompetensi IT anda supaya bisa benar-benar memberikan kontribusi maksimum untuk pertumbuhan IT di Indonesia
jika anda SDM non IT yang suka dengan IT: pelajarilah IT lebih dalam, coba pelajari IT dari slide-slide perkuliahan IT yang banyak terdapat di Internet (kira-kira bakal ngerti gak ya ^_^). Kalau memungkinkan, cobalah untuk masuk dijurusan IT. Kalau tidak memungkinkan, ya… mau bagaimana lagi
gali saja terus kompetensi Anda. Dan jangan terlalu banyak berkutat pada aspek teknis, cobalah ambil satu topik IT yang menarik bagi Anda lalu pelajari konsep-konsepnya. Dengan begitu Anda benar-benar mempunyai spesialisasi dibidang IT dan Anda juga punya senajat yang ampuh berupa pemahaman teknis untuk mengimplementasikan konsep yang sudah anda dalami dalam wujud nyata yang bermanfaat didunia nyata.
Sekian saja ya ulasannya. Semoga bermanfaat
manfaat dan potensi blog Rabu, 26 Desember 07
Posted by kamal87 in blognews, ilmu2 IT.Tags: asiablogging.com, ayongeblog.com, blog, bloggin, bridge blogging, ground voice, idea incubation, ilmukomputer.com, informasi, internet, isnet, IT, knowledge sharing, korporat, mifta, ngeblog, suara akar rumput, teknologi, TI, trend, virtual.co.id, web, web2.0
comments closed
Mungkin ada yang bertanya kenapa saya sekarang jadi rajin mengisi blog saya? Jawabannya adalah karena kini saya sudah sadar bahwa begitu banyak manfaat dan potensi yang dimiliki oleh blog. Berikut beberapa hal yang berhasil menyadarkan saya akan potensi besar yang dimiliki blog:
- Belum lama ini saya sering membaca artikel mengenai web 2.0 (apa itu web 2.0? insya Allah saya kan buat artikelnya kapan-kapan). Blog itu sudah termasuk berkategori web2.0, karena pada blog terdapat unsur kolaborasi antar pengunjung melalui berbagai fitur seperti komentar, shoutbox dll. Pada semua artikel yang saya baca itu, semuanya menjabarkan tentang begitu besarnya potensi blog nantinya dimasa depan.
- Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan para praktisi IT ngetop di Indonesia seperti pak romi (romisatriawahono.net – pendiri ilmukomputer.com), pak harry (harry.sufehmi.com – pendiri isnet, salah satu pengelola asiablogging.com), pak nukman (virtual.co.id/blog – pendiri virtual, pelaku blog korporat aseli Indonesia), pak agus (agusnizami.wordpress.com, ketua MIFTA) dll. Waktu bertemu dengan mereka obrolan saya tak jauh tentang trend perkembangan IT kedepan. Dan salah satu topik yang sering muncul adalah potensi web2.0 terutama blog. Dari obrolan dengan mereka saya mendapat banyak inspirasi tentang pentingnya memanfaatkan peluang dari potensi yang dimiliki oleh blog.
- Dan yang tidak kalah penting adalah sahabat saya ilman yang begitu getol mempromosikan pentingnya ngeblog, sampai2 dia bikin situs sendiri khusus untuk memberi motivasi kepada orang lain untuk ngeblog. ini dia situsnya: www.ayongeblog.com
3 alasan diatas sudah sangat cukup bagi saya untuk ikut terlibat dalam memanfaatkan peluang besar dari blogging. Saya ingin mendapatkan banyak manfaat dari ngeblog, dan saya juga ingin menyebarkan sejuta manfaat dengan ngeblog. Ya, ngeblog memang punya banyak manfaat. Tapi kebermanfaatan blog itu tergantung pada tipe isi dari blog itu sendiri. Ada tipe tulisan dalam blog yang bermanfaat tapi ada juga yang tidak banyak gunanya. Berikut beberapa tipe tulisan blog yang bermanfaat: Knowledge Sharing, Bridge Blogging, Ground Voice, Idea Incubation.
Baca penjelasan detail tentang empat poin tersebut di: MustafaKamal.biz – manfaat dan potensi blog


