I’tikaf Yuk! Sabtu, 20 September 08
Posted by kamal87 in islam, taushiyah.Tags: i’tikaf, masjid, mesjid, muhammad, nabi, rasul
comments closed
Wahh… udah lama juga nih Taushiyah ramadhan tertunda. Padahal rencana awalnya taushiyah ramadhan ini di-post setiap hari. Tapi apa daya waktu tak sempat. Belakangan ini saya sibuk ngerapihin website perusahaan saya dulu, Univind. Alhamdulillah sekarang sudah rapih dan sudah ada blognya juga lho: blog.univind.com, jadi berkunjunglah kesana
. Dan sekarang akhirnya saya bisa menyempatkan waktu untuk menulis blog ini lagi. OK, karena nanti malam sudah masuk 10 hari terakhir ramadhan atau tepatnya hari ke-21 ramadhan, maka taushiyah kali ini adalah himbauan untuk i’tikaf di 10 hari terakhir ramadhan.
Sebelumnya saya mau ngejlasin terlebih dahulu, barang kali ada yang gak tau apa itu i’tikaf. I’tikaf itu adalah berdiam diri di mesjid. Haaa…!!??? bengong dalem mesjid, ibadahnya bengong doank?? ya enggak lah… makssud berdiam diri dalam mesjid disini bukannya sekedar bengong celiangk celinguk di dalem mesjid melainkan melakukan berbagai macam ibadah di dalam mesjid, seperti: tilawatul quran alias baca qur’an, zikir, sholat lail, baca buku islami, hapalan qur’an, hapalan hadits, ikut kajian, halaqah dsb dsb dsb Jadi bukan sekdar bengong. Walaupun ada juga sih pendapat yang bilang bahwa sekedar duduk2 ngobrol atau tidur dalem mesjid itu udah keitung i’tikaf. Tapi kalo saya pribadi menyarankan supaya i’tikafnya diisi sama ibadah-ibadah yang jelas-jelas nampol gitu…
Ini nih dalil haditsnya i’tikaf:
Dari Aisyah ra : “Adalah nabi SAW melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan Allah
SWT, lalu hal tersebut dilanjutkan oleh para istri beliau SAW setelah wafatnya.” (HR Bukhari, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pada 10 hari terakhir & i’tikaf di masjid-masjid, hadits no. 2026)
Jadi, mari beri’tikaf!
Marhaban ya Ramadhan Senin, 1 September 08
Posted by kamal87 in islam.Tags: Allah, bulan, ibadah, muhammad, puasa, ramadan, ramadhan, rasul, shaum, shoum, suci
add a comment
Kalimat tersebut begitu nyaring terdengar di seantero pelosok pada saat menjelang masuknya bulan ramadhan. Memang apa sih artinya?? marhaban itu artinya sama dengan ahlan wa sahlan atau dalam bahasa Indonesianya: Selamat Datang. Namun, kata Marhaban itu punya makna “selamat datang” yang lebih tinggi daripada ahlan wa sahlan. Ya iyalah… lha wong yang dateng bulan ramadhan koq, ya jelas istimewa. Itu sedikit penjelasan dari saya yang pernah belajar bahasa arab 9 tahun ini (dulu waktu masih kecil, tapi sekarang udah lupa semua, sayang banget ya
) tentang apa artinya marhaban ya ramadhan itu. Jadi abis ini jangan asal ngomogn marhaban ya ramadhan ya. Kalo tau artinya kan lebih enak.
Oh iya… dengan ini sekaligus saya juga mengucapkan mohon maaf lahir bathin kepada semua yang membaca blog ini. Barangkali ada tulisan-tulisan saya yang kurang baik dan berkenan. Barangkali juga saya pernah membuat kesalahan pada Anda. Saya ingin bulan ramadhan kali ini harus benar-benar sukses. Untuk itu saya sudah buat planning-nya. Lah… puasa aja koq direncanain segala?? ya iya donk… biar bisa optimal memanfaatkan bulan ini untuk beribadah dan menggarap sebanyak mungkin pahal yang lagi banjir-banjirnya dibulan ini
.
Nah… salah satu rencana amalan saya dibulan ramadhan yang terkait blog saya yang ini: mustafaKamal.biz adalah… Saya ingin memposting tulisan taushiyah islami setiap hari selama bulan ramadhan. Jadi untuk yang mengharapkan tulisan-tulisan IT atau opini-opini umum atau tulisan motivasi dsb yang sering muncul di blog saya. Saya mohon maaf karena bulan ini saya ingin benar-benar fokus mengisi blog saya dengan muatan taushiyah ramadhan. Lumayan kan, amalan taushiyah di bulan ramadhan. Pahalanya pasti lebih gede
dan lagipula kebanyakan orang itu hatinya lebih lembut dan mudah menerima taushiyah ketika masuk bulan ramadhan.
Untuk mendukung penuansaan ramadhan di blog saya yang baru itu (mustafaKamal.biz), saya sudah buat tampilan special edition MustafaKamal.biz Edisi Ramadhan. Lebih segar dan lebih asri. Bikin template barunya ini bener2 bersusah payah nih, ngerjain malem-malem setiap pulang magang yang kerjaannya juga bertumpuk-tumpuk. Tapi akhirnya, jerih payah ini ada hasilnya juga. Ya tampilan blog ini lah hasilnya… Semoga bisa bermanfaat buat saya pribadi dan tentu saja buat semua yang membaca blog ini.
Wassalaamu’alaikum… ^^
Umat islam harus kaya Sabtu, 1 Maret 08
Posted by kamal87 in enterpreneurship, islam, taushiyah.Tags: akhirat, bermanfaat, corak, dunia, entrepreneur, finansial, hidup, islam, kaya, muhammad, rasul, rasulullah, SAW, tajir, umat, zuhud
17 comments
aa gym pernah bilang: “saya tidak mau kaya, tapi masalahnya… saya HARUS kaya”
ya, tentu saja. Umat islam harus kaya, umat islam harus jadi umat yang makmur. Umat islamharus berdaya sehingga dengan keberdayaannya itu umat islam dapat benar-benar menjadikan umat yang seutuhnya membawa islam sebagai rahmatan lil alamin.
Sayangnya, banyak paradigma salah yang muncul dikalangan beberapa ulama yang seolah mengisyaratkan bahwa kekayaan itu merupakan racun dunia yang harus dijauhi. Kekayaan merupakan sesuatu yang dapat membuat kita menjauh dari Allah. Banyak ulama yang menyerukan hidup ‘zuhud’, tapi dengan pengertian yang salah. Ketahuilah bahwa semua pernyataan tersebut adalah SALAH besar.
Umat islam tidak boleh miskin! Umat islam harus kaya!
Rasulullah semasa mudanya merupakan entrepreneur kelas dunia. Produk-produk dagangannya sudah melanglang ke berbagai pasar-pasar internasional yang ada saat itu. Selama ini, memang kita lebih banyak mendapatkan kisah hidup rasul yang begitu sederhana. Dimana beliau tidur hanya beralaskan tikar, dimana beliausering mengganjal perutnya dengan dua batu. Dimana dirumahnya dalam satu hari hanya ada air putih. Ya, memang seperti itulah corak kehidupan rasul. Tapi apakah itu berarti bahwa rasul itu miskin? Sama sekali tidak! Rasul itu SEDERHANA, bukan MISKIN. Ada satu riwayat yang mengatakan bahwa rasul itu pada bulan ramadhan kalau bersedekah seperti angin. Setiap ketemu orang langsung kasih. Ada juga riwayat shahih yang menceritakan bahwa rasul setiap hari memberi makan seorang pengemis yahudi buta yang selama ini seringkali menggosipi beliau. Dan bukti paling fenomenal tentang rasulullah yang kaya dan berdaya adalah ketika beliau meminang siti khadijah dengan mahar sebanyak 100 unta merah (1 unta merah itu kira2 10jutaan). Dan mahar sebesar itu beliau dapatkan dari hasil jerih payahnya sendiri sebagai seorang entrepreneur sukses.
Oleh karena itu, jangan lagi berpikir bahwa yang namanya zuhud itu berarti bahwa kita harus miskin. Tidak perlu terlalu bersusah payah mencari uang dsb. Berpikirlah bahwa saya harus kaya sehingga saya nanti bisa memberikan manfaatyang sangat besar buat keluarga saya, buat orang2 dilingkungan saya, buat negara saya bahkan buat seluruh dunia.
“Sebaik-baik uang adalah yang berada ditangan orang shaleh” (hadits, shohih bukhari klo gak salah ^_^, cek aja ndiri ya
)


