Ayo Dukung Pengesahan RUU Pornografi Senin, 20 Oktober 08
Posted by kamal87 in indonesian development, opini.Tags: Indonesia, maju, hukum, anti, berantas, masyarakat, rakyat, KUHP, bangsa, moral, Pornografi, pornoaksi, Undang Undang, anarkis, RUU pornografi, RUU APP, anti pornografi, DPR, ade armando, ade, armando
comments closed
Sudah banyak mungkin orang yang membuat tulisan tentang ini di blognya. Maka disini saya tambahin lagi biar tambah banyak :p Begitulah… Yang namanya propaganda online memang indah. Dia bisa dilakukan secara cepat, murah dan lebih luas.
Sebelum saya mengulas apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendukung RUU pornografi, maka sebaiknya kita baca terlebih dahulu teks lengkap dari RUU pornografi itu sendiri. Teks lengkapnya bisa dilihat disini.
Nah… setelah membaca teksnya, maka disini saya sodorkan beberapa alasan kenapa RUU pornografi harus didukung. Alasannya jelas, pornografi adalah suatu hal yang jelas-jelas merusak moral individu. Kerusakan individu secara kolektif ini akan menjelma menjadi kerusakan sosial kemasyarakatan yang pada akhirnya akan menjadi sebuah bencana nasional bernama kerusakan moral bangsa. Dengan moral yang rusak, suatu bangsa tidak akan pernah bisa maju. Kalaupun memang maju, maka kemajuan yang dialaminya itu pasti semu. Kemajuan yang menyimpan benih-benih kehancuran jangka panjang. Seperti halnya yang terjadi pada krisis perbankan di amerika. Krisis itu juga berasal dari kerusakan moral masyarakatnya yang berupa ketamakan akan harta dunia. Oleh karena pornografi menghambat kemajuan bangsa kita, maka pornografi harus kita BERANTAS!
Saya yakin dengan argumen yang hanya seperti itu, pasti akan banyak orang yang mengeluarkan sejuta jurus untuk menghardik argumen saya. Saya yakin akan banyak orang yang menolak RUU pornografi (pendukung-pendukung pornografi) yang akan membalas argumen sederhana saya dengan ratusan argumen yang njlime tdan klise. Disini saya tidak akan menjawab secara personal, saya akan mereferensikan tulisan Ade Armando (Dosen FISIP UI) tentang 100 kekeliruan dalam wacana anti pornografi. Di internet, tulisan-tulisannya sudah banyak tersebar. Mulai dari milis, di-post ulang di blog, di online magazine dsb. Di blog ini saya akan coba singkat tulisannya.
1. RUU Pornografi ini bertentangan dengan hak asasi manusia karena masuk ke ranah moral pribadi yang seharusnya tidak diintervensi negara.
Argumen ini Salah karena nyatanya pornografi bukan cuma maslaah moral tapi juga akan berefek pada maslaah sosial kemasyarakatan. Dan klo dibilang bahwa moral itu urusan masing2 dan bukan urusan negara. Salah juga! Urusan moral ini nyatanya tercantum juga koq di Deklarasi universal HAM dan juga UUD 45.
2. RUU ini memiliki agenda penegakan syariah.
Kalau memang merupakan penegakan syariah, maka dari dulu semua majalah porno akan dibredel. Wanita-wanita tak berjilbab akan dihukum dsb.
3. RUU ini merupakan bentuk kriminalisasi perempuan.
Nyatanya yang banyak kena hukuman dari RUU pornografi ini adalah kaum adam. Yaitu, para penjahat yang membuat, mendistribusikan atau memiliki konten2 porno. Perempuan yang dihukum cuma perempuan yang memang sengaja tampil.
4. Definisi pornografi dalam RUU sangat tidak jelas.
Wajar itu, KUHP juga gak jelas koq. Coba cek “mencemarkan nama baik” atau “melanggar kesusilaan”. Jelas gak tuh!?
5. RUU ini mengancam kebhinekaan
hmm… semua pasala yang dibilang mengganggu adat istiadat itu sudah dihapus
6. RUU ini akan mengatur cara berpakaian.
Kate siapee… gak ada sama sekali didalam RUU ini tentang tata cara berpakaian.
7.RUU ini berpotensi mendorong lahirnya aksi-aksi anarkis masyarakat.
Di RUU ini justru masyarakat dikasih batasan yang jelas koq supaya gak anarkis. Masyarakat cuma boleh melaporkan pelanggaran UU, menggugat ke pengadilan, melakukan sosialisasi peraturan, dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat.
8. RUU ini tidak perlu karena sudah ada perangkat hukum yang lain untuk mengerem pornografi.
Perangkat hukum lain kaga cukup. Coba aja liat KUHP yang udah uzur sampe-sampe orang yang melanggar asusila cuma dikasi denda goceng kurang gopek.
9. RUU Pornografi tidak perlu, yang diperlukan adalah mendidik masyarakat.
Mendidik masyarakt perlu, tapi klo cuma mengandalakan pendidikan di masyarakat tanpa adanya tindakan preventif. Smaa aja bohong.
10. RUU ini mengancam para seniman.
Didalam RUU pornografi ini, alasan seni dan budaya itu dikecualikan.
Untuk itulah kita harus mendukung pengesahan RUU ini. Tidak ada lagi alasan. Mari kita dukung pengesahan RUU pornografi! Dan kalau mau konkrit dalam mendukung, tidak hanya berteriak dalam hati “ayo dukung”, maka silahkan baca postingan saya yang ini: Dukung RUU pornografi lewat dunia maya, SEKARANG JUGA!
Aksi tetaplah tidak efektif Kamis, 15 Mei 08
Posted by kamal87 in indonesian development.Tags: ahsa, aksi, aksi tugu rakyat, baik, berubah, demonstrasi, dukungan, efektif, efisien, Indonesia, jaket kuning, JK, Jusuf kalla, kuning, mahasiswa, maju, masyarakat, pergerakan, pergerakan mahasiswa, rakyat, SBY, SBY-JK, Susilo Bambang Yudhoyono, tugu, TUGU RAKYAT, tuntutan, UI, Universitas, Universitas Indonesia
18 comments
Hari senin 12 mei 2008 lalu, saya berangkat dengan jaket kuning melekat ditubuh. Saya duduk diatap bis sambil meneriakkan orasi-orasi dan nyanyian-nyanyian khas aksi mahasiswa. Sesampainya di dekat patung tugu tani, saya mulai berjalan. Saya menjadi border dalam aksi tersebut. Saya ikuti setiap instruksi yang diturunkan dari komando aksi nasional tersebut. Saya masih dapat menikmati apa yang saya lakukan.
Paragraf pertama dari tulisan saya ini memang terlihat kontradiktif dengan apa yang saya tulis pada postingan saya yang sebelumnya: Arah pergerakan mahasiswa masa depan. Dalam postingan tersebut, saya jabarkan beberapa alasan saya kenapa saya tidak setuju dengan aksi tersebut. Saya tuliskan dengan gamblang bahwa pergerakan mahasiswa saat ini harus mencari arah lain, arah yang lebih efektif untuk menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam pembangunan bangsa. Saya katakan disana, bahwa selama ini kita mahasiswa telah salah arah. Namun, apa yang saya lakukan? saya justru ikuti aksi tersebut. Bahkan saya mampu menikmati apa yang saya lakukan disana. Melalui tulisan ini saya akan menjabarkan beberapa alasan kenapa saya tetap mengikuti aksi walaupun saya tidak setuju dengan upaya tersebut. Dan saya akan menekankan sekali lagi tentang pentingnya merubah arah gerak mahasiswa kedepan.
Kenapa saya ikuti aksi tersebut walaupun saya tidak menyetujuinya??? pertama, ada satu komentar dalam postingan saya sebelumnya yang saya anggap cukup cerdas, ini dia komentarnya. Intinya, mas Arul, sang pemberi komentar tersebut mengatakan bahwa masing-masing kita punya cara yang berbeda untuk bergerak. Saya bisa terima hal tersebut. Mungkin memang ada tipe mahasiswa yang lebih tertarik pada kegiatan aksi demonstrasi turun kejalan (pengingatan pada pemerintah: social control). Ada juga tipe mahasiswa yang lebih senang bergerak konkrit yang dapat memberikan perubahan secara langsung (pemberdayaan masyarakat: agent of change). Saya setuju bahwa kedua peran tersebut harus dijalankan secara beriringan. Saya setuju kita harus tetap mengingatkan pemerintah disamping kita sebagai mahasiswa juga haru membantu pemerintah dengan aksi nyata langsung apa yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa untuk membantu memperbaiki kondisi bangsa. Tapi, saya tegaskan bahwa saya tetap tidak setuju dengan AKSI tersebut.
lho… giman sih? tadi katanya setuju, tapi koq tiba-tiba berubah lagi jadi gak setuju?? saya ingin tekankan bahwa saya setuju bahwa kita mahasiswa harus senantiasa mengingatkan pemerintah akan amanah-amanahnya. Tapi saya tidak setuju jika caranya dilakukan dengan sebuah aksi demonstrasi. Kenapa saya tidak setuju dengan metode tersebut. Beberapa alasannya sudah saya tuliskan dalam postingan saya yang sebelumnya. Nah… disini saya ingin menambahkan point-point kenapa saya tidak setuju dengan metode aksi demonstrasi turun kejalan pada suasana yang seperti ini. Aksi-aksi tersebut biasanya selalu mengarah pada perlawanan akan bentuk represi. Akhirnya, dalam aksi-aksi itu diperlukan cara-cara yang agak kasar. Contoh: pada aksi senin lalu, salah seorang ketua BEM SI membuat yel seperti ini “SBY-JK, LAWAN!!!”. Sekarang saya mempertanyakan lagi, sebenarnya apa yang perlu dilawan dari SBY JK, apakah kedua orang itu menyuruh militer untuk menembaki kita? apakah kedua orang itu mengintimidasi kita? entu tidak. Lalu apa yang perlu dilawan dari mereka? mereka tidak perlu perlawanan, mereka cuma butuh pengingatan, dan yang lebih penting lagi: sokongan. Akhirnya, kita mahasiswa terjebak dalam cara-cara yang tidak ahsan (baik) dalam memberikan pengingatan pada pemerintah. Cara-cara kasar seperti itu, saya tekankan sekali lagi hanya cocok untuk pemerintahan otoriter yang mengintimidasi rakyatnya sendiri. sleain itu, aksi mahasiswa ini juga semkain menumbuhkan arogansi kita sebagai mahasiswa. Seringkali kita pada saat melaksanakan aksi menuntut dengan tuntutan macam-macam. Biasanya kita minta orang yang berkepentingan untuk menemui kita. Biasanya juga, orang yang berkepntingan itu idak bisa menemui kita. entah karena takut atau karena memang sedang sibuk. Lalu biasanya mereka memberikan alternatif pertemuan. Misal, silahkan bertemu dengan bawahan saya terlebih dahulu. Atau mari kita diskusi tapi hanya sekian orang perwakilan saja. Nah… pada saat itulah, kita para mahasiswa yang emosinya sudah terlanjur meluap-luap dengan cuaca terik dan orasi-orasi emosional, akhirnya menjadi bersikap arogan. Biasanya aksi itu akan berujung seperti ini “KAMI TIDAK BUTUH KALIAN!! KALIAN SUDAH MEMBUKTIKAN BAHWA KALIAN PENGECUT blablabla…”. Lantas kalau sudah seperti itu, kita pergi mencari spot aksi lain. Setelah jadwal aksi sudah berjalan sampai akhir. lantas kita masing-masing pulang kembali kerumah. Mengerjakan kembali tugas2 kuliah kita yang masih terbengkalai. Akhirnya…. aksi-aksi tersebut benar-benar tidak membawa hasil, karena ketika kesempatan diskusi sudah terbuka, kita pergi begitu saja sambil terus bersampah serapah dalam orasi-orasi kita. Saya katakan pada rekan-rekan semua, bahwasanya kondisi aksi senin lalu ternyata tak jauh berbeda dengan skenario yang saya tuliskan diatas. SBY, melalui Andi malarangeng mengatakan silahkan bicara dulu dengan menteri-menteri terkait. Kita sudah diberi kesempatan untuuk berdiskusi dengan para menteri, tapi ternyata kita menolak mentah-mentah. Kita tetap memaksa SBY datang kemudian menandatangani lembara tugu rakyat yang isinya HANYA TUNTUTAN buat pak SBY. kasian betul pak SBY itu… sudah terliaht sekali dia bingung mengurus negeri ini, eh… kita mahasiswa malah tambaha bikin ngerecokin kebingungannnya beliau. Seharusnya kita bantu dia mengusir kebingungannya dengan mengatakan pada beliau: “Pak SBY, kami siap mensupport Anda dalam bidang-bidang yang kami kuasai. Apa yang bisa kami lakukan untuk membantu program-program anda akan kami coba kerjakan”
Wah… mas kamal ini gimana sih??? tulisannya panjang lebar menentang aksi tapi koq kemarin tetap ikut aksi? Ok… disini saya akan berikan jawabannya… Satu hal yang menjadi alasan saya kenapa ingin ikut aksi ini adlah saya ingin memberikan contoh pada sahabat-sahabat saya yang lain yang ada di fasilkom. Say sudah meliaht Fasilkom tidak tawazun, tidak seimbang. Terlalu menitikberatkan pada aspek keilmuan tapi aspek pengingatannya diabaikan sama sekali. Saya akui, Banyak, sangat banyak mahasiswa fasilkom yang merasa tidak punya tanggung jawab untuk mengingatkan pemerintah. Dikampus saya itu, lebih banyak orang yang ingin belaja tentang IT karena dia ingin dirinya jago dibidang IT. Dikampus saya, lebih banyak orang yang ingin berprestasi supaya dirinya bisa memberikan kebermanfaatan yang luas. Tapi sayangnya banyak dari mereka yang lupa dengan perannya yang lain, yaitu peran social control. bahkan para pejabat BEM Fasilkom pun banyak yang punya pandangan seperti itu (Ayo donk, sodara-sodara dan sahabat-shabat ku di BEM, be tawazun/seimbang dalam bergerak! Jalankan semua peran mahasiswa secara optimal). Dengan ikut aksi tersebut, saya ingin memberikan teladan pada teman-teman saya dikampus fasilkom. Untuk itulah, sesaat sebelum berangkat aksi itu, saya berjalan berkeliling sendiri dikampus saya dengan mengenakan jaket kuning yang ngejreng itu. Walhasil, banyak yg nanya “mo ngapain lu mal!!”
Alhamdulillah, aksi yang saya ikuti itu memberikan pengaruh yang cukup besar buat beberapa orang sahabat saya. Semoga pergerakan mahasiswa dikampus saya kedepannya bisa lebih seimbang.
Sekarang, saya sudah menjabarkan bahwa aksi itu tidak efektif. tentunya saya tidak boleh hanya berkoar-koar saja berteriak-teraik bahwa aksi tidak efektif tanpa memberikan solusi jalan lain yang lebih efektif untuk mengingatkan pemerintah. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan mengundang tokoh politisi yang ingin kita ingatkan itu dalam diskusi yang lebih sopan dan konstruktif. Kita bisa saja mengundang sang presiden atau sang menteri untuk menjadi pembicara di seminar yang kita adakan. Dalam acara itu kita bisa memberikan pengingatan secara lebih elegan. Selain itu, kita juga bisa datangi media, untuk meminta slot khusus untuk menyampaikan pendapat kita. Kalau untuk menundukkan DPR/MPR saja kita bisa, apalagi kalau cuma sekedar meminta waktu pada media untuk memberikan pengingatan pada pemerintah sekaligus juga memberikan pencerdasan pada masyarakat. Ketahuilah… aksi sama sekali tidak mendidik masyarakat, lihatlah di daerah-daerah, mereka-mereka yang berusaha mengikuti cara kita dengan berdemosntrasi ternyata justru terseret pada sikap anarkisme. Kita, para mahasiswa insan intelektual bangsa mungkin bisa mengendalikan aksi secara kondusif dan tidak anarkis, Tapi mereka diluar sana yang tidak mau tahu bagaimana caranya, yang penting tuntutan mereka terpenuhi. Mereka pasti akan terodorng pada aksi anarkisme.
Sebenarnya masih ada banyak sekali cara lain yang bisa kita lakukan untuk mengingatkan pemerintah dengan cara yang lebih elegan dan mendidik. Kita pasti bisa mengexplor semua cara tersebut. Syaratnya, kita para mahasiswa harus benar-benar bersatu. Kita harus sama-sama sepakat bahwa mahasiswa perlu merubah pola gerakannya. Dari situ baru kita bisa sama-sama memikirkan pola gerakan yang paling tepat dan cocok untuk kondisi Indonesia saat ini.
~ HIDUP RAKYAT INDONESIA
Acara Berita koq isinya berita buruk semua ya… Kamis, 3 Januari 08
Posted by kamal87 in indonesian development, opini.Tags: berita, berkembang, berpikir negatif, berpikir positif, Indonesia, maju, masyarakat, minded, negative, pikir, pola, pola pikir, positive, pygmaleon, seputar
14 comments
Akhir-akhir ini saya sering melihat liputan kaleidoskop indonesia 2007 pada banyak stasiun televisi. Uniknya, semua liputan kaleidoskop tersebut bertema sama, yaitu: bencana sepanjang tahun 2007. Semua kaleidoskop tersebut memperlihatkan betapa merananya bangsa ini sepanjang tahun 2007. Banyak sekali bencana yang mendera, belum lagi kasus-kasus korupsi yang tak kunjung reda dan justru makin pelik.
Jika kita coba perhatikan, memang sebagian besar berita yang disajikan oleh stasiun televisi itu berita buruk. CObalah lakukan riset kecil-kecilan dirumah sambil menonton acara berita disalah satu stasiun TV. Misalnya, Seputar Indonesia di RCTI, tonton dari awal dan hitung berapa jumlah berita bagus dan berapa jumlah berita buruk. Buruk atau tidaknya itu terserah subjektivitas Anda sajalh… toh kita sama-sama tahu mana yang buruk dan mana yang bukan. Coba lakukan hal ini dalam seminggu 5 hari berturut-turut. terus coba hitung persentase jumlah berita buruk dibandingkan dengan persentase berita bagus, nilai persentasenya pasti lebih dari 90% berita buruk dan kurang dari 10% yang berupa berita bagus.
Menurut saya, model pemberitaan yang seperti ini bisa membawa efek yang buruk buat pola pikir masyarakat kita. Masyarakat yang terus menerus dibombardir dengan berita-berita seperti ini akan berpikir bahwa memang negeri ini benar-benar susah. Sebenarnya sih model pemberitaan yang seperti ini tidak terlalu bermasalah jika memang orang yang menerima berita itu punya pola pikir yang positive minded. Dengan berita-berita seperti ini, orang yang positive minded akan menjadikannya lecutan untuk berprestasi membangun negerinya yang dia lihat diberita sangat terpuruk. Tapi sayangnya, mayoritas rakyat Indonesia itu punya mindset negatif terhadap hampir semua hal, maka semua berita-berita buruk itu jadi tambahan argumen buat mereka untuk mengatakan “ahh… Indonesia ini udah ancur, udah gak bisa diapa-apain lagi… udah susah deh ngebangun Indonesia!!” Semakin hari semakin banyak rakyat Indonesia yang berpikir pesimis seperti itu, akhirnya Indonesia benar-benar tidak bisa maju, karena toh SDM nya sendiri sudah berpikir bahwa Indonesia sudah tidak bisa maju. Tahu kan tentang pygmaleon? itu tuh… cerita tentang orang yunani yang selalu berpikir positif dan selalu yakin dia bisa mengerjakan suatu hal, akhirnya semua pikiran positifnya itu dan semua yang dia yakini benar-benar dapat terwujud. Kalau gak salah ada penelitian yang mengatakan bahwa kompisisi faktor yang membuat seseoarang dapat melakukan sesuatu adalah: 80% keyakinan dapat mengerjakannya, 20% baru ikhtiar. Kalau dalam islam, berarti do’a itu termasuk dalam hitungan yang 80%.
back to the topic, jadi… menurut saya seharusnya model pemberitaan yang disodorkan buat masyarakat Indonesia itu dirubah. Coba berikan berita-berita prestatif yang mendorong orang lain untuk juga ikut berprestasi. Tapi kan kenyataannya emang berita-berita yang tersedia itu ya berita2 buruk? Ya sudah kalau begitu, ganti gaya penyampaian beritanya. Kalau sebelumnya berita buruk itu disampaikan dengan penekanan betapa merananya bangsa ini. Maka selanjutnya perlu diganti, coba sajikan berita-berita buruk tersebut dengan penekanan bahwa semua yang menerima berita tersebut harus berpikir bagaimana caranya supaya negeri ini bisa bangkit dari keterpurukan.
jadi, buat para penyiar berita: gantilah model pemberitaannya…
trus buat rakyat Indonesia: jangan mikir negatif terus, berpikir positif aja… Kalau ada yang bilang Indonesia bakal hilang dari peta bumi tahun 2025 (dokumen futurolog yang pernah tenar diawal tahun 2000-an), kacangin aja, anggap aja orang sok pinter lagi ngibul. Yang penting buat kita adalah bagaimana kita bisa bergerak berkontribusi untuk ikut memajukan negeri kita yang masih punya segudang kekayaan, tinggal diberdayain aja…
How to develop Indonesian IT Senin, 19 November 07
Posted by kamal87 in indonesian IT development.Tags: Analisa, Analisis, Analysis, Develop, Indonesia, IT, maju, membangun, SDM IT, SWOT
4 comments
Bagaimana caranya mengembangkan IT di Indonesia?
Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan diatas, perlu sebuah analisis mendalam terlebih dahulu. Kita harus menelaah dulu setiap aspek yang berpengaruh. Tentunya, dalam skala nasional yang cukup besar, banyak sekali aspek-aspek lain yang mempengaruhi setiap upaya pengembangan IT di Indonesia, baik berkenaan dengan IT maupun non-IT. Mulai dari infrastruktur, konstelasi politik, kondisi ekonomi sampai ke moral bangsa, semua itu akan mempengaruhi pengembangan IT di Indonesia baik secara langsung maupun tak langsung. Oleh karena kompleksnya jawaban dari pertanyaan diatas, maka sudah semestinya jawaban dari pertanyaannya juga tidak asal-asalan, kita harus menganalisis dulu setiap masalah. nah… kemarin saya coba iseng-iseng menulis analisis SWOT dari IT di Indonesia. Ini dia hasil analisisnya:
Strength
- Banyak SDM-SDM IT yang berkualitas dan diakui dunia
- Tingkat ketertarikan orang Indonesia pada IT sangat tinggi
- Indonesia punya banyak hacker handal yang keahliannya bisa diarahkan kepada banyak hal positif
- Besarnya dukungan masyarakat akan program IGOS
- …
Weakness
- Persebaran tidak merata (pusat dan daerah)
- Infrastruktur yang masih sangat terbatas
- Sulitnya advokasi undang-undang pada elit politik
- Tingkat pembajakan di Indonesia yang gila-gilaan
- Ketergantungan rakyat Indonesia akan proprietary software
- …
Opportunities
- Pembukaan hubungan kerjasama dibidang IT dengan negara lain seperti, malaysia, singapura, india dll. cenderung mudah dilakukan
- Tingkat pembajakan yang terus menurun
- Semakin terbukanya peluang-peluang pengembangan open source di Indonesia
- …
Threat
- Tawaran-tawaran produk secara khusus dari perusahaan-perusahaan IT dari luar negeri yang menggiurkan
- Banyaknya perusahaan-perusahaan IT luar yang merekrut SDM-SDM berkualitas dari Indonesia
- …
Itu dia hasil analisis saya, saya yakin analisis SWOT tersebut masih terlalu sederhana untuk jika dibandingkan dengan skala objek yang dianalisis. Saya yakin sekali masih banyak aspek yang belum tersentuh oleh hasil analisis saya itu. Oleh karena itulah, setiap point terakhir saya isi dengan titik-titik, supaya Anda yang membaca tulisan ini bisa menambahkan lagi SWOT analysis yang terlintas dalam Anda.
Di negeri ini, sedikit sekali rakyat yang peduli dengan bangsanya sendiri. Dan kondisi itu juga termasuk SDM-SDM IT dari Indonesia yang telah menikmati enaknya hidup diluar negeri sebagai PEKERJA (TUKANG KETIK). Sedikit diantara SDM-SDM IT Indonesia yang senantiasa memikirkan bagaimana caranya supaya IT di Indonesia bisa maju.
Kalau Anda termasuk yang tidak memikirkan, maka bertobatlah
bantulah bangsamu nak…
Kalau Anda termasuk orang yang peduli, maka berikanlah sumbangsih ide Anda untuk kemajuan IT di Indonesia. Lakukan hal konkrit untuk IT di Indonesia.
(hal konkrit pertama yg bisa anda lakukan saat ini juga adalah…. tambahkan SWOT analyisis diatas, kita lengkapi bareng2, isi melalui komentar)


