Enaknya berbisnis sebagai mahasiswa Senin, 24 November 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship.Tags: aktif, asik, berbisnislah, bisnis, denda, enak, gampang, ganti, hobi, Indonesian, kampus, kemahasiswaan, lembaga, mahasiswa, mahasiswi, MoU, mudah, pebisnis, pengusaha, rugi, untung
comments closed
Melanjutkan tulisan saya yang berjudul “Wahai mahasiswa, berbisnislah!” disini saya ingin menambahkan beberapa poin yang membuat bisnis pada saat masih menjadi mahasiswa itu sangat menyenangkan. Berbisnis sebagai mahasiswa lebih mudah daripada berbisnis sebagai pebisnis. Kenapa begitu? karena ada begitu banyak peluang dan potensi yang bisa kita garap dengan status mahasiswa. Ini dia dua diantaranya:
Baca lebih alnjut di: MustafaKamal.biz – Enaknya berbisnis sebagai mahasiswa
Masa depan perusahaan mahasiswa Senin, 23 Juni 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship, indonesian IT development.Tags: adhyaksa, adhyaksa dault, bisnis, BUMN, capital, capital venture, dault, dinsi, elang, elang gumilang, entrepreneruship, entrepreneur, gumilang, inovasi, IT, komunitas, kreatif, maestro, mahasiswa, menpora, miliar, peluang, pengusaha, perusahaan, perusahaan mahasiswa, potensi, properti, SDM, valentino, valentino dinsi, venture, wirausaha
comments closed
Melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya: Membangun silicon valley Indonesia. Pada tulisan itu saya mengatakan bahwa ada sebuah peluang besar yang memungkinkan terbentuknya iklim layaknya iklim yang terjadi di silcon valley, Amerika. Pada artikel tersebut saya katakan bahwa satu hal yang kurang dari orang-orang di Indonesia adalah entrepreneurship.
Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan pak valentino dinsi, seorang pengusaha sukses yang membuat buku “jangan mau seumur hidup jadi orang gajian”. Berdasarakan obrolan-obrolan saya dengan beliau, ternyata beliau telah lama mencari-cari SDM IT yang handal yang punya ide brilian tentang memanfaatkan IT untuk usaha. Alhamdulillah Allah mempertemukan pak valen dengan saya dan teman-teman saya yang sudah tergabung membentuk perusahaan bernama univind. Intinya beliau ingin memberikan investasi pada perusahaan saya itu. Pak valen berkata pada saya dan teman-teman saya “Anggaplah saya ini capital venture bagi kalian”. Ya… capital venture, saya menemukan capital venture untuk menumbuhkan perusahaan saya. Seperti yang saya nyatakan pada tulisan sebelumnya, bahwa di Indonesia itu sangat sulit mencari capital venture. Sangat sulit bagi mahasiswa yang mempunyai ide bisnis yang brilian untuk mencari penyokong bisnisnya kelak. Insya Allah kedepannya, perusahaan saya bisa lebih serius dalam bergerak dengan adanya pihak yang mau membantu baik dalam hal dana maupun jaringan.
Saya ceritakan hal tersebut untuk menunjukkan bahwa ternyata di Indonesia kita masih bisa menemukan orang-orang berjiwa entrepreneur yang dengan penuh semangat mau memberikan bimbingan bagi para mahasiswa kreatif yg ingin memulai bisnis.
Ahh…. tapi itu kan cuma pak valen seorang? kalo capital venture nya cuma dia sendirian sih gak bakal ngaruh buat Indonesia!
tunggu dulu… ceritanya belum selesai
Selama saya sering bertemu dengan pak valen itu, saya juga diperkenalkan oleh beliau dengan seorang mahasiswa IPB bernama Elang Gumilang. Elang Gumilang adalah juara 1 lomba wirausaha muda mandiri se-nasional. Dia menjalankan bisnis properti didaerah bogor dengan omzet mencapai 20 miliar. Wahh… saya juga kaget waktu tau hal itu. Seorang mahasiswa bisa bikin usaha yang pendapatannya bisa sampai miliar2an. Hebat ya… Singkat cerita, saya diberitahu oleh pak valen bahwa beliau sedang membantu elang untuk membuat sebuah organisasi nasional bernama MaestroMuda (ini dia nama organisasi yang saya sebutkan pada tulisan pertama saya).
Organisasi macam apakah maestromuda itu? baca lanjutannya di MustafaKamal.biz – Masa depan perusahaan mahasiswa
NEKAD, modal utama entrepreneur Senin, 19 Mei 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship.Tags: berani, bisnis, entrepreneur, entrepreneurship, gentar, ide, kenekatan, langkah, memulai, mulai, nekad, nekat, pengusaha, resiko, risiko, takut, usaha
16 comments
Setelah beberapa waktu belakangan ini selalu membuat tulisan-tulisan berbau politis. Sekarang saya mau balik lagi ke dunia yang sedang saya geluti dengan penuh semangat, dunia entrepreneurship. Kali ini saya mau menulis tentang kenekatan, sebuah kata yang menjadi modal terbesar yang dimiliki oleh entrepreneur-entrepreneur sukses yang pernah hidup dimuka bumi.
Inspirasi tulisan saya kali ini adalah dari postingan teman saya leni di blognya yang berjudul “jadi sales di pondok indah“. Disana dia bercerita tentang kenekatannya membagi-bagikan leaflet mengenai usahanya di mal pondok indah jakarta. Dia beserta rekan-rekan usahanya berusaha tebal muka dengan membagi-bagikan leaflet tersebut. Mereka berhasil membuang rasa malu mereka jauh-jauh. Upaya mereka melakukan hal tersebut tentunya membutuhkan kenekatan tingkat tinggi, mereka harus bisa menyingkirkan rasa malu yang biasa hinggap dalam diri kita ketika akan memulai kegiatan-kegiatan seperti itu.
Kenyataannya, memang kenekatan itulah yang memberi banyak perubahan pada dunia. Tanpa kenekatan mungkin saat ini dunia belum akan sampai semaju ini. Untuk itu, butuh kenekatan tingkat tinggi untuk memulai sebuah usaha. Banyak orang yang terus menerus memikirkan resiko demi resiko yang mungkin muncul dalam suatu usaha. Hingga akhirnya dia sama sekali tidak berani memulai usahanya. Dia berhenti apada tataran ide. Tapi ide tersebut tak dapat dia realisasikan karena kurangnya kenekatan dalam dirinya untuk menangggung segala resiko.
Dulu, ketika awal saya membangun perusahaan saya, univind, modal yang saya miliki cuma satu: KENEKATAN. Modal uang, saya sama sekali tidak punya (justru waktu itu saya baru saja menghilangkan uang ayah saya yang seharusnya dipakai untuk bayaran kuliah). Modal teknis, saya juga tidak punya. Saya sama sekali belum menguasai berbagi macam hal teknis pembuatan web seperti bahasa-bahasa yang diperlukan untuk membuat web dinasmis (PHP, ASP, JSP dkk), saya juga belum mengerti apa itu web server? bagaimana wujudnya database? Bagaimana cara mendeploy sebuah website? dan sebagainya. Intinya saya sama sekali tak punya modal kemampuan teknis saat itu. Modal pengetahuan bisnis juga sama sekali belum saya miliki. Saya belum tahu bagaimana caranya membuat proposal penawaran, saya belum tahu bagaimana caranya menghadapi klien. Saya juga belum tahu mengenai kisaran harga pada bisnis yang saa geluti itu (web development). Intinya, ketika saya membangun perusahaan tersebut saya tidak punya apa-apa kecuali KENEKATAN!
Alhamdulillah, pada akhirnya langkah-langkah nekad yang selalu kami ambil dalam perusahaan tersebut justru membawa kami semakin dewasa. Semakin mengerti proses-proses bisnis dan juga semakin paham hal-hal teknis didunia web. Sekarang, perusahaan saya itu juga sedang mencoba sebuah ide bisnis baru dengan resiko ribuan trilyun milyar dollar rupiah (berlebihan banget
). Tanpa kenekatan, saya tidak yakin perusahaan saya dapat terus berkembang seperti sekarang (walaupun sampe sekarang juga belum manteb-manteb amat sih
)
Oleh karena itu, buat kamu semua yang punya ide usaha tertentu, ambillah langkah NEKAD untuk segera memulai usaha tersebut. Tanpa perlu terlalu banyak berpikir panjang akan ribuan resiko yang mungkin muncul. Buat kamu yang sudah memulai bisnis, teruslah mengambil langkah-langkah NEKAD untuk mengembangkan usaha kamu. Peliharalah kenekatan tersebut. Sehingga dengan begitu, usaha kita dapat terus melakukan locatan-loncatan besar dalam pengembangannya.
salam entrepreneur!
Bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship Senin, 28 Januari 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship.Tags: bisnis, bussiness, enterpreneur, enterpreneurship, entrepreneur, entrepreneurship, jiwa, motivasi, pegawai, pengusaha, trainer, usaha, wirausaha
comments closed
Ada seseorang yang bertanya pada saya melalui komentar disini. Waktu itu saya berjanji akan memberikan jawaban melalui suatu post tersendiri. Nah… setelah sekian lama terbawa arus menulis topik-topik yang lagi hot, baru sekarang bisa menyempatkan diri untuk memberikan jawaban secara komprehensif tentang bagaimana menumbuhkan jiwa enterpreneurship.
Sebenarnya saya sendiri juga masih belum bisa dibilang enterpreneur yang handal. Saya juga masih coba-coba. Saya baru mulai bergelut dngan dunia enterpreneurship waktu kuliah semester 2. Waktu itulah saya membangun perusahaan pertama saya, univind (dulu bernama apadonk), yang berbasis KENEKATAN. Waktu itu saya gak ngerti apa-apa tentang dunia usaha, saya tidak mengerti banyak tentang lahan bisnis yang saya geluti. Tapi karena kenekatan sudah sedemikian besar semua halangan tersebut saya terobos aja. Nah… karena saya juga baru mulai usaha, saya akan ceritakan apa yang saya alami saja. Saya gak akan terlalu njlimet dengan teori-teori bisnis enterpreneur manajerial blablabla… Jadi, mohon maaf juga kalau terasa kurang menggigit.
Bagaimana caranya menumuhkan jiwa enterpreneurship dalam diri kita? Ini dia caranya
enterpreneurship di kampus Kamis, 22 November 07
Posted by kamal87 in enterpreneurship, indonesian IT development, indonesian development.Tags: enterpreneur, fasilkom, jaffa, kampus, pengusaha, perusahaan, univind, website
13 comments
Dikampus saya, fasilkom UI sudah banyak perusahaan-perusahaan yang dibuat oleh para mahasiswa yang penuh semangat, penuh keberanian untuk bergerak didunia enterpreneurship melawan perusahaan-perusahaan lain yang sudah well developed. Paling tidak ada 5 perusahaan yang saya tahu keberadaannya, ini dia:
- univind.com, ini adalah perusahaan saya sendiri. perusahaan ini saya bangun kira2 dua tahun yang lalu ketika saya masih duduk di semester 2. saat ini, perusahaan saya masih memfokuskan diri pada web development.
- jakarta computer, perusahaan ini berdiri hampir berbarengan dengan perusahaan saya. perusahaan ini digawangi oleh dado csui04. mereka lebih memfokuskan diri pada penyediaan hardware. amun sekarang perusahaan ini sudah tidak berjalan lagi. Orang-orangnya telah membentuk perusahaan-perusahaannya sendiri
- Jaffa, perusahaan ini dibangun oleh franova, mahasiswa csui04. cakupan layanannya tidak jauh berbeda dengan perusahaan saya. Mereka bergerak dibidang web development dan information system.
- make n touch (bner gak yah tulisannya), perusahaan ini dibangun oleh teman seangkatan saya, ichsan csui05. perusahaan ini sudah berbentuk CV. perusahaan ini bisa dibilang sangat bagus perkembangannya karena jaringan dan modal awal yang dimilikinya cukup besar.
- metafor, kalau yang satu ini saya baru tahu. perusahaan ini dibentuk oleh angkatan 2006. kayaknya sih bosnya si Ishara csui06. bagaimana perkembangannya saya masih belum terlalu tahu.
Diluar yang saya tahu itu, mungkin masih banyak lagi perusahaan-perusahaan mahasiswa yang sudah terbentuk dan berjalan secara diam-diam ( tau2 udah kaya aja
). itu juga baru perusahaan yang terbentuk difakultas saya. Belum lagi kalau perusahaan2 yang terbentuk di UI keseluruhan. Saya yakin jumlahnya sangat banyak.
Tumbuh suburnya jiwa enterpreneurship dikalangan mahasiswa ini tentunya merupakan suatu hal yang sangat positif. Saya merasa punya keyakinan besar bahwa suatu saat nanti perusahaan-perusahaan yang dibangun oleh para mahasiswa itu akan mampu menjadi perusahaan yang besar. Kenapa? karena memang perusahaan-perusahaan yang dibangun oleh para mahasiswa sebagian besar dijalankan dengan pola yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan konvensional yang selama ini sudah exist. Kebanyakan mereka secara alamiah menggunakan pola baru dalam menjalankan perusahaan. Dibuku “Change!” buatannya om rhenald kasali, disitu om rhenald menceritakan tentang arus gelombang baru korporasi. Salah satu point yang dituliskan disana mengenai pola baru korporasi adalah korporasi tersebut berjalan secara “campus-liked“. Sudah banyak perusahaan di Amerika yang sekarang sudah berjalan dengan pola yang baru, contoh yang paling terkenal adalah google. Dimana google dengan style barunya itu berhasil mengobok-obok microsoft yang bergerak dengan pola yang lama, kaku dan tegang.
Jadi, dengan ini saya mengajak teman-teman mahasiswa semuanya. AYO KITA TUMBUHKAN JIWA ENTERPRENEURSHIP KITA untuk kemajuan Indonesia. Yakinlah kita pasti akan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah terlanjur besar di Indonesia, di Dunia. Karena sebagian besar perusahaan besar yang sudah ada saat ini masih berjalan dengan pola konvensional. mari manfaatkan kondisi ini.
Pada tulisan berikutnya saya akan coba kasih tips buat teman-teman semua yang udah gak tahan untuk membangun sebuah perusahaan. Berhubung sudah banyak juga mahasiswa yang nanya ke saya atau teman-teman seperjuangan saya di Univind tentang bagaimana memulai suatu perusahaan. Saya akan beritahu apa saja sih sebenarnya yang benar-benar diperlukan untuk mulai membangun perusahaan yang segar. Perusahaan yang berjalan dengan pola yang baru. Tunggu tanggal mainnya.


