Latest Entries »

Lewat postingan kali ini, gw cuma mau mengenalkan salah satu bisnis baru gw joinan sama kakak gw. Namanya Mikalu. Apaan tuh mikalu? Mikalu itu provider grosir sprei online. Berhubung kakak gw sebenarnya udah sejak lama jualan sprei offline di pasar Cipadu. Gw punya keahlian di bidang IT, maka gw bantuin deh kakak gw itu untuk bikinin online shop yang bagus plus sekalian bantuin online marketingnya. Jadilah website dengan alamat http://www.mikalu.com.

Selain joinan offline-online, kita juga coba ngerapihin manajemennya. Gw dengan pengalaman gw di perusahaan konsultan web gw sedikit banyaknya bisa bantu profesionalin bisnis online retail yang satu ini. Gw bikin struktur organisasi perusahaan. Pembagian tugas yang jelas (siapa CEO, siapa CMO, CTO dsb). Perbaikan pencatatan keuangan dan lain sebagainya. Alur produksi dipercepat, USP (Unique Selling Proposition) di-define. HR Management diperbaikin dan lain sebagainya. Banyak deh hal-hal yang kita benahi dari bisnis ini. Sedikit demi sedikit semuanya akan diperbaiki, dipoles dan dibuat benar-benar profesional supaya bisa men-deliver produk sprei / bed cover / bedding equipment lainnya (bantal, gorden, whatever) dengan baik.

Satu hal lagi, rencananya web online store ini juga akan gw jadikan laboratorium percobaan untuk produk IT yang akan gw kembangkan, yaitu social commerce application. Ide produk yang kemarin sempat masuk di SwaStartup. Website mikalu.com akan jadi web pertama yang gw pakai untuk mengujicobakan social commerce tersebut dan melihat efeknya apakah positif atau negatif bagi pertumbuhan online shop tsb.

Well, perjalanan ribuan kilometer dimulai dari satu langkah. Maka ini adalah langkah-langkah pertama bagi mikalu untuk tumbuh maju pesat ke depan… Doain ye… 🙂

Mikalu Grosir Sprei

Go to Mikalu.com - Pusat Grosir Sprei Online

Iklan

Releasing Litwe

Udah lama banget blog ini gak diisi. Maklum, tersibukkan sama yang lain. Sekarang saya mau apdet lagi blog saya ini dengan product release untuk hasil karya saya: http://litwe.info

Jadi apa sih sebenarnya litwe itu? Litwe itu adalah mobile client application buat facebook dan twitter sekaligus. Semacam hootsuite atau tweetdeck tapi buat mobile. Dan dikhususkan untuk mereka yang mobile devices nya mid low end (kayak saya :p). Soalnya klo yg high end kan udah banyak tuh apps yang sudah bisa menjalankan fungsi-fungsi seperti yang ada di litwe. Contohnya tweetie untuk iPhone, ubertwitter untuk BlackBerry, twitdroid untuk Android. Nah… saya mencoba memberi solusi buat kita-kita yg cuma punya hape kelas bawah (syukurilah itu :D) supaya bisa bergaya kayak mereka2 yang punya hape2 canggih sehingga bisa berfacebook sekaligus bertwitter-an ria.

Untuk saat ini fiturnya memang masih terbatas banget. Masih seadanya, tapi gw inget semboyan yang sering terdengar di komunitas2 startuplokal: release early, release often. Rilis aja apa adanya dulu, tapi kembangin pelan-pelan. Perbaiki terus menerus. So, gw rasa litwe yang sekarang udah cukup buat dirilis. Insya Allah kedepannya gw akan kembangin lagi fiturnya dikit2. Tapi kalau ada waktu aja ya :p Soalnya, sebenarnya litwe ini cuma experimen gw aja untuk membiasakan diri lagi ngoding (setelah sekian lama kebanyakan ngurusin bisnis-stuff), sekaligus juga bereksperimen ttg cara2 memperkenalkan sebuah produk web application ke publik. Pokoknya ini semua ttg experimen deh. Experimen untuk my real startup yang akan gw rilis awal tahun depan. Mudah2an kesampean. Startup-nya tentang apa tuh? gw kasih clue aja deh: Product based social network. dah segitu dulu clue nya 🙂 tunggu kabar pastinya aja ya…

Oke teman2, dicoba ya apps buatan gw. Saya butuh feedback (saran, kritik, bug dkk) untuk pengembangannya kedepan.

Terima kasih 🙂

Poster "Everybody Draw Muhammad Day" buatan Molly Norris

Poster "Everybody Draw Muhammad Day" buatan Molly Norris

Belakangan ini ramai sekali isu tentang sebuah event yang berjudul “Everybody Draw Muhammad’s Day” yang dijatuhkan pada tanggal 20 Mei. Momen ini kontan saja langsung membuat banyak umat islam yang emosi dan bereaksi sesuai dengan emosinya itu. Sayangnya banyak dari kita umat islam yang bereaksi secara salah. Hal ini disebabkan banyak dari kita yang tidak tahu persis akar permasalahannya kemudian langsung mengambil sikap. So, disini saya ingin mencoba menjabarkan dulu akar permaslahannya sejelas dan seringkas mungkin. Lalu akan saya kritik beberapa pihak dalam konflik ini. Baru kemudian saya jabarkan solusi yang baiknya. Bukan solusi emosional. Cekidot ya.

Kronologis

Akar permasalah dimulai dari SouthPark (apa itu SouthPark? baca aja artikel wikipedia-nya ya…) yang membuat gambar kartun Nabi Muhammad yang menggunakan pakaian beruang dalam salah satu episode mereka. Kemudian, ada sekelompok komunitas umat  islam New York dari RevolutionMuslim.org yang langsung bereaksi atas tayangan ini. Respon mereka berupa kalimat dengan nada mengancam, walaupun mereka sendiri mengatakan tidak berniat mengancam dan hanya mengingatkan. “Ancaman” ini kemudian mendorong seorang kartunis bernama Molly Norris membuat poster berupa ajakan menobatkan tanggal 20 mei sebagai hari menggambar Muhammad. Terilhami oleh poster ini, muncullah pula fans page dan event page-nya di Facebook yang dibuat oleh seseorang tak dikenal. Mulai dari sini, terbentuklah gerakan online liar yang menyebar cepat secara viral. Fans page dan event page inilah yang kemudian jadi fenomena global, banyak orang dari seluruh dunia tertarik bergabung dengan fans page dan event ini. Ketika gerakan viral ini sudah menyebar sedemikian luas, sang inspirator gerakan ini, Molly Norris, mengklarifikasi bahwa bukan dia pembuat Fans Page-nya, dia menyatakan dalam blognya bahwa dengan membuat poster itu dia sama sekali tidak berniat untuk membuat gerakan online yang sebenarnya dan dia telah meminta maaf pada umat islam atas poster yang telah dibuatnya itu. Namun apa daya bola sudah terlanjur bergulir. Seiring dengan jumlah pendukungnya yang semakin banyak, semakin banyak pula yang mencibir gerakan online ini, terutama di kalangan umat islam. Umat yang sedang sensitif dan sering dipojokkan dengan stigma teroris ini kemudian terbawa arus emosi yang besar. Tanpa melihat latar belakang kemunculannya, banyak dari kita umat islam yang langsung bereaksi mencaci maki balik, membuat gerakan boikot facebook pada tanggal 20 Mei, dan lebih jauh lagi, mendesak pemerintah untuk memblokir Facebook. Gerakan online yang masih bersifat horizontal ini pun bergerak vertikal menjadi kebijakan-kebijakan pemerintah. Pemerintah Indonesia melalui Depkominfo mengirimkan surat ke Facebook, beberapa pemerintahan negara-negara muslim mengambil tindakan pemblokiran Facebook secara menyeluruh. Itulah sekelumit kronologis permasalahannya.

Dalam konflik ini hampir semua pihak bisa disalahkan. SouthPark bersalah karena telah memanfaatkan dogma freedom of speech dalam artian yang berlebihan dan memancing emosi umat islam. RevolutionMuslim salah karena memberi pengingatan dalam kalimat yang terlalu mengancam. Kartunis salah karena telah membuat media yang semakin memancing emosi umat islam. Pembuat fans page ini sangat salah, merekalah inilah penjahat sebenarnya. Jika sang kartunis membuat poster hanya untuk tujuan iseng dan sama sekali tidak berniat membangun gerakan, sang pembuat fans page ini terlihat sekali tujuannya membangun gerakan kebencian terhadap islam. Hal ini bisa dilihat dari postingan-postingannya yang provokatif. Umat muslim pun juga salah dalam menyikapi fans page tersebut. Begitu pula para pemegang kekuasaan di beberapa negara muslim.

Penyikapan Yang Salah

Penyikapan yang salah - Boikot FacebookMayoritas kita umat muslim bereaksi secara emosional tanpa melihat akar permasalahannya secara lebih dalam. Tindakan memboikot Facebook merupakan tindakan yang kurang tepat karena Facebook bukanlah penyelenggara event ini. Mereka hanya menyediakan sarana bagi siapapun untuk membuat event apapun. Sarana ini kemudian disalahgunakan oleh sang pembuat Fans Page untuk membuat event yang memancing kebencian antar umat beragama. Maka jika harus menyalahkan, sang pembuat Fans page itulah yang harus disalahkan, bukan Facebook-nya. Laporkan Fans Page dan Event Page-nya! Tidak perlu memboikot Facebook-nya. Ini sama dengan membasmi hama tikus dalam lumbung dengan membakar lumbungnya.

Jadi, bagi saudara-saudaraku sesama umat islam, kedepannya kita harus lebih dewasa menyikapi permasalahan-permasalahan seperti ini. Kedepannya saya yakin, kasus-kasus seperti ini akan muncul kembali, karena diluar sana sangat banyak manusia-manusia kolot yang sama sekali tidak punya rasa toleransi beragama sedikitpun. Bersiaplah untuk menyikapi gaya kekanak-kanakan mereka secara dewasa dan berwibawa. Tunjukkan bahwa agama kita ini sangat mulia, terlalu mulia untuk bisa dilecehkan dengan cara-cara kolot yang selama ini sering mereka lakukan.

Penyikapan Yang Benar

Penyikapan yang benarHal pertama yang harus dilakukan adalah menahan emosi untuk melihat masalah secara lebih jernih dalam sudut pandang yang adil. Setelah itu gali akar permasalahannya. Baru kemudian rancang solusi yang baik dan laksanakan solusi tersebut. Untuk permasalahan ini solusi-solusi yang baik antara lain:

  1. Melaporkan Fans Page dan Event Page tersebut ke pihak Facebook. Facebook memberikan sarana untuk itu. Silahkan klik link di sebelah kiri bawah dari Fans Page tersebut.
  2. Membuat atau berpartisipasi dalam gerakan online yang berusaha meng-counter gerakan ini. Bergabunglah dengan Group Facebook ini: “Against Everybody Draw Muhammad Day“. Sebarkan ke teman, saudara, atau siapapun, tunjukkan soliditas kita melalui grup ini, kalahkan jumlah pendukung Fans Page tersebut pada Grup ini. Dan sekali lagi, tidak perlu mengadakan gerakan boikot Facebook!
  3. Bagi yang memiliki otoritas lebih seperti pembuat kebijakan (pemerintah), berikan pengingatan asertif pada pihak Facebook. Apa yang dilakukan oleh Menkominfo kita, Pak Tifatul Sembiring, sudah sangat baik. Beliau menyurati Facebook supaya pihak Facebook segera membekukan secuil (hanya secuil) konten itu di websitenya. Sikap memblokir keseluruhan Facebook merupakan sikap yang berlebihan dan tidak simpatik.
  4. Untuk penyikapan isu ini spesifik pada ranah social media, silahkan baca artikel buatan temen saya Arham, seorang pakar social media dan SEO, disini: Road-entrepreneur.com – Report, Delete, Against and Kill

Sekian, semoga kita selalu diberi petunjuk untuk berjalan diatas kebenaran oleh Allah SWT.

Rencana gedung baru DPR

Rencana gedung baru DPR

Barusan baca berita di Detikcom yang ini:

DPR Paksakan Bangun Gedung Baru Rp 1,8 T

Tadinya suasana hati lagi riang gembira langsung jadi panas, gerah dan emosi. Saya benar-benar heran dengan ucapan Anggota DPR (yang tidak terhormat) Marzuki Ali (FPD) dan Muslim (FPD) dalam pemberitaan detikcom tersebut. Sama sekali menunjukkan bahwa mereka tidak punya rasa malu. Tidak punya rasa empati pada kondisi masyarakat yang sedang sulit. Tidak punya kepekaan sosial yang tinggi. Tidak punya wibawa untuk mewakili rakyat Indonesia. Mereka sama sekali tidak pantas menjadi anggota DPR!

Marzuki bilang “Ini jangan dinilai sebagai keinginan DPR tapi ini kebutuhan DPR,”. Apanya yang kebutuhan? Seberapa urgen kebutuhan tersebut? mana yang lebih urgen antara merenovasi gedung DPR yang cenderung masih mewah dengan merenovasi ribuan sekolah-sekolah di pelosok yang jauh dari layak?

“Kita ini ruangannya kecil, lebih kecil dari pejabat negara. Kita juga seharusnya punya lima staff ahli dan itu butuh ruang,” Papar Muslim. Apanya yang kecil? Apa lebih kecil daripada gubuk-gubuk rakyat yang isinya hanya ruang tengah dan 1 kamar mandi yang itupun berada diluar?

Bagi para anggota DPR, pekalah sedikit dengan kesulitan rakyat! Sadarilah bahwa kalian lebih membutuhkan peningkatan akhlak, moral dan kepekaan sosial daripada peningkatan kesejahteraan dan peningkatan fasilitas.

Kalian bilang gedung kalian sudah miring. Apa memang lebih miring dari gubuk-gubuk reot milik rakyat Indonesia yang bertebaran di berbagai pelosok? Apa iya kemiringan gedung kalian itu lebih mudah roboh dibandingkan ratusan SD-SD yang sudah roboh hanya karena terhempas angin kencang?

Wahai anggota DPR (yang tidak terhormat), sadarlah! bangunlah! jadilah lebih baik!

Dan untuk seluruh rakyat Indonesia, ayo terus dukung gerakan penolakan pembangunan gedung baru ini. Mereka yang mengaku wakil kita di DPR sudah tidak bisa lagi mewakili suara kita. Maka mari kita bersuara sekencang-kencangnya lewat semua media yang memungkinkan: blog, facebook, twitter, kaskus anything!!

Posting kecaman, argumentasi, penelitian atau apapun bentuk penentangan di blog kamu.

Suarakan kecaman itu di facebook, ajak teman-teman kalian untuk juga menyuarakan kecaman tersebut.

Ikut gerakan “2.500.000 facebooker tolak pembangunan gedung baru dpr Rp 1.8 T“. Jangan buat fan page baru! Nanti dukungannya jadi tidak terpusat! cukup klik saja tombol “like” dari FB Fanspage tersebut.

Buat atau reply thread-thread di KasKus yang terkait dengan hal ini. Berikut sedikit diantaranya, search aja di kaskus untuk lebih komplitnya:

Suarakan di twitter, plurk, koprol, atau apapun social media yang kalian ikuti!

oiya, terakhir, dari tadi saya mengecam keras tindakan DPR bukan berarti saya memandang semua anggota DPR itu bejat loh… Walaupun DPR sebagai sebuah institusi itu suka keblinger tindakan-tindakannya, percayalah masih ada segelintir orang disana yang sedang berjuang keras memperbaiki institusi tersebut. So jangan apatis sama DPR ya. Jangan menggeneralisir semua anggota DPR itu bejad. Kita doa’kana saja yang bejad-bejad bertobad. Yang alim-alim berkuasa sehingga mampu memperbaiki DPR.

Teroris vs Teroris

http://mustafakamal.biz/2009/09/22/teroris-vs-teroris/

Beberapa waktu yang lalu, media-media di Indonesia heboh memberitakan tewasnya gembong teroris nomor satu di Indonesia, yaitu Nurdin M Top. Tentu saja mayoritas masyarakat Indonesia bersukacita mendengar pemeberitaan tersebut. Setelah sekian lama akhirnya salah satu dedengkot teroris di Indonesia itu berhasil dilumpuhkan. Namun pertanyaannya, apakah dengan tewasnya Nurdin M Top itu berarti tamat sudah riwayat per-teroris-an di Indonesia? Tentu tidak bukan? Nurdin M Top sudah punya banyak didikan yang siap melanjutkan perjuangannya, tapi pada postingan kali ini saya tidak ingin membahas teroris dari golongan mereka. Saya lebih tertarik untuk menelaah teroris yang justru bercokol dalam satuan anti teroris Indonesia yang namanya mulai ngetop belakangan ini, DenSus 88 (Detasemen Khusus 88).

Haa… emang ada ya teroris yang nyantol di densus88?? Ya, malah justru teroris yang satu ini merupakan sumber lahirnya berbagai macam gerakan “terorisme” di berbagai belahan dunia. Nurdin M Top dan kawan-kawannya itu hanyalah merupakan fenomena hilir, bukan hulu dari sungai aliran terorisme ini. Nurdin M Top itu ibaratnya hanyalah sehelai  daun yang tumbuh akibat akar yang terus mensuplai makanan ke dirinya.

Nah… karena nurdin itu hanyalah fenomena hilir, maka upaya kita memberantas terorisme selama ini terasa sangat sia-sia. Ibaratnya kita ingin membersihkan sungai, selama ini yang kita lakukan hanyalah membersihkan hilir sungainya saja. Secanggih apapun teknologi yang kita pakai untuk membersihkan hilir sungai itu, selama hulu sungai tersebut masih mensuplai kotoran ke sungai tersebut, kita tidak akan pernah benar-benar mendapatkan sungai yang bersih. Begitulah kondisi kita saat ini. Kepolisian dengan DenSus-nya telah melakukan segala cara untuk menumpas mereka-mereka yang disebut teroris itu. Namun, sayang seribu sayang, ternyata DenSus hanyalah perpanjangan tangan dari teroris yang sebenarnya.

Siapakah teroris yang sebenarnya itu? Teroris yang sebenarnya adalah Amerika dan sekutu-sekutunya. Merekalah penyebab dari lahirnya berbagai macam gerakan-gerakan terorisme di dunia. Dulu, ketika masa perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Amerika melakukan segala cara untuk memenangkan perang dingin tersebut. Mulai dari membuat senjata canggih sampai pergi ke bulan. Semuanya diupayakan demi meraih dominasi global. Nah… salah satu cara yang mereka tempuh adlaah dengan memberikan bantuan bagi para mujahidin-mujahidin di Afghanistan yang kala itu sedang berjuang melawan penjajahan Uni Soviet. Percaya gak percaya, Osama bin ladin itu dulunya sahabat Amerika. Mujahidin Afghanistan itu dulunya merupakan campuran berbagai macam golongan islam. Sampai akhirnya masuklah teroris baru bernama taliban yang mengusir para mujahidin disana. Para mujahidin itupun akhirnya tersebar. Setelah tersebar itulah barulah muncul pemikiran-pemikiran radikalisme di kalangan mereka. Pemikiran seperti itu muncul sebagai akibat dari dominasi egosentris Amerika yang, setelah memenangkan perang dingn dengan uni soviet, menginvasi negara-negara islam yang cenderung kaya sumber daya alam. Indonesia termasuk salah satu jajaran negara-negara korban Amerika yang sudah dihisap habis sumber daya alamnya. Itulah yang menyebabkan bisa munculnya orang-orang seperti Nurdin M Top.

DenSus 88 yang katanya ditugaskan secara khusus untuk menumpas para teroris secara ironis ternyata justru dibentuk, diprakarsai, dilatih dan didanai oleh para teroris juga. Bahkan justru biangnya teroris.

Please realize!
It’s not simply goods against evils
It’s more like evils against evils
Those who fights the so called terrorist
are just another terrorist…

Give Comment

Saya tergerak untuk menuliskan hal ini di blog karena barusan saya membaca postingan seseorang di milis yang protes pada orang lain karena menggunakan hadits dalam milis tersebut. Milis tersebut adalah milis wiramahasiswa_ui, milis bagi peserta acara UI Young and Smart Entrepreneur Program (UI YSEP). Panitia UI YSEP dalam salah satu postingannya menambahkan sebuah hadits berikut sebagai kalimat penutup:

” Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (Q.S HR Bukhori Muslim)

Sebuah kalimat yang bagus bukan? Memang orang yang paling keren itu adalah orang yang paling banyak manfaatnya. Namun, saya heran, ada saja orang yang protes dengan pernyataan tersebut. Berikut potonganm postingan dari orang yang protes itu:

saya muslim, pk jilbab lg,
tp saya minta panitia ga usah pake mencantumkan hadist2 gt lah..
emang semua anggota milis ini muslim semua?
kesannya mnunjukkan dominasi umat Islam d milis, ga perlu itu.
kl mau berbagi kalimat yg memotivasi/bermanfa at,,
ya pilih lah kalimat2 yg netral, quotation dr pengusaha2 sukses dunia kek.

Saya gak mau bawa2 sensitifitas agama disini. Saya cuma ingin menyampaikan bahwa inspirasi itu bisa kita dapat darimanapun. Dari Nabi Muhammad kek, dari Kong hucu kek, dari Karl Marx kek. Selama kontennya bagus, maka kita bisa ambil itu sebagai inspirasi atau hikmah buat kita.

Dan semua inspirasi itu juga bisa disebarkan pada siapapun, bukan berarti kalau Nabi Muhammad yang ngomang itu berarti kalimat (yg sebenarnya netral utk seluruh manusia) cuma muslim yang boleh baca. Bukan berarti juga kalau einstein yang ngomong maka cuma ilmuwan aja yang layak nerima.

Semoga kita bisa lebih arif dalam menyrap ilmu dan inspirasi dari siapapun, dari manapun.

Yowis, segitu aja dulu apdet blog setelah sekian lama gak ngeblog lagi. Semoga tetap dan selalu bermanfaat 🙂

Jangan sombong dengan ilmu

Tadi siang selepas shalat dzuhur di masjid kampus saya (MUI), ada ceramah singkat yang sungguh menggugah, tentang  menghargai ilmu. Tentang anjuran untuk tidak sombong dengan ilmu.

Sang penceramah mengawali ceramahnya itu dengan kisah seorang dosen matematika dengan dua gelar doktor di Universitas Al-Azhar. Gelar doktor itu dia dapatkan dari  universitas di frankfurt dan moskow. Pada suatu saat, dosen itu sedang mengajar, menjelaskan rumus2 matematikan panjang lebar di atas sebuah papan tulis yang panjangnya mencapai 10 meter (papan tulis standar di Al-Azhar katanya). Setelah selesai memenuhi papan tulis itu dengan seabreg rumus2 matematika, tiba-tiba salah seorang muridnya memberi protes pada dosennya itu. Dan protesnya tidak tanggung2, semua coret2an rumus yang tertulis di papan tulis lebar itu dihapus dan dijabarkan dari awal. Sang mahasiswa itu menunjukkan dengan rinci letak kesalahan sang dosen. Seorang mahasiswa yang belum lagi lulus S1 berani membenarkan dosennya yang punya dua gelar doktor itu. Kalau di kita, mungkin yang terpikir selanjutnya adalah “berapa NPM ni anak?”, atau “Siap2 gak lulus dah…”. Tapi ternyata sang dosen tidak memperlakukannya seperti itu. Sang dosen malah justru meng-appreciate murid tersebut dan menunjukkan rasa terima kasih yang besar pada murid itu. Minggu depannya sang dosen membawa satu bangku khusus yang dia bawa dari ruangannya dan dengan penuh hormat mempersilahkan sang murid itu untuk ikut duduk di depan membantu dia. Itu merupakan sebuah bentuk apresiasi yang besar, kata sang penceramah, ternyata hal seperti itu sudah wajar dilakukan diluar.

Kisah itu mengingatkan sang penceramah dengan kisah Imam Malik dan Imam Syafi’i. Imam Syafi’i merupakan salah satu murid dari Imam Malik. Pada suatu saat Imam Malik yang merupakan maha guru bidang hadits saat itu memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada muridnya. Imam syafi’i kala itu membisikkan semua jawaban ke teman-temannya. Akhirnya imam Malik mengetahui hal itu dan meminta Imam Syafi’i untuk duduk di depan bersama beliau. Kemudian Imam Malik mengatakan “Akhirnya kini beban saya bisa berkurang karena engkau bisa membantu ku”. Imam syafi’i dipercaya membantu Imam malik mengajarkan ilmu hadits. Itu merupakan sebuah bentuk apresiasi yang besar.

Kedua kisah diatas menunjukkan bahwa sehebat apapun seseorang, dia tak mungkin menanggung kehebatannya itu sendirian. Sepintar apapun seseorang pasti ada ilmu yang dia luput darinya. Untuk itulah, kita sebagai muslim harus menunjukkan sikap tawadhu setiap saat. Jangan pernah merasa cukup akan ilmu.

Ada seorang sahabat saya yang dulu pernah saling curhat2an sama saya. Curhat dia itu mengenai kehidupannya yang tidak sehebat dulu, dia merasa sulit sekali beradapasi dengan lingkungan barunya. Waktu itu saya cuma bisa menyarankan dia untuk membaca buku2 motivasi dan manajemen diri. Tapi beliau justru bilang “Semua ilmu di buku itu udah masuk ke otak saya”. Ada lagi satu contoh sahabat saya juga, dia ikut suatu acara semacam seminar namun dia terlihat tak acuh dengan pengisi seminarnya. Seusai acara di mengekspresikan pendapatnya akan seminar itu “apaan tuh, cuma begitu doank, gw juga tau!”.

Secara teori, mungkin orang2 seperti itu memang sudah hebat, sudah banyak ilmu yang masuk ke sela-sela sel otaknya. Namun, secara praktek, dia justru terlihat sebagai orang berpikiran sempit yang tidak bisa tawadhu dengan ilmu yang dimilikinya.

Seseorang yang hebat tidak lagi menjadi hebat manakala dia sudah mulai merasa dirinya itu hebat.

Seseorang yang pintar akan perlahan menjadi bodoh saat dia merasa dirinya sudah pintar.

So, jangan sombong dengan ilmu kawan. Sekecil apapun, ilmu itu pasti bermanfaat buat kita. Walaupun katakanlah kita udah tahu ilmu tersebut, paling tidak itu pengulangan untuk otak kita supaya ilmu itu bisa lebih mengakar dalam pikiran kita.

Jadi, jangan pernah sombong dengan ilmu 🙂

Teman-teman. .

Kelompok skripsi KAMI (Kamal, Agung, Mursal, Ilman) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, lagi dalam proses menyelesaikan skripsi (student project) kami, yang berjudul

Pengembangan Model e-Payment B2C (Business to Consumer) yang Paling Adaptif untuk Masyarakat Indonesia


E-payment itu sendiri adalah proses pembayaran secara online (lewat Internet atau media elektronik), misalnya menggunakan PayPal atau lewat SMS Banking yang populer saat ini.

Oleh karena itu, kami memohon bantuan teman-teman semua untuk mencoba prototype sistem e-payment yang telah kami buat.. Teman-teman akan berperan menjadi pengguna Internet yang akan menggunakan sistem e-payment ini, lalu mengisi kuesioner tentang sistem e-payment tersebut.. Bagi yang sebelumnya belum pernah menggunakan sistem e-payment, jangan khawatir, karena ada bantuan instruksi di sebelah kiri layar..

Total ada 5 model e-payment berbeda (ada yang lewat website, menggunakan HP-pura-pura) yang teman-teman akan menjalani simulasinya dalam waktu sekitar 15 menit.. Teman-teman juga akan berpura-pura memiliki rekening di bank tertentu yang akan digunakan selama proses simulasi..

Terimakasih banyak atas kesediaan dan bantuan teman-teman semua dalam proses penyelesaian skripsi kami..

berikut ini link-nya:
http://student. cs.ui.ac. id/~agfi51

Apabila butuh bantuan, silakan kontak customer service berikut ini

Kamal: kamalfasilkom@ yahoo.co.id > sekalian Y!M
Agung: agung_ahaa@yahoo.com > sekalian Y!M
Mursal: mursalrais@yahoo.co.id > sekalian Y!M
Ilman: pyrokinesis88@yahoo.com > sekalian Y!M

Kemarin saya jalan-jalan ke Gramedia. Tentu saja, sebelum mencomot salah satu buku trus bawa ke kasir, saya keliling-keliling dulu melihat buku-buku terbaru sekarang. What an exciting activity for me. Saat lagi jalan-jalan mengobrak-abrik isi toko buku grameia itu saya meliaht sebuah buku dengan ukuran cukup besar. Buku itu menstimulus otak saya untuk memunculkan kembali ide atawa pemikiran saya yang dulu pernah di melesat dalam jaringan sel-sel neuron di otak saya. Buku itu berjudul Tepian Tanah Air.

Buku bergambar sebuah pulau kecil ditengah lautan itu membuat saya ingat akan ide lama saya dan memacu saya untuk menuliskan ide itu disini. Mungkin idenya memang rada aneh. Tapi tak apalah, bukankah dunia ini berkembang dan maju pesat karena ide-ide aneh yang tereksekusi dengan baik. Siapa tahu dengan menuliskan ide ini ada pihak yang mau menjajal mengimplementasikan ide ini.

Ide saya adalah menjadikan pulau-pulau terluar yang sepi tak berpenghuni yang tersebar di kisaran pulau-pulau terbesar di Indonesia itu dijadikan sebagai tempat wisata privat yang eksklusif buat kaum jetset dunia.

Bukankah pulau-pulau itu adalah tempat yang sangat indah. Tempat yang bisa dijadikan tempat istirahat yang mewah dan eksklusif buat para jetsetter dunia. Dengan dijadikan sebagai tempat wisata eksklusif, kita bisa mematok harga yang sangat mahal untuk para jetsetter tersebut. Uang yang masuk dari tempat wisata tersebut tentunya bisa menjadi sumber pemasukan negara yang cukup besar.

Kita akan menyewakan satu pulau secara privat dan eksklusif untuk satu orang jetset dunia. Tentu sebuah penawaran dengan tingkat prestise super tinggi. Kita berikan pelayanan yang super eksklusif untuk mereka. Pulau-pulau ini akan menjadi seperti halnya villa-villa eksklusif di Puncak yang dimiliki orang-orang kaya Jakarta.

Sambil membuka saluran pendapatan baru di Indonesia. Bisnis ini juga akan meningkatkan citra prestise pariwisata di Indonesia. Para jetsetter yang punya pengaruh besar di dunia itu akan menceritakan pada seluruh dunia tentang betapa indahnya Indonesia. Dan juga tentang betapa eksklusifnya dunia pariwisata Indonesia.

Selain itu, ide usaha ini juga bisa membantu bangsa ini untuk menjaga integritas wilayah dari pulau-pulau terluar itu. Selama ini kita sudah melihat kemampuan bangsa kita untuk menjaga integritas pulau-pulau terluar tersebut sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Pulau-pulau tersebut seolah terbuang. Saking terbuangnya sampai-sampai ada beberapa pulau yang diambil alih oleh negara lain. Negara lain itu bisa memanfaatkan pulau tersebut secara optimal untuk kepentingan pariwisata.

Ide bisnis ini jauh lebih menguntungkan daripada harus menjual pulau-pulau terluar tersebut begitu saja ke pihak asing. Ide bisnis juga sangat mungkin untuk diimplementasikan. Mungkin pemerintah bisa membuat sebuah BUMN baru untuk pariwisata pulau terluar ini. BUMN ini akan fokus untuk sedikit mempermak pulau-pulau tersebut. Bangun villa mewah disana, rapihkan hutan-hutan yang mungkin ada disana, bersihkan pantainya dan tidak lupa memasang bendera kebanggaan kita sang merah putih. Setelah itu, BUMN tersebut bisa mulai membuat penawaran-penawaran eksklusif kepada para jetsetter di dunia. Penawaran ini tentunya akan menggiurkan untuk mereka. Berikan / sewakan satu pulau untuk satu jetsetter dan biarkan dia tergoda akan penawaran penuh prestise ini. Nantinya mereka akan bangga dengan mengatakan “I have a private island in beautiful Indonesia”.

Tertegun sekali saya mendengar taushiyah dari sahabat saya yang akhirnya saya jadikan judul postingan kali ini.

Jadilah orang kecil dengan karya besar

Yap! Jangan terobsesi untuk menjadi orang besar. Obsesi itu akan membuat kita mudah kecewa. Terobsesilah untuk membuat sebuah karya besar yang bisa memberikan manfaat buat banyak orang dan tetaplah menjadi orang kecil. Dengan begitu kita akan menjadi orang yang tawadhu walaupun prestasi sudah menjulang setinggi gunung.

Sungguh sebuah quote yang sangat menarik. Yuk… sama-sama berusaha menjadi orang kecil yang memiliki karya besar! 🙂