Selama ramadhan ini saya melihat fenomena yang menarik sekaligus memprihatinkan di Mesjid kampus saya. Sholat zuhur dan sholat ashar di mesjid itu kuantitasnya lebih banyak daripada sebelumnya. Pada bagian ini tentu saja merupakan berita gembira. Namun apa yang terjadi setelah itu barulah bisa dianggap sebagai berita buruk. Mayoritas jama’ah yang mengikuti sholat berjama’ah tersebut seusai sholat langsung saja mencari tempat yang nyaman buat mereka untuk TIDUR. Ya… tidur! adalah sebuah pemandangan yang lumrah pada jam-jam tersebut manusia-manusia bergelimpangan didalam masjid.

Mungkin dalam pikiran mereka adalah karena saat ini mereka sedang puasa maka badan terasa lemas sehingga perlu lebih banyak istirahat. Ada juga sebagian umat muslim yang menggunaka dalil yang menyatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah. Kenyataannya, hadits yang mereka pakai itu statusnya dha’if!!! jadi tidak bisa dijadikan sebagai dalil. Memang di bulan ramadhan ini banyak hadits-hadits dhaif yang bertebaran di tengah masyarakat yang dipakai untuk mengakomodir kemalasan mereka saat berpuasa. Nanti kapan-kapan saya mau ulas tersendiri hadits-hadits dhaif (lemah) dan maudhu (palsu) tersebut.

Wahai kaum muslimin! jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan! Pada bulan ramadhan ini justru kita harusnya banyak memanfaatkannya untuk aktifitas yang lebih berfaedah yang dapat mengundang keridhaan Allah. Tidur jelas bukanlah kegiatan yang produktif apalagi jika dibandingkan ibadah seperti: tilaah qur’an, mengikuti kajian islam dsb.

Rasulullah dan para sahabat pada bulan ramadhan justru semakin giat bekerja. Karena setiap kerja mereka yang mereka lakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah. Dan setiap ibadah pada bulan ramadhan itu balasannya berlipat ganda. Bahkan Rasulullah dan para sahabat justru berperang pada bulan ramadhan. Perang badar, perang terbesar pertama umat islam, itu terjadi pada bulan ramadhan. Bulan dimana seluruh umat islam menjalankan puasa. Mereka berperang sambil menahan lapar dan dahaga. Itulah semngat puasa yang sebenarnya.

baca taushiyah lainnya di: MustafaKamal.biz