bagaimana seharusnya muslim menyikapi film fitna Senin, 31 Maret 08
Posted by kamal87 in islam, opini, taushiyah.Tags: Allah, belanda, besar, damai, film, fitna, fitna the movie, FPI, geert, geert wilders, internet, islam, islami, islamic, kedubes, kedutaan, kedutaan besar, kekerasan, movie, muhammad, perdamaian, rasulullah, SAW, syariat, toleransi, wilders
75 comments
Apa itu film fitna? koq akhir-akhir ini jadi heboh ya… Film fitna adalah film buatan seorang anggota parlemen belanda yang isinya menghujat umat muslim. Film itu benar-benar secara tidak adil mencitrakan islam sebagai agama teroris. Kalau mau lihat filmnya silahkan cari sendiri di belantara internet sudah banyak yang meng-uploadnya koq. FYI, mayoritas masyarakat dunia baik timur maupun barat setuju bahwa film ini film yang buruk. Film yang hanya menimbulkan kebencian. Tidak menunjukkan indahnya toleransi antar umat beragama. PM belanda sendiri mengecam perilaku geert wilders sang pembuat film ini. PBB juga sudah mengecam.
Pada tulisan kali ini saya ingin menunjukkan pendapat saya tentang bagaimana seharusnya kita sebagai muslim dapat menyikapi film tersebut. Ada satu berita yang ingin saya soroti di detikcom. berikut beritanya: dihujani FPI Telur, kedubes belanda bau amis. Berdasarkan berita tersebut, lagi-lagi saudara kita sesama muslim di FPI melakukn tindak anarki, tindakan yang justru mempermalukan umat islam. Tindakan tersebut sangat jauh dari tindakan yang penuh izzah. Tindakan yang menunjukkan kebesaran islam sebagai sebuah jalan hidup.
Bukan seperti itu seharusnya kita bersikap. Tentu kita umat muslim harusnya marah dengan penayangan film tersebut. Kita harus kecam sang pembuat film tersebut. Tapi apakah pengecaman itu harus dilakukan dengan cara yang tidak ahsan, tidak santun. Bahkan Allah tetap mengingatkan nabi musa untuk mendakwahi firaun secara lembut. Tidak dengan kekerasan. Lagi pula, pemerintah belanda sendiri secara resmi sudah mengeluarkan pernyataan kecamannya terhadap sang pembuat film. Jadi, tindakan FPI melempari kedubes belanda dengan telur sama sekali TIDAK BISA diterima!! (apalgi harga telur kan mahal, amsak dibuang unt hal yg seperti itu).
Untuk saudara-saudaraku di FPI, bertobatlah! sadarilah bahwa antum telah berlaku dzalim. Dzhalim pada kedubes dan pemerintah belanda. dzalim pada umat islam yang lain karena dengan aksi antum maka citra umat muslim benar-benar dianggap sebagai agama yang penuh denagn kekerasan. Dan kalian juga dzhalim pada diri sendiri karena telah melanggar syariat Allah dan membuang-buang telur tersebut (yang tentunya ada harganya) untuk keperluan yang seperti itu.
Lalu bagaimana seharusnya kita sebagai umat muslim menyikapi film ini? pertama, rasa amarah, kekesalan dan sebagainya itu adalah sesuatu yang wajar ada. Langkah selanjutnya, kita tidak boleh mengalirkan perasaan tersebut pada tindak-tindak anarkis. Kita harus mengalirkan amarah tersebut untuk tindakan yang diplomatif. Akan lebih baik jika kita secara santun dan tegas meminta pemerintah belanda dan seluruh dunia untuk mengecam film tersebut. Selanjutnya, kita harus secara berkesinambungan menunjukkan citra islam sebagai agama yang benar-benar rahmatan lil alamin. Tunjukkan hal itu dalam akhlak keseharian kita. Tunjukkan hal tersebut dalam sikap politis kita. Tunjukkan hal tersebut dengna ketulusan karena mengahrapkan ridho Allah SWT.
Islam bukanlah agama kekerasan. Islam adalah agama yang penuh kedamaian. Kalaupun dikatakan bahwa kita akan menguasai dunia. Ya, tapi tidak dengan cara memusnahkan umat-umat yang lain melainkan dengan cara mengayomi umat tersebut dalam naungan islam supaya seluruh bumi mencapai kemakuran yang hakiki. Allah hanya memperkenankan kekerasan manakala kita terlebih dahulu yang diserang. Itupun kita masih dilarang oleh Allah untuk membalasnya secara berlebihan. Kita punya hak untuk membalasnya naum tetap secara proporsional. Diluar itu, Allah tetap mengatakan bahwa bersabar itu lebih baik bagi kita. Mari kita contoh perilaku rasulullah yang senantiasa bersabar manakala dirinya dihina, diintimidasi, diancam, dilempari kotoran dsb. Mari kita tunjukkan bahwa islam memang benar-benar agama rahmatan lil alamin.
Umat islam harus kaya Sabtu, 1 Maret 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship, islam, taushiyah.Tags: akhirat, bermanfaat, corak, dunia, entrepreneur, finansial, hidup, islam, kaya, muhammad, rasul, rasulullah, SAW, tajir, umat, zuhud
17 comments
aa gym pernah bilang: “saya tidak mau kaya, tapi masalahnya… saya HARUS kaya”
ya, tentu saja. Umat islam harus kaya, umat islam harus jadi umat yang makmur. Umat islamharus berdaya sehingga dengan keberdayaannya itu umat islam dapat benar-benar menjadikan umat yang seutuhnya membawa islam sebagai rahmatan lil alamin.
Sayangnya, banyak paradigma salah yang muncul dikalangan beberapa ulama yang seolah mengisyaratkan bahwa kekayaan itu merupakan racun dunia yang harus dijauhi. Kekayaan merupakan sesuatu yang dapat membuat kita menjauh dari Allah. Banyak ulama yang menyerukan hidup ‘zuhud’, tapi dengan pengertian yang salah. Ketahuilah bahwa semua pernyataan tersebut adalah SALAH besar.
Umat islam tidak boleh miskin! Umat islam harus kaya!
Rasulullah semasa mudanya merupakan entrepreneur kelas dunia. Produk-produk dagangannya sudah melanglang ke berbagai pasar-pasar internasional yang ada saat itu. Selama ini, memang kita lebih banyak mendapatkan kisah hidup rasul yang begitu sederhana. Dimana beliau tidur hanya beralaskan tikar, dimana beliausering mengganjal perutnya dengan dua batu. Dimana dirumahnya dalam satu hari hanya ada air putih. Ya, memang seperti itulah corak kehidupan rasul. Tapi apakah itu berarti bahwa rasul itu miskin? Sama sekali tidak! Rasul itu SEDERHANA, bukan MISKIN. Ada satu riwayat yang mengatakan bahwa rasul itu pada bulan ramadhan kalau bersedekah seperti angin. Setiap ketemu orang langsung kasih. Ada juga riwayat shahih yang menceritakan bahwa rasul setiap hari memberi makan seorang pengemis yahudi buta yang selama ini seringkali menggosipi beliau. Dan bukti paling fenomenal tentang rasulullah yang kaya dan berdaya adalah ketika beliau meminang siti khadijah dengan mahar sebanyak 100 unta merah (1 unta merah itu kira2 10jutaan). Dan mahar sebesar itu beliau dapatkan dari hasil jerih payahnya sendiri sebagai seorang entrepreneur sukses.
Oleh karena itu, jangan lagi berpikir bahwa yang namanya zuhud itu berarti bahwa kita harus miskin. Tidak perlu terlalu bersusah payah mencari uang dsb. Berpikirlah bahwa saya harus kaya sehingga saya nanti bisa memberikan manfaatyang sangat besar buat keluarga saya, buat orang2 dilingkungan saya, buat negara saya bahkan buat seluruh dunia.
“Sebaik-baik uang adalah yang berada ditangan orang shaleh” (hadits, shohih bukhari klo gak salah ^_^, cek aja ndiri ya
)
Jangan Lagi Pergi Haji!!! Selasa, 18 Desember 07
Posted by kamal87 in islam, opini.Tags: , al-mukarromah, Allah, arafah, berangkat, hajar aswad, Haji, islam, kabah, kaya, kuwait, makkah, makmur, masjidil haram, mecca, mekkah, miskin, musim, muslim, negara teluk, palestina, pergi, Qardhawi, talbiyah, umat, Yusuf
15 comments
Musim haji telah tiba. Suara-suara talbiyah telah bergema dari seluruh dunia menuju satu titik pusat makkah al mukarramah. Suara-suara tersebut bagaikan pusaran yang meliputi bumi dimana pusat pusaran tersebut adalah ka’bah baitullah. Segenap umat muslim dari segala penjuru bumi bertolak menuju pusat gema talbiyah tersebut.
Fenomena ini terjadi setiap tahun dibulan dzulhijjah. Banyak umat muslim yang begitu semangat dalam melakukan ibadah haji. Banyak umat muslim yang dalam hatinya tersimpan gelora besar untuk ‘menyapa’ Allah di padang Arafah. Namun sayangnya, tidak semua orang mampu untuk pergi ke makkah. faktor ketidakmampuan yang paling berpengaruh adalah faktor ekonomi. Begitu banyak orang-orang yang rindu pada ka’bah harus menyimpan dalam-dalam rasa rindunya itu karena tidak punya cukup biaya untuk berangkat ke tanah suci. Lalu darimana asalnya suara-suara talbiyah yang begitu keras menggema disekeliling bumi? Siapakah mereka yang setiap tahunnya memenuhi lingkaran thawaf ka’bah di masjidilharam. Kebanyak mereka berasal dari kalangan berada yang punya modal finansial yang kuat. Kebanyakan peserta haji setiap tahunnya berasal dari umat muslim di negara-negara teluk yang tanahnya telah diberkahi Allah dengan minyak yang melimpah.
Jika kondisi makkah saat musim haji dijadikan tolok ukur, mungkin kita akan melihat bahwa umat islam adalah umat yang makmur. Kita akan melihat bahwa umat islam adalah umat yang berdaya. Namun apakah semua itu benar? benarkah umat muslim rata-rata punya basis finansial yang kuat? benarkah sebagian besar umat muslim adalah umat yang kaya? jawabannya Tidak! mereka yang kaya, yang setiap tahunnya mengisi masjidilharam adalah hanya segelintir umat muslim. Mereka datang secara rutin ke makkah setiap tahun untuk melaksanakan ibdaha haji. 80% peserta haji pernah menjadi peserta haji sebelumnya. hanya 20% saja yang baru pertama kali naik haji.
Apakah mereka yang terus mengulang hajinya setiap tahun itu dapat dibenarkan? saya rasa TIDAK! bagaimana mungkin mereka dapat pergi dengan wajah penuh senyum ke arafah karen hendak “menyapa” Allah sementara diluar makkah banyak umat islam yang masih sibuk mempertahankan diri dari pembantaian, sibuk berpeluh-peluh mencari penyumbat rasa lapar. Bagaimana mungkin mereka dapat tiba di mekkah dengan hati sumringah sementara di palestina umat muslim harus meregang nyawa. Dulu Yusuf qardhawi pernah mengatakan pada umat muslim dinegara teluk supaya semua dana yang biasanya dipakai untuk berngakta haji disumbangkan saja ke mujahidin bosnia. Tapi mereka tidak menghiraukan seruan tersebut. Mereka menyahut dengan mengatakan “Kami tidak bisa meninggalkan ibadah haji, ka’bah seolah-olah memanggil-manggil menyeru kami… Hati kami sudah terpaut pada hajar aswad disana“
Ada sebuah kisah yang menarik berkenaan dengan hal ini:
pada suatu masa ada seoarang muslim yang dalam dirinya sudah begitu bergeloran niat untuk pergi berhaji. Dia bekerja keras sekuat tenaga supaya dapat mengumpulkan uang untuk pergi berhaji. Dia terus bekerja dan bekerja tak kenal lelah. Sampai pada akhirnya beliau berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk pergi berhaji. Kemudian saat tiba musim haji, beliau segera menpersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatannya. Pada saat hari keberangkatannya, beliau keluar dari rumah dengan sangat siap untuk bergegas menyambut seruan haji. Sebelum berangkat, dia menyempatkan diri untuk berpamitan dengan tetangga yang tinggal disebelah rumahnya. Ternyata dirumah tetangganya itu dia dapati tetangganya itu sedang tergeletak lemah tak berdaya, tak bisa melakukan apa-apa karena lapar. Dia segera tahu bahwa tetangganya itu sudah berhari-hari tidak makan. Dia tahu betul tetangganya itu membutuhkan pengobatan yang biayanya sama dengan biayanya untuk pergi berhaji. Kemudian di berpikir panjang, apa yang harus dilakukannya? apakah dia akan meninggalkan tetangganya dalam keadaan lemah sehingga dengan begitu dia dapat tetap melanjutkan perjalanannya ke baitullah? ataukah dia harus membatalkan kepergiannya, dan memberikan semua uang yg telah dikumpulkannya itu untuk biaya perawatan tetangganya itu?
Setelah berpikir baik-baik, akhirnya dia memutuskan untuk membatalkan kepergiannya ke makkah dan menggunakan semua uang hasil jerih payahnya untuk biaya perawatan tetangganya. Dia urungkan niatnya selama bertahun-tahun untuk pergi berhaji demi tetangganya.
Dilain tempat Allah bertanya pada malaikat penjaga makkah “Berapa jumlah orang yang melaksanakan haji tahun ini”. kemudian malaikat menjawab ” ada 800.000 orang ya Allah”. Lalu Allah berfirman “ketahuilah diantara 800.000 orang yang datang ke makkah tahun ini tidak ada satupun yang hajinya diterima.” Dan justru satu-satunya orang yang ‘hajinya’ diterima oleh Allah SWT adalah orang tadi yang membatalkan kepergiannya ke makkah karena ingin membantu tetanggnya yang sedang kesulitan.
Oleh karena itu, diserukan pada seluruh umat muslim yang sudah pernah pergi haji sebelumnya untuk tidak lagi menunaikan ibadah haji pada tahun2 berikutnya. lebih baik uang yang anda punya itu dipakai untuk memberangkatkan orang lain yang sudah menggebu-begu untuk berhaji. Atau lebih baik uang tersebut dipakai untuk memberi makan ratusan fakir miskin yang tidak tahu apakah hari ini dia bisa makan atau tidak.


